Sasando: Dawai Surga dari Pulau Ratu Petualang
Paket Tour Pulau Rote 3 Hari 2 Malam (3H2M)

Sasando: Dawai Surga dari Pulau Ratu Petualang

Sasando berasal dari kata dalam bahasa Rote, “Sasandu”, yang berarti alat yang bergetar atau berbunyi. Keunikan utamanya terletak pada bahan dasarnya yang sangat organik: bambu untuk tabung resonansi, kawat halus untuk dawai, dan daun lontar yang dikeringkan sebagai wadah resonansi yang menyerupai kipas atau cangkang.

Filosofi Daun Lontar dan Kehidupan Rote

Pulau Rote sering disebut sebagai “Pulau Lontar”. Bagi orang Rote, pohon lontar adalah pohon kehidupan. Air niranya diminum, buahnya dimakan, batangnya untuk bangunan, dan daunnya dianyam menjadi topi Ti’i Langga hingga instrumen musik Sasando.

Penggunaan daun lontar pada Sasando membuktikan bahwa masyarakat Rote memiliki kreativitas tinggi dalam memanfaatkan alam tanpa merusaknya—sebuah nilai yang sangat dijunjung oleh Campa Tour.

Jenis-Jenis Sasando

Saat Anda berkunjung ke Rote, Anda akan menemukan dua jenis Sasando utama:

  1. Sasando Gong: Memiliki 11 dawai dan biasanya digunakan untuk lagu-lagu tradisional dengan tangga nada pentatonik.

  2. Sasando Biola: Memiliki dawai yang lebih banyak (hingga 32 atau lebih) dengan tangga nada diatonik, memungkinkan pemainnya membawakan lagu-lagu modern dan internasional.


Eksplorasi Budaya Rote Bersama Campa Tour

Melalui layanan “Shoot My Trip”, kami memastikan perjalanan Anda di Pulau Rote terdokumentasi dengan apik—mulai dari momen Anda belajar memetik dawai Sasando hingga menikmati matahari terbenam di Pantai Nembrala yang mendunia.

Itinerary Budaya Singkat:

  • Kunjungan ke Pengrajin Sasando: Melihat langsung proses penjemuran daun lontar dan pemasangan dawai yang memerlukan ketelitian tinggi.

  • Workshop Musik: Belajar teknik dasar memetik Sasando langsung dari maestro lokal.

  • Performa Budaya: Menikmati lantunan lagu daerah Rote yang menghanyutkan di pinggir pantai.


Tips Menikmati Wisata Budaya di Rote

  1. Dukung Pengrajin Lokal: Membeli Sasando miniatur atau produk anyaman lontar lainnya adalah cara terbaik untuk membantu pelestarian budaya lokal.

  2. Waktu Terbaik: Berkunjunglah antara bulan Mei hingga September saat cuaca cerah dan banyak festival budaya diadakan di Pulau Rote.

  3. Hargai Tradisi: Selalu minta izin sebelum mencoba memainkan Sasando milik pengrajin, karena alat musik ini sangat berharga dan memerlukan perawatan khusus.

About Author

client-photo-1
Campa Tour & Event

Comments

Tinggalkan Balasan