Meskipun dikenal dengan wisata Malioboro, Tugu, dan Keraton, destinasi lain di Jogja sangat banyak dan bervariasi. Oleh karena itu, tidak lengkap rasanya berwisata ke Jogja jika hanya mengunjungi tiga lokasi tersebut. Nah, bagi kalian yang menyukai wisata dan wahana air, Jogja Bay Waterpark adalah pilihan yang tepat. Karena, di destinasi ini tersedia banyak wahana air yang menarik untuk dicoba. Hal tersebut dikarenakan Jogja Bay Waterpark merupakan wahana air yang paling besar di Jogja, atau mungkin di Indonesia. Tema yang diusung oleh Jogja Bay Waterpark adalah bajak laut yang memadukan antara unsur Jawa dengan Eropa. Di sini, kalian akan menemukan berbagai wahana yang sangat menarik untuk dicoca. Misalnya, Memo Racer yang mampu memacu adrenalin. Wahana ini memberi pengalaman meluncur dari ketinggian 20 meter dengan lintasan sepanjang 90 meter. Sensasi meluncur juga dapat dirasakan pada wahana Bekti Adventure. Namun, pada wahana ini, kalian dibawa mengelilingi Jogja Bay melalui lintasan slider yang tentu saja penuh belokan-belokan tajam. Wahana slider lain yang dapat dicoba adalah Timo-Timo Rider, Brando Bomeranggo, Ziggy Giant Barrel, dan Jolie Raft River. Tak melulu wahana slider, di Jogja Bay Waterpark juga menyediakan spot khusus untuk pengunjung yang ingin menikmati suasana santai dan nyaman. Spot ini adalah Mimi Family yang di dalamnya terdapat kolam renang. Suasana di wahana ini cenderung tenang dan santai, tidak seperti pada slider yang membuat banyak pengunjung berteriak. Bagi anak-anak, wahana yang paling cocok adalah Hip Playground. Di spot ini, anak-anak dapat menikmati wahana sangat bersahabat. Gazebo-gazebo juga disiapkan di spot ini yang diperuntukkan bagi orang tua yang menunggu anaknya menikmati wahana yang ada. Semua wahana yang ada di spot ini dipastikan aman bagi anak-anak. Namun, pengawasan orang tua tetap diperlukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, salah satu wahana yang menarik banyak minat pengunjung adalah South Beach. Di wahana ini, kalian dapat merasakan sensasi
Meskipun dikenal dengan wisata Malioboro, Tugu, dan Keraton, destinasi lain di Jogja sangat banyak dan bervariasi. Oleh karena itu, tidak lengkap rasanya berwisata ke Jogja jika hanya mengunjungi tiga lokasi tersebut. Nah, bagi kalian yang menyukai wisata dan wahana air, Jogja Bay Waterpark adalah pilihan yang tepat. Karena, di destinasi ini tersedia banyak wahana air
Selain refreshing, tujuan orang berwisata adalah untuk mengoleksi berbagai foto yang bagus untuk diunggah di media sosial. Nah, jika ingin mendapatkan hasil foto unik dan bagus, kalian bisa mengunjungi wisata indoor Upside Down World Jogja. Di sini, kalian akan menemui berbagai spot foto yang Instagramable banget. Selain Snack Wonderland dan Ice Cream World, Upside Down World Jogja adalah wisata indoor yang begitu menarik perhatian pengunjung. Upside Down World Jogja dibangun pada tahun 2016 yang terdiri dari dua lantai. Konsep yang diusung oleh destinasi ini adalah dunia terbalik. Maksudnya, segala perabotan dan properti yang ada di dalamnya sengaja diposisikan secara terbalik. Sehingga, saat masuk, kalian