Tentu, mari kita bahas rencana perjalanan untuk menyaksikan salah satu festival paling ikonik di dunia. Perayaan Waisak di Candi Borobudur adalah momen spiritual yang luar biasa, terutama dengan tradisi pelepasan ribuan lampion yang menerangi langit malam Borobudur. Sebagai penyelenggara tur yang menekankan sisi dokumentasi estetik melalui "Shoot My Trip", Campa Tour merangkum panduan lengkap untuk Anda yang ingin merasakan magisnya Waisak di tahun 2026 ini. Panduan Lengkap Perayaan Waisak 2026 di Candi Borobudur Perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE (Buddhist Era) di tahun 2026 diperkirakan jatuh pada bulan Mei. Momen puncaknya adalah prosesi jalan kaki dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur yang diikuti dengan meditasi dan pelepasan lampion sebagai simbol pencerahan bagi alam semesta. Harga Tiket Masuk & Lampion Perlu dicatat bahwa terdapat perbedaan antara tiket masuk kawasan Candi Borobudur dan tiket untuk mengikuti Festival Lampion. Tiket Masuk Kawasan (Reguler): Sekitar Rp50.000 (Wisatawan Nusantara). Tiket ini hanya mencakup akses ke pelataran candi. Tiket Festival Lampion: Biasanya dijual secara terpisah melalui organisasi keagamaan (seperti Walubi). Harga tiket lampion berkisar antara Rp300.000 hingga Rp500.000 per orang. Tips Campa Tour: Tiket lampion sangat terbatas dan biasanya habis terjual beberapa bulan sebelum acara. Pastikan Anda melakukan pemesanan jauh-jauh hari. Fasilitas di Lokasi Mengingat ribuan orang akan berkumpul, fasilitas yang disediakan meliputi: Area Meditasi: Zona khusus bagi umat yang menjalankan ibadah agar tetap khusyuk. Sentra Kuliner & UMKM: Tersedia di area luar zona inti untuk peserta yang ingin beristirahat atau makan. Layanan Kesehatan & Keamanan: Posko medis dan keamanan tersebar di beberapa titik strategis. Shuttle Bus: Biasanya disediakan pengelola untuk mengantar pengunjung dari kantong parkir menuju area candi. Rute Menuju Candi Borobudur Ada beberapa pilihan transportasi untuk mencapai Borobudur dari pusat kota Yogyakarta: Kendaraan Pribadi/Sewa (Rute Utama): Melalui Jl. Magelang ke arah utara. Setelah sampai di persimpangan Palbapang (Muntilan), belok kiri menuju arah Borobudur. Waktu
Tentu, mari kita bahas rencana perjalanan untuk menyaksikan salah satu festival paling ikonik di dunia. Perayaan Waisak di Candi Borobudur adalah momen spiritual yang luar biasa, terutama dengan tradisi pelepasan ribuan lampion yang menerangi langit malam Borobudur. Sebagai penyelenggara tur yang menekankan sisi dokumentasi estetik melalui “Shoot My Trip”, Campa Tour merangkum panduan lengkap untuk
Pak Dahlan: Sang Nahkoda dan Penjaga Gerbang Labirin Mulut Seribu Di ujung selatan Indonesia, tepatnya di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, terdapat sebuah labirin air yang magis bernama Mulut Seribu. Namun, keindahan gugusan pulau karang ini mungkin tidak akan dikenal dunia tanpa sosok Pak Dahlan, seorang nahkoda lokal yang mendedikasikan hidupnya untuk memperkenalkan keajaiban tanah kelahirannya. Bagi masyarakat lokal dan para traveler yang pernah berkunjung ke Rote, Pak Dahlan bukan sekadar pengemudi perahu. Ia adalah narator ulung