British Council dan Mandiri Kembangkan Wisata Bajo Mola Wakatobi
image of 1140x530

Campa Tour mengucapkan selamat atas peluncuran Kawasan Wisata Mola. British Council dan Mandiri meluncurkan kawasan wisata Mola yang terdiri dari lima desa di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara lewat program Mandiri Bersama Mandiri (MBM). Pada program ini, Bank Mandiri, British Council dan pemerintah Wakatobi mendampingi masyarakat dengan membangun kapasitas dan infrastruktur sehingga nantinya dapat mengelola sendiri potensi wisata yang dimiliki.

image1
Kepala Desa Mola, Jamrin, memberikan sambutan pada acara peluncuran Kawasan Wisata Mola. Jamrin mengajak masyarakat Mola untuk turut bersama-sama menyambut dengan suka cita pariwisata berbasis masyarakat dan memanfaatkan kesempatan yang diberikan kepada masyarakat untuk mengelola pariwisata di kawasan Mola. (Fitri Utami/Campa Tour)

Peluncuran kawasan wisata Mola tersebut dilakukan oleh Deputi Regional CEO Sulawesi dan Maluku Bank Mandiri, Tonggo Marbun, Direktur British Council Indonesia Sally Goggin, dan disaksikan oleh Bupati Wakatobi, Hugua, di Desa Mola Utara, Wakatobi, Jumat 7 Agustus 2015. Terdapat serangkaian kegiatan dalam acara peluncuran tersebut tersebut, antara lain peluncuran Lepa Mola (Lembaga Pariwisata Mola) serta peresmian Gerbang, Pusat Informasi, dan Dermaga Kawasan Wisata Mola.

Menurut Deputi Regional CEO Sulawesi dan Maluku Bank Mandiri Tonggo Marbun, pengembangan kawasan wisata ini bertujuan untuk mendorong sektor pariwisata berbasis komunitas di Provinsi Sulawesi Tenggara, yang bisa meningkatkan keterampilan pengelolaan wisata oleh masyarakat setempat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Sasaran program ini adalah untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi nasional melalui pembangunan desa. Wakatobi, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan tentu memiliki potensi pariwisata alam dan etnik yang menarik untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Karena itulah kami bersama British Council mengembangkan kawasan ini, untuk memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Tonggo.

image2
Peresmian Gerbang Kawasan Wisata Mola. Dari kiri ke kanan: Bank Mandiri, Presiden Bajo, Tonggo Marbun (Bank Mandiri), Sally Goggin (British Council), Hugua (Bupati Wakatobi), Bank Mandiri. (Rama/Imaji Bumi)

Wakatobi sendiri sudah dikenal sebagai satu objek wisata yang memiliki taman laut nasional yang indah. Berdasarkan data UNESCO, Wakatobi memiliki kekayaan bawah laut dengan sekitar 850 spesies koral, karang dan jenis biota laut lainnya yang sulit ditemukan di tempat lain.

Program yang dilakukan di Mola, lanjut Tonggo, tidak hanya bertumpu pada keindahan alam laut, tapi juga memperkenalkan kepada wisatawan berbagai kekayaan budaya suku Bajo (Cultural Walking Tour), kesempatan untuk mengamati dan membaca bintang atau star-telling yang merupakan keahlian suku Bajo, bersampan di perkampungan suku Bajo Mola, mengamati lumba-lumba dan memahami cerita seputar kehidupan nelayan dan hubungan mereka dengan lumba-lumba sebagai hewan penolong, serta menikmati kuliner tradisional.

Sementara itu, Direktur British Council Indonesia Sally Goggin menegaskan pentingnya aspek pembangunan manusia dalam pengelolaan destinasi wisata secara berkelanjutan.

“Dengan berbagai program peningkatan kapasitas dan pelatihan yang dilakukan lewat program MBM Pariwisata Berkelanjutan, British Council ingin turut berkontribusi dalam mengembangkan konsep ekowisata di berbagai wilayah Indonesia sehingga terbangun pula pola interaksi sosio-kultural yang berkesinambungan,” kata Sally Goggin.

image3
Peresmian Dermaga Kawasan Wisata Mola. Dari kiri ke kanan: Tonggo Marbun (Bank Mandiri), Hugua (Bupati Wakatobi), Sally Goggin (British Council). (Rama/Imaji Bumi)

Berdasarkan data BPS pada 2013, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Wakatobi tercatat mengalami peningkatan dari 68,04 pada tahun 2011 menjadi 69,77 pada tahun 2013. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wakatobi sendiri pada tahun 2012 tergolong cukup tinggi yaitu mencapai 9,36 persen, meningkat pesat dari 6,4 persen pada tahun 2006.

Program Mandiri Bersama Mandiri (MBM) Pariwisata Berkelanjutan ini bertujuan untuk mendorong ekonomi di tingkat lokal dengan membangun kapasitas masyarakat untuk mengelola potensi pariwisata mereka dan mendapatkan tambahan pendapatan melalui kegiatan produktif dan kreatif dalam sektor pariwisata.

Reference & Photo by:

Siaran Pers British Council 2015

Rama/Imaji Bumi 2015

About Author

client-photo-1
Campa Tour & Event

Comments

Leave a Reply