akan merasakan di dalam dunia yang terbalik. Di dalam gedung dua lantai ini, terdapat 12 spot foto dengan pemandangan serba terbalik. Masing-masing spot memiliki tema berbeda yang disesuaikan dengan beberapa ruangan yang sering terdapat dalam suatu rumah. Kalian akan menjumpai kamar tidur, ruang keluarga, dapur, kamar mandi, dan ruang tamu yang semua perabotannya ditata secara terbalik. Sofa, kulkas, ranjang, meja, dan televisi posisinya terbalik. Sehingga, lokasi ini memang begitu direkomendasikan bagi wisatawan domestik maupun asing. Tak lengkap rasanya jika datang ke Upside Down World Jogja hanya menikmati suasananya saja tanpa mengambil gambar. Nah, kalian bisa mengambil gambar pada masing-masing spot foto yang mana hasilnya kalian terlihat seperti melayang dan berpijak pada atap. Di sini juga terdapat fotografer dan penata gaya juga, lho. Tentu saja, hasil jepretan foto yang bagus ini dapat menghiasi feed di Intagram kalian sehingga jadi makin kece. Selain foto di spot yang bernuansa terbalik, kalian juga dapat berswafoto di ruangan yang khusus menyediakan lukisan 3D. Semua lukisan dibuat secara 3D sehingga saat berfoto di lokasi tersebut dapat terlihat seperti asli. Untuk itu, Upside Down World adalah destinasi yang tepat banget bagi generasi milenial saat ini. Untuk harga tiket masuknya adalah 80.000 rupiah untuk
Selain refreshing, tujuan orang berwisata adalah untuk mengoleksi berbagai foto yang bagus untuk diunggah di media sosial. Nah, jika ingin mendapatkan hasil foto unik dan bagus, kalian bisa mengunjungi wisata indoor Upside Down World Jogja. Di sini, kalian akan menemui berbagai spot foto yang Instagramable banget. Selain Snack Wonderland dan Ice Cream World, Upside Down
Berbicara soal wisata alam, sepertinya Jogja adalah juaranya. Salah satu wisata alam di Jogja yang begitu menarik perhatian adalah Waduk Sermo yang berlokasi di Kulon Progo. Waduk dengan luas 157 hektar itu dibangun sejak tahun 1994 dan diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 November 1996. Saat proses pembangunannya, pemerintah mengadakan program transmigrasi ke Tak Toi Bengkulu sebanyak kurang lebih 100 kk. Tujuan pembangunan waduk ini adalah untuk irigasi, PDAM, hingga keperluan sehari-hari. Tak tanggung-tanggung, luas area yang disuplai oleh Waduk Sermo adalah sekitar 7.152 Ha. Dilihat dari luas dan fungsinya, pembangunan Waduk ini memerlukan dana yang tidak sedikit. Saat itu, kurang lebih sebanyak 22 miliar rupiah dikeluarkan untuk membangunnya. Selain yang telah disebutkan, Waduk ini juga digunakan sebagai tempat latihan lomba dayung, lomba dayung kelas nasional maupun kelas internasional. Di sini pula dijadikan tempat latihan Akademi Angkatan Udara (AAU). Tak ketinggalan, para akademisi juga menjadikan kawasan Waduk Sermo sebagai Evaluasi Geologi Teknik dan kerentanan gerakan tanah. Fungsi lain dari Waduk Sermo adalah sebagai lokasi wisata yang menonjolkan pemandangan alam dari ketinggian sehingga begitu memukau. Spot-spot foto menarik dapat kalian temukan di Waduk ini. Salah satu spot foto yang paling menarik perhatian adalah foto di atas papan kayu yang terletak di atas