dan penjaga tradisi yang memahami setiap jengkal celah karang di perairan Papela. Navigasi di Tengah Labirin Karang Nama "Mulut Seribu" diberikan karena banyaknya celah dan pintu masuk di antara pulau-pulau kecil yang sekilas terlihat serupa. Tanpa navigasi yang handal, siapapun bisa tersesat di dalamnya. Di sinilah peran Pak Dahlan menjadi krusial. Dengan insting yang telah terasah puluhan tahun, ia mengemudikan perahunya membelah air yang tenang, membawa wisatawan menuju titik-titik tersembunyi yang tak tersentuh. Lebih dari Sekadar Pemandu Wisata Pak Dahlan adalah representasi dari nilai yang diusung oleh Campa Tour: Travel for a Cause. Ia tidak hanya menjual jasa transportasi, tetapi juga: Duta Konservasi: Selalu mengingatkan wisatawan untuk tidak merusak terumbu karang atau meninggalkan sampah di area teluk. Penyambung Ekonomi Lokal: Melalui aktivitas wisatanya, ia membantu menghidupkan ekonomi desa nelayan di sekitar Papela. Pencerita Budaya: Sambil mendayung atau mengemudikan mesin motor, ia kerap berbagi kisah tentang legenda batu-batu karang di sana, menjadikan perjalanan bukan sekadar visual, tapi juga emosional. Eksplorasi Mulut Seribu Bersama Campa Tour Jika Anda mencari pengalaman yang autentik dan menyentuh sisi kemanusiaan, berkunjung ke Mulut Seribu dan bertemu dengan tokoh seperti Pak Dahlan adalah pilihan yang tepat. Melalui program "Shoot My Trip", kami ingin mengabadikan interaksi hangat antara wisatawan dan kearifan lokal seperti ini. Fasilitas dan Akses Untuk mencapai lokasi ini, Anda bisa menempuh perjalanan dari Kupang menuju Ba'a (Pulau Rote)
Pak Dahlan: Sang Nahkoda dan Penjaga Gerbang Labirin Mulut Seribu Di ujung selatan Indonesia, tepatnya di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, terdapat sebuah labirin air yang magis bernama Mulut Seribu. Namun, keindahan gugusan pulau karang ini mungkin tidak akan dikenal dunia tanpa sosok Pak Dahlan, seorang nahkoda lokal yang mendedikasikan hidupnya untuk memperkenalkan keajaiban tanah
Menemukan Ketenangan di Kampung Adat Saga: Destinasi Wajib Overland Flores Terletak di puncak perbukitan Kabupaten Ende, Kampung Saga adalah rumah bagi masyarakat etnis Lio yang masih memegang teguh adat istiadat. Berbeda dengan destinasi populer lainnya, Saga memberikan suasana yang lebih intim dan autentik bagi para petualang yang ingin merasakan denyut nadi kehidupan asli Flores. Daya Tarik Kampung Saga 1. Arsitektur Rumah Adat "Sa’o Aria" Rumah-rumah adat di Kampung Saga dibangun tanpa menggunakan paku, melambangkan kekuatan ikatan persaudaraan dan alam. Bentuk atapnya yang menjulang tinggi bukan hanya sekadar estetika, melainkan simbol penghormatan kepada arwah leluhur yang dipercaya bersemayam di tempat tinggi. 2. Panorama Bukit yang Magis Karena letaknya yang berada di ketinggian, Kampung Saga menawarkan lanskap perbukitan hijau yang berlapis-lapis. Saat kabut pagi turun, desa ini tampak seolah melayang di atas awan—momen sempurna bagi Anda pencinta fotografi lanskap. 