Tradisi Jemparingan Asal Yogyakarta
image of 1140x530

Sebagian besar masyarakat Indonesia sudah memiliki tradisi olahraga yang kental dalam hidup mereka. Tidak hanya sekedar lari atau sepakbola yang sekarang kian populer di kalangan masyarakat, olahraga panahan kini juga jadi salah satu aktivitas favorit. Jemparingan adalah sebuah tradisi panahan kuno asal Yogyakarta yang terus eksis dan dilestarikan sampai saat ini. Hal ini merupakan bukti jika olahraga panahan banyak disukai masyarakat. Tak seperti olahraga panahan kebanyakan, tradisi Jemparingan mempunyai sejarah, filosofi dan tehnik dasar memanah tersendiri.

Yogyakarta memang menyimpan banyak keunikan dan kekayaan budaya sehingga tak heran jika menjadi salah satu destinasi wisata favorit. Mulai dari kehidupan masyarakatnya yang unik dan sederhana, budaya Jawa yang kental dengan keratonnya, wisata kulinernya, serta keindahan alam dan pantai yang menawan. Dan salah satu budaya yang masih tetap dilestarikan sampai sekarang adalah Jemparingan.

 

Sejarah Tradisi Jemparingan

Asal mula tradisi Jemparingan lahir ratusan tahun silam sejak masa jaman kerajaan. Akan tetapi tradisi panahan kuno ini merupakan permainan khusus para bangsawan kerajaan dan keluarganya. Pada jaman dulu Jemparingan dijadikan sebuah perlombaan wajib oleh Raja Kerajaan Mataram. Tetapi lambat laun tradisi panahan kuno asal Yogyakarta ini juga mulai dimainkan oleh rakyat biasa sebagai sebuah hiburan dan untuk melestarikan budaya leluhur yang cukup berharga. Kendati tradisi panahan kuno asal Yogyakarta ini sebelumnya sempat meredup namun sekarang permainan jemparingan kembali populer dan banyak diminati generasi muda.

Sebelumnya tradisi jemparingan digunakan sebagai ajang latihan konsentrasi ketajaman memanah. Dan bahkan tradisi tersebut malah menyebar ke kerajaan sebelah dan bahkan juga bangsa asing. Tradisi panahan kuno ini semakin menjamur karena selain sebagai latihan fisik juga memiliki fungsi untuk melatih jiwa. Keunikan dalam tradisi jemparingan adalah konon para bangsawan melakukan aktivitas memanah sambil minum kopi, teh atau camilan ringan sambil ngobrol membahas masalah bisnis dan sebagainya. Ini juga yang mungkin menjadi salah satu alasan kenapa tradisi panahan kuno ini biasa dilakukan sambil duduk santai.

 

Metode dan Filosofi dalam Tradisi Jemparingan

Olahraga memanah pada umumnya dilakukan dalam posisi berdiri. Akan tetapi dalam tradisi panahan kuno asal Yogyakarta ini, para pemanah akan melakukannya dalam posisi duduk bersila. Para pemanah akan mengambil posisi duduk gaya mataraman dengan membentuk dua barisan menghadap ke barat.

Tak hanya itu, para pemanah biasanya juga mengenakan busana adat tradisional Jawa lengkap dengan kebaya, jarik serta blangkon dan beskap untuk pria. Bahkan ada yang juga memakai keris. Nuansa tradisional pun masih kental ditemui dalam sebuah aktivitas memanah tradisional jemparingan.

Tradisi jemparingan akan menggunakan sebuah busur dari bamboo dengan target memanah sekitar 30 meter. Target sasaran sendiri biasanya berupa bedor atau orang-orangan dengan panjang 30 cm dan diameter 3,5 cm.

Aktivitas memanah tradisional ini sangat berguna untuk melatih ketajaman mata serta konsentrasi pemainnya. Ketepatan mengenai target sasaran umumnya sangat bergantung pada suasana hati sang pemanah. Suasana hati yang gembira akan membuat busur panah mudah mengenai sasaran. Dan sebaliknya jika tengah dalam suasana marah dan sedih akan membuat busur panah sulit tepat sasaran. Untuk itulah tradisi Jemparingan juga menuntut kesabaran serta konsentrasi para peserta. Hal ini dikarenakan memanah dalam posisi duduk bersila diyakini lebih sulit dibandingkan dengan berdiri.

Acara jemparingan sendiri saat ini banyak dijadikan permainan serta perlombaan pada berbagai event di Yogyakarta. Misalnya saja saat acara HUT Kulon Progo beberapa waktu lalu, event Yaqowiyyu yang digelar pada Bulan Sapar penanggalan Jawa maupun lomba antar kampus. Event yang dilakukan juga tak hanya untuk orang dewasa tetapi juga anak – anak.

Tradisi panahan kuno pun saat ini menjadi salah satu daya tarik yang dimiliki Kota Yogyakarta. Para wisatawan pun banyak yang tertarik untuk mencoba panahan kuno asli Yogyakarta ini. Acara Jemparingan pun kian menjamur dan populer di kalangan kaum muda. Yang semula menjadi permainan bangsawan saat ini menjadi permainan yang menarik untuk semua orang….Jogja memang istimewa..!!!!

 

About Author

client-photo-1
Campa Tour & Event

Comments

Leave a Reply