pohon. Dari spot ini, pengunjung dapat berswafoto dengan latar belakang pemandangan alam berupa waduk pepohonan hijau yang indah. Bagi yang hobi memancing, kalian juga dapat berburu ikan predator yang hidup di Waduk Sermo ini. Ikan ini dikenal juga dengan nama ‘Setan Merah’. Ikan ini menjadi incaran utama bagi orang yang sering memancing di Waduk Sermo. Bagi kalian yang takut dengan ketinggian, kalian tidak perlu khawatir. Kalian bisa menyewa perahu yang disediakan oleh pihak pengelola untuk menyusuri beberapa bagian waduk. Kalian dapat merasakan menaiki perahu yang ditemani dengan keindahan alam yang sejuk dan segar. Untuk mendapatkan pemandangan terbaik,
Berbicara soal wisata alam, sepertinya Jogja adalah juaranya. Salah satu wisata alam di Jogja yang begitu menarik perhatian adalah Waduk Sermo yang berlokasi di Kulon Progo. Waduk dengan luas 157 hektar itu dibangun sejak tahun 1994 dan diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 November 1996. Saat proses pembangunannya, pemerintah mengadakan program transmigrasi ke
Liburan ke Bhumi merapi Park yang Sangat Instagramable Ingat Jogja, ya ingat wisata! Selain wisata alam dan sejarah, Jogja juga punya wisata edukasi, lho. Salah satu wisata edukasi yang ada di Jogja adalah Agrowisata Bhumi Merapi. Uniknya, lokasi wisata edukasi yang satu ini tidak terletak di jantung Kota Jogja, melainkan di kaki Gunung Merapi. Bhumi Merapi Park merupakan agrowisata di Yogyakarta yang di dalamnya memiliki banyak pilihan spot foto. Bahkan wisata ini pernah menjadi tempat shooting beberapa film besar seperti Bumi Manusia. Tempat ini juga cocok sekali menjadi destinasi wisata bagi keluarga dan pasangan di hari libur. Biasanya, wisata yang ada di kawasan Gunung Merapi merupakan wisata alam. Namun, wisata edukasi yang dibangun pada 20 Desember 2015 ini berkonsep edukasi yang bertema alam. Hal yang bisa dipelajari dari wisata Agrowisata Bhumi Merapi antara lain perkebunan, pertanian, dan peternakan. Suasana yang sejuk, pemandangan alam yang indah, serta manfaat edukasi di wisata ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Perpaduan antara wisata dan edukasi alam menjadikan Agrowisata Bhumi Merapi sebagai lokasi wisata yang tidak pernah sepi dari pengunjung. Bhumi Merapi Park, Berlibur Sambil Belajar Taman wisata Bhumi Merapi memiliki banyak pilihan wisata dan sebagian besarnya bisa menjadi pusat pembelajaran. Pengunjung yang telah sampai di lokasi tentu perlu menaati berbagai protokol kesehatan terlebih dahulu. Tentunya bukan protokol yang rumit, hanya cek suhu dan senantiasa gunakan masker. Perihal fasilitasnya juga lengkap, mulai dari kemah, mini zoo, hingga ada juga outbond. Jadi setiap keluarga atau kunjungan sekolah bisa bersenang-senang ria sembari mendekatkan diri bersama teman-temannya. Bhumi Merapi ini juga sangat ramah anak-anak, mulai dari balita hingga sekolahan. Lokasi dari Bhumi Merapi berada di area Kaliurang, lebih tepatnya pada jl Kaliurang KM 20, Sawangan, Hargobinangun, Kecamatan pakem, Sleman, Yogyakarta. Pengunjung bisa mendatangi Bhumi Merapi ini secara lebih mudah dari pusat kota Yogyakarta atau titik 0 KM.