3. Tekstil Tenun Ikat yang Legendaris Flores terkenal dengan tenunnya, namun tenun ikat dari Saga memiliki motif khas yang merepresentasikan status sosial dan filosofi hidup masyarakat Lio. Anda bisa melihat langsung proses pembuatannya yang memakan waktu berbulan-bulan menggunakan pewarna alami. Rangkaian Perjalanan Overland Flores Bersama Campa Tour Menjelajahi Kampung Saga biasanya menjadi bagian dari rute besar Overland Flores yang melintasi pulau dari Labuan Bajo hingga Larantuka. Rute: Perjalanan dimulai dari Kota Ende menuju arah timur. Akses jalan yang berkelok akan terbayar tuntas saat Anda melihat jajaran rumah adat yang berderet rapi di lereng bukit. Fasilitas: Campa Tour menyediakan pemandu lokal yang fasih menceritakan sejarah lisan kampung ini, memastikan Anda tidak hanya sekadar berkunjung, tapi juga memahami makna di balik setiap tradisi. Aktivitas: Mengikuti ritual adat (jika waktu tepat), belajar menun, hingga berinteraksi langsung dengan para tetua adat yang ramah. Tips Berkunjung ke Kampung Saga Etika dan Kesopanan: Mintalah izin melalui pemandu sebelum memasuki area sensitif atau mengambil foto penduduk lokal. Kenakan Pakaian yang
Menemukan Ketenangan di Kampung Adat Saga: Destinasi Wajib Overland Flores Terletak di puncak perbukitan Kabupaten Ende, Kampung Saga adalah rumah bagi masyarakat etnis Lio yang masih memegang teguh adat istiadat. Berbeda dengan destinasi populer lainnya, Saga memberikan suasana yang lebih intim dan autentik bagi para petualang yang ingin merasakan denyut nadi kehidupan asli Flores. Daya
Sasando: Dawai Surga dari Pulau Ratu Petualang Sasando berasal dari kata dalam bahasa Rote, "Sasandu", yang berarti alat yang bergetar atau berbunyi. Keunikan utamanya terletak pada bahan dasarnya yang sangat organik: bambu untuk tabung resonansi, kawat halus untuk dawai, dan daun lontar yang dikeringkan sebagai wadah resonansi yang menyerupai kipas atau cangkang. Filosofi Daun Lontar dan Kehidupan Rote Pulau Rote sering disebut sebagai "Pulau Lontar". Bagi orang Rote, pohon lontar adalah pohon kehidupan. Air niranya diminum, buahnya dimakan, batangnya untuk bangunan, dan daunnya dianyam menjadi topi Ti’i Langga hingga instrumen musik Sasando. Penggunaan daun lontar pada Sasando membuktikan bahwa masyarakat Rote memiliki kreativitas tinggi dalam memanfaatkan alam tanpa merusaknya—sebuah nilai yang sangat dijunjung oleh Campa Tour. Jenis-Jenis Sasando Saat Anda berkunjung ke Rote, Anda akan menemukan dua jenis Sasando utama: Sasando Gong: Memiliki 11 dawai dan biasanya digunakan untuk lagu-lagu tradisional dengan tangga nada pentatonik. Sasando Biola: Memiliki dawai yang lebih banyak (hingga 32 atau lebih) dengan tangga nada diatonik, memungkinkan pemainnya membawakan lagu-lagu modern dan internasional. Eksplorasi Budaya Rote Bersama Campa Tour Melalui layanan "Shoot My Trip", kami memastikan perjalanan Anda di Pulau Rote terdokumentasi dengan apik—mulai dari momen Anda belajar memetik dawai Sasando hingga menikmati matahari terbenam di Pantai Nembrala yang mendunia. Itinerary Budaya Singkat: Kunjungan ke Pengrajin Sasando: Melihat langsung proses penjemuran daun lontar dan pemasangan dawai yang memerlukan ketelitian tinggi. Workshop Musik: Belajar teknik dasar memetik Sasando langsung dari maestro lokal. Performa Budaya: Menikmati lantunan lagu daerah Rote yang menghanyutkan di pinggir pantai. Tips Menikmati Wisata Budaya di Rote Dukung Pengrajin Lokal: Membeli Sasando miniatur atau produk anyaman lontar lainnya adalah cara terbaik untuk membantu pelestarian budaya lokal. Waktu Terbaik: Berkunjunglah antara bulan Mei hingga September saat cuaca cerah dan banyak festival budaya diadakan di Pulau Rote. Hargai Tradisi: Selalu minta izin sebelum mencoba memainkan Sasando
