Dalam suat kunjungan ke Dusun Kapayang tempat bermukim Dayak Meratus, ada seorang Ibu yang begitu bersahabat menerima kami. Ia baru saja turun dari hutan, menggendong balihung di punggung, berisikan pecahan pohon kayu manis. Peserta kami, Mustaqim, penasaran seperti apa rasanya menggendong balihung. Si Ibu dengan baik hati mempersilakan Mustaqim untuk mencoba. Setelah mengisi balihung dengan
Jika kita mendengar kata Kalimantan, pasti pikiran kita langsung terasosiasi dengan Suku Dayak. Ternyata, Suku Dayak pun banyak ragamnya. Di Kalimantan Selatan, nama yang familiar dikenal adalah Dayak Meratus. Kehidupan Dayak Meratus sangat dekat dengan padi. Yuk, simak ulasan campatour.com tentang padi dan Dayak Meratus. Padi sebagai Sumber Kehidupan Bagi masyarakat Dayak Meratus, hutan merupakan sumber
Setiap tempat pasti menyimpan misteri sejarahnya masing-masing.campatour.com mencoba mengungkap sejarah kejayaan kerajaan di Kalimantan Selatan. Dari berbagai sumber, Campa Tour merangkumkannya dalam tulisan ini. Pada tahun 8000 SM, migrasi I, manusia mendiami gua-gua di Pegunungan Meratus. Kelompok ini melanjutkan migrasi ke pulau Papua dan Australia. Fosilnya ditemukan di Gua Babi di Gunung Batu Buli, Desa Randu,
Pasti setiap orang pernah mendengar nama kota Banjarmasin. Tapi tahukah kamu darimana asal mula nama kota ini berasal? campatour.com mencoba menuliskannya: Sejarah pemerintahan di Kalimantan Selatan diperkirakan dimulai ketika berdirinya Kerajaan Tanjung Puri pada sekitar abad ke-5. Letak kerajaan ini cukup strategis, yaitu di kaki Pegunungan Meratus dan tepi sungai besar sehingga di kemudian hari menjadi
Campa Tour turut hadir memenuhi undangan acara Peresmian dan Familirization Tour Bajo Mola (7-9 Agustus 2015). Acara ini diselenggarakan oleh British Council dan Bank Mandiri. Mola adalah salah satu desa wisata di Indonesia yang memiliki daya tarik khas untuk dikunjungi. Terletak di Pulau Wangiwangi, Wakatobi-Sulawesi Tenggara, Mola memberi pengalaman wisata budaya berbalut pengalaman bahari. Kawasan
Seorang kawan mengajak saya berkunjung ke Desa Lengkong, Serpong. Desa yang terletak di tengah kota BSD City. Nama yang cukup menarik ketika mendengarnya. Paling tidak, membuat saya penasaran darimana nama tersebut berasal. Kata Lengkong diambil dari asal tempat pendiri kampung ini, Raden Arya Wangsa Di Kara, di Sumedang. Raden Wangsa di Kara, atau Raden Arya
Costa Rica Parks 1. Taman Nasional Manuel Antonio Meskipun merupakan salah satu taman terkecil, Manuel Antonio adalah yang paling populer. Di sini, hutan hujan tropis bertemu langsung dengan pantai berpasir putih yang eksotis. Keunikan: Anda bisa melihat monyet capuchin, kukang (sloth), dan iguana sambil bersantai di pinggir laut. Aktivitas: Trekking ringan, snorkeling, dan pengamatan satwa.
Sabtu, 13 Juni 2015. Travelling in Fashion, inilah tajuk acara yang diselenggarakan oleh komunitas TripTrus bekerjasama dengan XL Xplore. Acara bertempat di Senayan City Lt. 4, tepatnya di galeri XL. Kali ini Campa Tour diundang untuk mengisi sesi talkshow. Namun, Campa Tour tidak sendiri. Campa menggandeng Nadia Prasidyawati dari Loji Batik untuk turut berbagi pengalaman
1. Kemegahan Gletser di Taman Nasional Kenai Fjords Menyaksikan bongkahan es raksasa runtuh ke lautan adalah pengalaman yang mendebarkan. Di Kenai Fjords, Anda bisa melakukan tur perahu untuk melihat Gletser Exit atau Gletser Holgate. Suara dentuman es yang jatuh—sering disebut sebagai “white thunder”—akan menjadi memori yang tak terlupakan. 2. Puncak Tertinggi Amerika Utara: Gunung Denali
Suatu ketika, saya membaca sebuah buku yang ditulis oleh Cornelis Kowaas. Judulnya Dewa Ruci: Pelayaran Pertama Menaklukkan Tujuh Samudra. Dalam salah satu bagian, diceritakan tentang kejayaan Banda, Maluku. Menarik. Saat membaca buku ini, saya baru tahu, ternyata pada zamannya, Banda pernah diperebutkan oleh Belanda dan Inggris. Bahkan “pesonanya” menandingi New York, yang kala itu disebut











