Diving di Takabonarate, Taman Laut Nasional di Sulawesi
image of 1140x530

Takabonarate merupakan salah satu Taman Laut Nasional yang berada di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Kepulauan Selayar. Lokasi Takabonarate berjarak sekitar 25 kilometer dari ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu kota Benteng. Sedangkan jarak Taman Laut Nasional ini dari Kota Makasar cukup jauh yaitu 300 kilometer. Meskipun jauh, lokasi wisata ini terkenal diantara para penyelaman karena memiliki berbagai spot diving di Takabonarate.

Takabonarate merupakan atol atau sebuah pulau koral dimana mengelilingi sebuah laguna. Oleh karena itu biasanya atol berbentuk cincin yang mengitari pulau.  Keistimewaan atol adalah kemampuannya untuk membentuk terumbu karang baru. Persebaran atol hanya bisa di wilayah tropis dan subtropics. Takabonarate merupakan atol terbesar ketiga didunia. Hal inilah yang membuat takabonarate menjadi istimewa. Terumbu karang yang dimilikinya selalu berkembang. Alhasil spot-spot diving di Takabonarate selalu menjadi destinasi favorit para penikmat bahari.  Pemerintah Sulawesi Selatah telah menentukan Takabonarate sebagai ikon wisata bahari bersamaan dengan Tanjung Bira yang berada di Bulukumba. Pada tahun 2005, Kementrian Lingkungan hidup sempat megajukan Takabonarate sebagai salah satu situs warisan dunia kepada UNESCO.

Asal-Usul Takabonerate

Takabonarate dahulunya adalah sebuah gunung berapi. Setelah gunung api tersebut meletus, sisa-sisa letusannya tenggelam hingga kedalaman 2.000 meter. Dari sisa letusan tersebut terbentuklah terumbu karang yang cantik. Kemudian beragam tanaman laut juga mulai tumbuh di lokasi yang sama. Karena saking luasnya area dimana sisa-sisa letusan gunung api, hingga menyebabkan bagian tersebut terbentuk layaknya sabana yang berada di bawah laut. Orang sekitar menyebut lokasi ini sebagai padang lamun. Pada lamun ini menjadi tempat tumbuh tanaman laut yang subur sehingga selalu menjadi tempat favorit para ikan-ikan.

Spot Diving di Takabonarate

Bentuk Takabonarate terbilang unik. Sebagai atol yang luasnya 220.000 hektar, terdapat rataan terumbu dan pulau-pulau karang yang tersebar luas hingga 500 kilometer persegi. Bentuknya seperti segitiga dimana bagian tengahnya digenangi air laut seperti danau. Ketika air laut pasang, maka hanya ada beberapa pulau yang terlihat di permukaan dan sisanya bagian yang rendah akan tenggelam. Ketika laut pasang inilah Takabonarate berubah menjadi spot snorkeling yang favorit. Bahkan beberapa diantaranya juga bisa dijadikan sebagai spot diving yang cocok untuk pemula sekalipun yang belum memiliki lisensi.  Disini lah salah satu spot diving di Takabonarate yang ramai dikunjungi para penyelam.

Akan tetapi ketika air laut sedang surut, ditengah atol tersebut akan muncul daratan luas yang bisa dijelajahi. Di tengah-tengahnya juga terdapat kolam-kolam kecil sisa dari air laut yang surut. Hal inilah yang menjadikan Takabonarate sebagai spot bahari yang unit dimana suasananya bisa berubah tergantung kondisi pasang surut air laut.

Keindahan Bahari Takabonarate

Takabonarate menjadi salah satu spot diving terbaik di Sulawesi karena memiliki alasan tertentu. Departemen Kehutanan menjelaskan bahwa di Takabonarate terdapat 244 jenis moluska yang beragam dari mulai jenis lola, triton, batulaga hingga nautilus berongga. Salah satu spot di sini yang menarik untuk diselami adalah lokasi dimana siput telanjang. Spot ini sampai-sampai disebut sebagai Kampung Nudi. Belum lagi kondisi laut di lokasi tersebut yaitu memiliki suhu sekitar 28 derajat hingga 32 derajat Celsius yang terbilang hangat, sehingga cocok untuk siput-siput tersebut bereproduksi.

Belum lagi Takabonarate memiliki beragam jenis terumbu karang, dimana menurut catatan terdapat 261 jenis dari 17 famili yang berbeda. Dari beragam jenis terumbu karang tersebut, membentuk menjadi terumbu karang dan terumbu tepi. Adanya terumbu karang tersebut merupakan lingkungan yang dibutuhkan ikan-ikan untuk mencari makan dan sebagai tempat perlindungan. Dengan kejernihan air laut sehingga kondisi untuk menyelam disini sangat baik, dengan tingkat jarak pandang berkisar dari 80% – 100%, kita dapat megamati hiu dan beberapa jenis ikan pari di dekat terumbu karang.

Waktu Tepat Untuk Diving di Takabonarate

Keindahan alam Takabonarate sangat bergantung dengan kondisi cuaca. Oleh karena itu jika ingin menikmati spot-spot diving di Takabonarate pastikan datang pada waktu yang tepat. Waktu yang cocok untuk mengunjunginya adalah April – Juni dan Oktober – Desember. Akan tetapi saat Oktober – Desember terdapat beragam perayaan dan festival yang bisa diikuti di sini.

About Author

client-photo-1
Campa Tour & Event

Comments

Leave a Reply