Sasando: Dawai Surga dari Pulau Ratu Petualang Sasando berasal dari kata dalam bahasa Rote, “Sasandu”, yang berarti alat yang bergetar atau berbunyi. Keunikan utamanya terletak pada bahan dasarnya yang sangat organik: bambu untuk tabung resonansi, kawat halus untuk dawai, dan daun lontar yang dikeringkan sebagai wadah resonansi yang menyerupai kipas atau cangkang. Filosofi Daun Lontar
Socio Travel: Menelusuri Jejak Akulturasi di Festival Cap Go Meh 2026 Socio Travel adalah cara baru menikmati perjalanan dengan mengedepankan interaksi sosial dan kontribusi positif terhadap destinasi yang dikunjungi. Dalam konteks Festival Cap Go Meh, hal ini berarti mendukung ekonomi perajin atribut festival, menjaga kebersihan area prosesi, serta menghargai keberagaman yang menjadi fondasi utama acara ini. Destinasi Utama Cap Go Meh di Indonesia 1. Singkawang, Kalimantan Barat (Kota Seribu Kelenteng) Singkawang adalah pusat perayaan Cap Go Meh terbesar di Asia Tenggara. Keunikan utamanya adalah parade Tatung, di mana ratusan orang menunjukkan kekebalan tubuh dalam kondisi tidak sadar. Socio Impact: Dengan berkunjung ke sini, Anda mendukung keberlanjutan tradisi lokal yang melibatkan ribuan perajin kostum dan peralatan ritual. 2. Bogor, Jawa Barat (Street Festival Jalan Suryakencana) Dikenal dengan tajuk Bogor Street Festival, acara ini adalah simbol toleransi terbaik di Indonesia. Doa bersama antarumat beragama membuka jalannya pawai Barongsai dan Liong. Socio Impact: Campa Tour mengajak peserta untuk mendukung UMKM kuliner lokal di sepanjang Jalan Suryakencana yang legendaris. 3. Pulau Kemaro, Palembang Perayaan di tengah Sungai Musi ini menawarkan suasana yang magis dengan ribuan lampion merah yang menghiasi pulau. Legenda cinta antara saudagar Tiongkok dan putri Palembang menambah kedalaman makna kunjungan Anda. Pengalaman "Shoot My Trip" di Tengah Festival Mengambil foto di tengah kerumunan festival memerlukan teknik khusus. Tim Campa Tour akan mendampingi Anda untuk menangkap momen-momen paling emosional: Human Interest: Ekspresi khusyuk para umat saat sembahyang. Action Shot: Gerakan dinamis naga dan singa saat menari. Detail: Warna-warni kostum dan ornamen kelenteng yang estetik. Tips Menjalankan Socio Travel saat Cap Go Meh Gunakan Transportasi Publik/Jalan Kaki: Mengurangi kemacetan di area festival membantu kelancaran prosesi bagi warga lokal. Belanja Produk Lokal: Belilah pernak-pernik atau makanan dari pedagang kecil di sekitar area acara. Hargai Privasi Ritual: Saat mengambil foto melalui layanan "Shoot My Trip", pastikan