Liburan ke Bhumi merapi Park yang Sangat Instagramable Ingat Jogja, ya ingat wisata! Selain wisata alam dan sejarah, Jogja juga punya wisata edukasi, lho. Salah satu wisata edukasi yang ada di Jogja adalah Agrowisata Bhumi Merapi. Uniknya, lokasi wisata edukasi yang satu ini tidak terletak di jantung Kota Jogja, melainkan di kaki Gunung Merapi. Bhumi
Berbicara tentang Jogja, selain Gudeg dan Bakpia, tentu saja yang terlintas di ingatan adalah banyaknya lokasi wisata, baik indoor maupun outdoor. Dari hari ke hari, Jogja selalu berusaha memberi pengalaman baru bagi wisatawan untuk berkunjung di berbagai destinasi wisata yang ada. Untuk menarik minat wisatawan, Jogja sering menawarkan destinasi wisata baru demi menuruti jiwa-jiwa milenial yang selalu ingin eksis di media sosial. Nah, bagi kalian yang suka bereksperimen di berbagai destinasi wisata di Jogja, kalian wajib mengunjungi spot foto Instagramable banget yang terbaru saat ini. Destinasi wisata yang satu ini adalah Ice Cream World Jogja. Destinasi baru ini merupakan wisata indoor yang baru dibuka pada tanggal 13 Februari 2018 dan selalu ramai menjadi tujuan wisata indoor di Jogja. Sesuai dengan namanya, destinasi ini dipenuhi dengan spot foto yang bernuansa kental dengan berbagai bentuk dan jenis ice cream. Dengan berbagai pernak-perniknya, Ice Cream World menjadi studio foto yang menarik bagi para pengunjung. Sebagian besar, pengunjung yang datang adalah kaum muda dan keluarga baru yang mengajak serta anaknya, Sebelumnya, Ice Cream World juga telah hadir di beberapa kota besar di Indonesia, misalnya Semarang dan Bali. Destinasi wisata indoor ini merupakan buah karya Ice Cream World Group. Wisata yang sedang hits ini didesain dengan interior unik, ceria, dan menyenangkan. Tak heran jika pengunjung dibuat gemas saat berada di dalamnya. Wisata yang Instagramable ini memiliki 11 ruangan. Masing-masing ruangan merupakan spot foto berbeda dengan tema unik dan menarik. Saat memasuki masing-masing ruangan, pengunjung akan dimanjakan dengan suasana penuh ice cream, sehingga betah berlama-lama. Namun, dari 11 ruangan itu, ada beberapa diantaranya yang menjadi favorit pengunjung, yaitu ruangan dengan tema ice cream cone dan kolam yang terdapat marshmallow berukuran besar. Selain anak muda, destinasi wisata indoor ini juga sangat diminati oleh anak-anak. Ruangan dengan desain makanan ringan yang digemari anak-anak juga menjadi salah satu spot
Berbicara tentang Jogja, selain Gudeg dan Bakpia, tentu saja yang terlintas di ingatan adalah banyaknya lokasi wisata, baik indoor maupun outdoor. Dari hari ke hari, Jogja selalu berusaha memberi pengalaman baru bagi wisatawan untuk berkunjung di berbagai destinasi wisata yang ada. Untuk menarik minat wisatawan, Jogja sering menawarkan destinasi wisata baru demi menuruti jiwa-jiwa milenial
Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten yang saat ini tengah populer karena dibangunnya Bandara Internasional itu sudah terlebih dahulu dikenal akan keindahan alamnya. Di sana, kita bisa menjumpai pemandangan alam yang luar biasa indah, mulai dari bukit, waduk, laut, pantai, hingga air terjun. Berkaitan dengan wisata alam air terjun, rupanya di Kulon Progo tidak hanya memiliki satu atau dua lokasi wisata air terjun yang masih alami. Salah satu wisata air terjun yang sangat indah dan wajib dikunjungi adalah Air Terjun Kembang Soka. Wisata yang satu ini terletak di lembah sungai di kawasan Perbukitan Manoreh. Untuk itu, lokasi ini sering disebut sebagai surga tersembunyi. Keindahan alamnya tidak diragukan lagi dan bahkan mampu bersaing