Tips Berlibur ke Wae Rebo
image of 1140x530

Anda tak akan menyangka jika di pedalaman Flores, tepatnya di kabupaten Manggrai  akan menemukan sebuah “kampung internasional”, yang mana Anda akan menyaksikan orang dari berbagai negara bertemu dalam satu lokasi yang sama, tidur, dan makan dalam satu atap Mbaru Niang, demikianlah nama untuk rumah kerucut Wae Rebo. Semenjak mendapatkan anugerah Award of Excellence dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO untuk kawasan Asia Pasifik. Kampung Adat Wae Rebo setidaknya telah dikunjungi tiga ribu lima ratus pengunjung  yang menjadi angka penutup di penghujung tahun 2014 kemaren.

Kampung exotis ini secara fisik terdiri atas tujuh rumah adat yang disebut Mbaru Niang, berbentuk kerucut yang mempunyai diameter 12-15 meter, dengan ketinggian 8-10 meter. Bagian atap yang menjuntai hingga menutupi sebagian besar bangunan ini dibuat dari rumput khusus dengan dilapisi ijuk agar lebih kuat jika diterjang angin dan air hujan. Kampung ini  juga dibangun di atas Pegunungan Pocoroko dengan ketinggian 1100 mdpl yang menghadap langsung ke Samudera Hindia. Tentu keberadaan Wae Rebo ini mengundang banyak wisatawan penasaran ingin mengunjunginya.

Jika Anda ingin mengunjungi kampung ini, sebaiknya ikuti beberapa tips dari Campa, berdasarkan pengalaman trip kesana. sebagai berikut:

  1. Sebaiknya jika mau trakking ke Wae Rebo Anda ketemu dengan Bapak Rofinus di desa Denge, beliau akan memberikan banyak masukan-masukan sebelum kita trakking ke Wae Rebo. Bapak Rofinus tinggal di Desa terakhir sebelum kita melakukan trakking, beliau juga memiliki homestay di Denge yang bisa Anda tempati jika terlalu sore sampai lokasi.
  2. Gunakanlah porter karena mereka selain akan mempermudah kita membawa barang bawaan, porter juga sebagai petunjuk jalan. Porter selain orang asli juga berpengalaman soal medan, jadi tidak usah ragu jika menyewa tenaga mereka. Anda juga bisa bertanya banyak hal mulai dari sejarah hingga budaya di sana.
  3. Jika Anda sampai di kampung Denge terlalu sore, sebaiknya Anda menginap di homestay yang telah di sediakan oleh bapak Rofinus. Perjalanan dari Labuan bajo jika langsung ke Denge bisa memakan 4 jam perjalanan. Jika Anda berangkat siang karena jadwal penerbangan Anda, sebaiknya sesampai di Denge Anda istirahat karena jalan cukup bahaya jika kondisinya terlalu gelap.
  4. Persiapkanlah fisik sebaik mungkin karena trakking selama 4 jam akan banyak menguras tenaga Anda. Persiapan fisik mungkin cukup istirahat sebelum trakking dan olah raga rutin sebelumnya.
  5. Bawa bekal yang cukup antara lain makanan ringan (coklat,gula jawa,dll) dan minuman serta jangan lupa obat-obatan.
  6. Waktu di Wae Rebo Anda bisa berinteraksi dengan warga setempat dan memasuki rumah-rumah lain, terutama saat pagi hari sebelum mereka berakvitas. Masyarakat Wae Rebo sangat ramah dan terbuka, tetapi yang selalu diingat adalah tetap menjaga kesopanan.
  7. Anda bisa mencari Bapak Blasius Monta jika ingin mengetahui lebih dalam filosofi dan sejarah pariwisata di Wae Rebo. Pak Blasius tinggal di dekat rumah tamu yang disediakan, beliau juga sering datang ke rumah tamu dan banyak bercerita.
  8. Hidupkan alarm di Handphone Anda karena rugi jika tidak melihat bintang pada tengah malam, karena pemandangan bintang di Wae Rebo sangat indah tanpa polusi cahaya. Apalagi kita diatas ketinggian lebih dari 1000 meter.
  9. Sebaiknya membawa slipingbag karena udara cukup dingin di Wae Rebo.
  10. Bawalah kantong plastik untuk menampung sampah Anda. Anda tentu harus memperdulikan aspek lingkungan dan dampak pariwisata di sana, sehingga jagalah agar sampah Anda tidak mencemari hutan.

About Author

client-photo-1
Campa Tour & Event

Comments

Leave a Reply