Socio Travel: Menelusuri Jejak Akulturasi di Festival Cap Go Meh 2026 Socio Travel adalah cara baru menikmati perjalanan dengan mengedepankan interaksi sosial dan kontribusi positif terhadap destinasi yang dikunjungi. Dalam konteks Festival Cap Go Meh, hal ini berarti mendukung ekonomi perajin atribut festival, menjaga kebersihan area prosesi, serta menghargai keberagaman yang menjadi fondasi utama acara
Pasti setiap orang pernah mendengar nama kota Banjarmasin. Tapi tahukah kamu darimana asal mula nama kota ini berasal? campatour.com mencoba menuliskannya: Sejarah pemerintahan di Kalimantan Selatan diperkirakan dimulai ketika berdirinya Kerajaan Tanjung Puri pada sekitar abad ke-5. Letak kerajaan ini cukup strategis, yaitu di kaki Pegunungan Meratus dan tepi sungai besar sehingga di kemudian hari menjadi Bandar yang cukup maju. Kerajaan Tanjung Puri dapat juga disebut Kerajaan Kahuripan yang cukup dikenal sebagai wadah pertama hibridasi, yaitu percampuran antarsuku dengan segala komponennya. Setelah itu, berdiri kerajaan atau Negara Dipa yang dibangun perantau dari Jawa. Pada abad ke-14, muncul Kerajaan atau Negara Daha yang memiliki unsur-unsur kebudayaan Jawa dan akibat pendangkalan sungai di wilayah Negara Dipa. Sebuah serangan datang dari Jawa dengan maksud menghancurkan kerajaan Dipa. Untuk menyelamatkan kerajaan, dinasti baru pimpinan Maharaja Sari Kaburangan segera naik tahta dan memindahkan pusat pemerintahan ke arah hilir, yaitu ke arah laut di Muhara Rampiau. Negara Dipa terhindar dari kehancuran total, bahkan dapat menata diri menjadi besar dengan nama Negara Daha dan raja sebagai pemimpin utamanya. Negara Daha akhirnya mengalami kemunduran dengan munculnya perebutan kekuasaan sejak Pangeran Samudra mengangkat senjata dari arah muara. Selain itu, dia juga mendirikan rumah bagi para patih yang berada di muara. Pemimpin utama para patih itu bernama “masih”. Tempat tinggal para masih ini dinamakan Bandarmasih. Raden Samudra mendirikan istana di tepi Sungai Kuwin untuk para patih tersebut. Kota ini kelak dinamakan Banjarmasin yang berasal dari kata Bandarmasih. Ada pula pendapat lain tentang etimologi Banjarmasin. Dalam bahasa Jawa, Banjarmasin berarti taman asin, sedangkan sejarah Jawa Barat mencatat nama Banjarmasin berasal dari keluarga keraton Kerajaan Mahasin di Singapura yang mengungsi ke daerah Banjar karena serangan Sriwijaya, kemudian berdirilah Kerajaan Banjar Mahasin, namun nama asli kota Banjarmasin adalah Banjar-Masih, pada tahun 1664 orang Belanda masih menulisnya Banjarmasch atau Banzjarmasch. Pendapat manakah yang paling benar?
Pasti setiap orang pernah mendengar nama kota Banjarmasin. Tapi tahukah kamu darimana asal mula nama kota ini berasal? campatour.com mencoba menuliskannya: Sejarah pemerintahan di Kalimantan Selatan diperkirakan dimulai ketika berdirinya Kerajaan Tanjung Puri pada sekitar abad ke-5. Letak kerajaan ini cukup strategis, yaitu di kaki Pegunungan Meratus dan tepi sungai besar sehingga di kemudian hari menjadi