dengan wisata air terjun lain yang ada di Jogja. Nama Air Terjun Kembang Soka digunakan oleh masyarakat sekitar karena di lokasi ini banyak ditumbuhi Pohon Soka. Karena lokasinya yang masih jauh dari hiruk pikuk perkotaan, untuk mencapai lokasi wisata yang satu ini diharuskan berjalan kaki terlebih dahulu. Jarak yang ditempuh sekitar 200 meter yang jalurnya telah dipersiapkan secara khusus oleh pengelola agar mudah dilalui oleh pengunjung. Untuk itu, pengunjung tidak perlu khawatir dan tidak perlu membawa peralatan pendakian untuk sampai di Air Terjun Kembang Soka. Pihak pengelola telah memberikan kenyamanan dalam perjalanan menuju air terjun. Sesampainya di Air Terjun, pengunjung langsung disuguhi pemandangan alam yang asri dengan air yang jernih. Suara gemericik air pun menambah suasana alami semakin terasa. Tak heran jika hampir semua pengunjung merasa betah dan nyaman untuk berlama-lama di Air Terjun Kembang Soka ini. Selain memandang indahnya pemandangan, pengunjung juga bisa bermain air, berenang, maupun berswafoto sepuasnya. Di sana, banyak spot foto yang Instagramable dan menarik. Tentu saja, hasil jepretan kamera akan semakin bagus dengan latar belakang air terjun yang masih alami dan asri. Suasana dan pemandangan
Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten yang saat ini tengah populer karena dibangunnya Bandara Internasional itu sudah terlebih dahulu dikenal akan keindahan alamnya. Di sana, kita bisa menjumpai pemandangan alam yang luar biasa indah, mulai dari bukit, waduk, laut, pantai, hingga air terjun. Berkaitan dengan wisata alam
Yogyakarta, selain dikenal sebagai kota pelajar, juga dikenal sebagai surganya para pecinta wisata. Pasalnya, di Yogyakarta banyak sekali lokasi wisata yang mampu menyihir wisatawan dari mana pun. Saking banyaknya, tidak berlebihan jika kita menganggap bahwa kota Yogyakarta tidak akan kehabisan destinasi untuk dikunjungi. Saat ini, salah satu lokasi wisata di Yogyakarta yang sedang hits adalah Studio Alam Gamplong. Mengapa? Alasannya adalah asal usul dibangunnya Studio Alam Gamplong yang terbilang unik. Awalnya, Studio Alam Gamplong ini dibangun untuk keperluan pengambilan gambar film berjudul ‘Sultan Agung The Untold Story’ pada tahun 2017 lalu oleh Mooryati Soedibyo. Film ini bergenre drama kolosal yang menggambarkan kisah perjuangan Sultan Agung pada zaman dulu. Film garapan Hanung Bramantyo itu memiliki nilai sejarah yang luar biasa. Sesuai dengan tujuannya, Mooryati Soedibyo yang sekaligus pemilik Mustika Ratu Group itu membangun berbagai macam bangunan yang bersifat semi permanen untuk menggambarkan suasana kehidupan Bangsa Indonesia pada abad ke-16 sampai 17. Beberapa bangunan semi permanen yang bisa ditemui di sana adalah Gerbang Keraton Karta Kerajaan Mataram, Pendopo Ageng Keraton Karta, Pendopo Alit Keraton Karta, Kawasan Kampung Mataram, Benteng Holandia atau Batavia, dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain bangunan semi permanen, terdapat pula berbagai properti yang menjadi ciri khas kehidupan Bangsa Indonesia tempo dulu yang tentunya sangat Instagramable dan menjadi spot foto menarik. Studio Alam Gamplong dihibahkan kepada Pemkab Sleman, Yogyakarta oleh Mooryati Soedipyo setelah keperluan untuk pengambilan gambar film Sultan Agung selesai. Tujuannya adalah untuk meningkatkan perekonomian warga Gamplong. Peresmian yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo ini dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2018. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi berharap bahwa Studio Alam Gamblong dapat menjadi lokasi wisata favorit di Yogyakarta. Sejak saat itu, Studio Alam Gamplong ramai dikunjungi oleh wisatawan. Studio Alam Gamplong semakin ramai dikunjungi setelah dijadikan lokasi pengambilan gambar film ‘Bumi Manusia’ yang dibintangi oleh Iqbal Ramadhan. Film