Campa Tour turut hadir memenuhi undangan acara Peresmian dan Familirization Tour Bajo Mola (7-9 Agustus 2015). Acara ini diselenggarakan oleh British Council dan Bank Mandiri. Mola adalah salah satu desa wisata di Indonesia yang memiliki daya tarik khas untuk dikunjungi. Terletak di Pulau Wangiwangi, Wakatobi-Sulawesi Tenggara, Mola memberi pengalaman wisata budaya berbalut pengalaman bahari. Kawasan Bajo Mola, dikembangkan selama ±2 tahun menjadi sebuah desa wisata yang tumbuh dan berkembang berkat inisiatif masyarakatnya sendiri. Dalam hal ini, British Council dan Bank Mandiri bekerjasama mengembangkan 5 desa di kawasan Mola, yaitu Desa Mola Utara, Mola Selatan, Mola Bahari, Mola Samaturu, dan Mola Nelayan Bakti melalui program Mandiri bersama Mandiri – Pariwisata Berkelanjutan (MBM PB). Dengan memberikan dukungan pelatihan serta program pembinaan, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan ekowisata budaya Bajo Mola. British Council dan Bank Mandiri meyakini, kualitas daya tarik wisata tentu juga dipengaruhi oleh bagaimana masyarakat lokal mengelola destinasi pariwisata yang berkelanjutan secara mandiri. Kini, tiba saatnya masyarakat mengelola secara mandiri Desa Mola menjadi sebuah destinasi wisata yang berkualitas. Dihadiri oleh para pelaku trend wisata kekinian, Campa Tour, Kelanarasa, Wonderlust, dan KartuPos; serta berbagai media nasional, KompasTV, MNCTV, Media Indonesia, KompasTravel, Koran Kompas, Kontan, Detik.com, Jakarta Post, dan lain-lain, disaksikan oleh Bupati Wakatobi, Kemenparekraf, serta berbagai tokoh masyarakat, kawasan wisata Mola resmi diluncurkan.
Campa Tour turut hadir memenuhi undangan acara Peresmian dan Familirization Tour Bajo Mola (7-9 Agustus 2015). Acara ini diselenggarakan oleh British Council dan Bank Mandiri. Mola adalah salah satu desa wisata di Indonesia yang memiliki daya tarik khas untuk dikunjungi. Terletak di Pulau Wangiwangi, Wakatobi-Sulawesi Tenggara, Mola memberi pengalaman wisata budaya berbalut pengalaman bahari. Kawasan
Sabtu, 13 Juni 2015. Travelling in Fashion, inilah tajuk acara yang diselenggarakan oleh komunitas TripTrus bekerjasama dengan XL Xplore. Acara bertempat di Senayan City Lt. 4, tepatnya di galeri XL. Kali ini Campa Tour diundang untuk mengisi sesi talkshow. Namun, Campa Tour tidak sendiri. Campa menggandeng Nadia Prasidyawati dari Loji Batik untuk turut berbagi pengalaman “Traveling in Style and Comfort ala Campa”. Selain pembicara dari Campa Tour, dihadirkan pula pembicara lainnya yaitu Titaz Permatasari yang membahas juga tentang tips fashion selama travelling. Selain talkshow, acara diisi dengan berbagai macam hiburan, quiz, dan promo merchandise. Dihadiri oleh para Tour Operator yang tergabung dalam TripTrus serta pengunjung Senayan City, acara ini menjadi salah satu warna yang menyegarkan di Sabtu malam. Acara bertempat di Senayan City Lt. 4, tepatnya di galeri XL. Kali ini Campa Tour diundang untuk mengisi sesi talkshow. Namun, Campa Tour tidak sendiri. Campa menggandeng Nadia Prasidyawati dari Loji Batik untuk turut berbagi pengalaman “Traveling in Style and Comfort ala Campa”. Selain pembicara dari Campa Tour, dihadirkan pula pembicara lainnya yaitu Titaz Permatasari yang membahas juga tentang tips fashion selama travelling. Selain talkshow, acara diisi dengan berbagai macam hiburan, quiz, dan promo merchandise. Dihadiri oleh para Tour Operator yang tergabung dalam TripTrus serta pengunjung Senayan City, acara ini menjadi salah satu warna yang menyegarkan di Sabtu malam.
Sabtu, 13 Juni 2015. Travelling in Fashion, inilah tajuk acara yang diselenggarakan oleh komunitas TripTrus bekerjasama dengan XL Xplore. Acara bertempat di Senayan City Lt. 4, tepatnya di galeri XL. Kali ini Campa Tour diundang untuk mengisi sesi talkshow. Namun, Campa Tour tidak sendiri. Campa menggandeng Nadia Prasidyawati dari Loji Batik untuk turut berbagi pengalaman
Campa bersama beberapa pelaku trend wisata kekinian dan Wanderlust Indonesia yang menjadi salah satu lokomotif komunitas bisnis sosial yang bergerak di bidang community-based tourism dan mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, lingkungan, dan ekonomi di masyarakat lokal tujuan wisata di Indonesia, bekerjasama mengadakan acara talkshow. Talkshow ini di inisiasi oleh Wonderlust yang mempunyai visi memberikan pengalaman traveling yang unik dan bermakna untuk para traveler kami sehingga mereka tidak hanya traveling tapi juga melakukan kegiatan volunteering dan berkontribusi di proyek sosial yang kami rintis di desa lokasi wisata. Setiap 3 bulan sekali, Wonderlust mengadakan talkshow bernama WanderTalk untuk umum sebagai forum untuk bertukar pikiran dan berbagi tentang topik-topik seputar traveling, community development, dan volunteering. Bulan ini, Wonderlust mengangkat tema "Learn the Different Way of Travel Indonesia". Pada hari Selasa, 12 Mei 2015 di @america - Pacific Place Mall 3rd Floor, pukul 18.30 - 20.30 WIB. Campa diundang karena selama ini berkomitmen menjadi salah satu pelaku penggerak dunia pariwisata di Indonesia mempunyai cita-cita besar untuk mempromosikan kekayaan dan keindahan Alam dan Budaya Nusantara. Campa juga mempunyai cita-cita besar untuk mengembangkan partner lokal untuk mandiri dan mendorong ekonomi kreatif di bidang pariwisata dan pengembangannya di berbagai daerah di Indonesia. Dalam talkshow nanti campa akan menyampaikan banyak hal, tentang kegiatan Campa selama ini di masyarakat dan kegiatan tournya yang selalu melibatkan masyarakat menjadi bagian dari subyek pariwisata.
Campa bersama beberapa pelaku trend wisata kekinian dan Wanderlust Indonesia yang menjadi salah satu lokomotif komunitas bisnis sosial yang bergerak di bidang community-based tourism dan mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, lingkungan, dan ekonomi di masyarakat lokal tujuan wisata di Indonesia, bekerjasama mengadakan acara talkshow. Talkshow ini di inisiasi oleh Wonderlust yang mempunyai visi memberikan
Campa hadir di velozone, sebuah event public display dari Toyota dengan produk avanza veloz. Pameran yang pertama ini memiliki tema toys fair dan travel fair. Acara yang diselenggarakan pada HARI Jum’at s.d Minggu, tanggal 27 s.d 29 Maret 2015 ini, dimotori oleh PT DELPHYS INDONESIA CONSULTING selaku agency dari Toyota Astra Motor ( TAM ) dan mengandeng Campa Tour sebagai salah satu tenant dalam event Toyota Avanza Veloz Velozone yang akan diadakan di Mall Emporium Pluit. Campa akan menampilkan diskon paket hingga 20% untuk paket-paket wisata tertentu. Campa juga akan menampilkan paket-paket terbaru yang mengusung tema “People and Nature”. Tema ini sebagai salah satu gambaran model paket Campa Tour yang selalu menawarkan pengalaman interaksi dengan masyarakat lokal, sekaligus menikmati indahnya alam Nusantara. Pastikan Anda menjadi bagian dari acara Velozone untuk mendapatkan diskon Trip sampai 20% dan promo ini berlaku hingga bulan Juni. kami tunggu partisipasi Anda.
Campa hadir di velozone, sebuah event public display dari Toyota dengan produk avanza veloz. Pameran yang pertama ini memiliki tema toys fair dan travel fair. Acara yang diselenggarakan pada HARI Jum’at s.d Minggu, tanggal 27 s.d 29 Maret 2015 ini, dimotori oleh PT DELPHYS INDONESIA CONSULTING selaku agency dari Toyota Astra Motor ( TAM )