Yogyakarta, selain dikenal sebagai kota pelajar, juga dikenal sebagai surganya para pecinta wisata. Pasalnya, di Yogyakarta banyak sekali lokasi wisata yang mampu menyihir wisatawan dari mana pun. Saking banyaknya, tidak berlebihan jika kita menganggap bahwa kota Yogyakarta tidak akan kehabisan destinasi untuk dikunjungi. Saat ini, salah satu lokasi wisata di Yogyakarta yang sedang hits adalah
Menjelajahi Goa Rancang Kencono: Panduan Lengkap Harga Tiket, Fasilitas, dan Rute Kabupaten Gunungkidul di Yogyakarta memang tidak pernah habis menawarkan pesona alamnya. Selain deretan pantai pasir putihnya yang memukau, daerah ini juga menyimpan keajaiban bawah tanah yang menakjubkan. Salah satu yang paling menarik untuk dikunjungi adalah Goa Rancang Kencono. Berbeda dengan gua-gua lain yang menawarkan petualangan air, gua ini menyuguhkan perpaduan antara keindahan geologi dan jejak sejarah yang mendalam. Daya Tarik Goa Rancang Kencono Begitu sampai di mulut gua, Anda akan disambut oleh pemandangan ikonik berupa pohon Klumpit raksasa yang usianya diperkirakan sudah mencapai ratusan tahun. Cabang-cabang pohon ini menjulang tinggi menembus lubang alami di langit-langit gua, menciptakan suasana magis saat cahaya matahari masuk menyinari area dalam gua. Goa Rancang Kencono memiliki ruangan yang sangat luas dan lantai yang relatif datar, sehingga sangat ramah untuk wisatawan segala usia. Di dalamnya terdapat artefak dan tulisan kuno yang membuktikan bahwa gua ini pernah digunakan sebagai tempat persembunyian serta lokasi penyusunan strategi oleh para pejuang pada masa penjajahan. Harga Tiket Masuk Terbaru 2026 Salah satu keuntungan mengunjungi destinasi ini adalah sistem tiket terusan yang ekonomis. Lokasinya yang berada dalam satu kawasan dengan Air Terjun Sri Gethuk memudahkan Anda untuk mengunjungi dua tempat sekaligus. Tiket Terusan: Rp15.000 per orang. Parkir Motor: Rp2.000. Parkir Mobil: Rp5.000. Jasa Pemandu: Sukarela (sangat disarankan agar Anda mendapatkan penjelasan sejarah yang akurat). Fasilitas yang Tersedia Meskipun bertema alam, pengelola Desa Wisata Bleberan telah menyediakan fasilitas yang cukup lengkap demi kenyamanan pengunjung: Area Parkir: Luas dan cukup untuk menampung bus pariwisata. Tempat Istirahat: Terdapat bangku-bangku di sekitar mulut gua untuk bersantai. Toilet dan Mushola: Kondisinya bersih dan terawat dengan baik. Warung Makan: Anda bisa menikmati sajian lokal seperti nasi merah dan sayur lombok ijo yang khas setelah lelah berkeliling. Rute Menuju Lokasi Goa Rancang Kencono terletak di Desa Bleberan, Kecamatan
Menjelajahi Goa Rancang Kencono: Panduan Lengkap Harga Tiket, Fasilitas, dan Rute Kabupaten Gunungkidul di Yogyakarta memang tidak pernah habis menawarkan pesona alamnya. Selain deretan pantai pasir putihnya yang memukau, daerah ini juga menyimpan keajaiban bawah tanah yang menakjubkan. Salah satu yang paling menarik untuk dikunjungi adalah Goa Rancang Kencono. Berbeda dengan gua-gua lain yang menawarkan
Pantai Drini: Yogyakarta Hidden Paradise – Harga Tiket, Fasilitas, dan Rute Gunungkidul seakan tidak pernah kehabisan koleksi pantai cantiknya, dan salah satu yang paling unik adalah Pantai Drini. Sering dijuluki sebagai "Pantai Dua Wajah", destinasi ini menawarkan dua atmosfer yang berbeda dalam satu garis pantai yang dipisahkan oleh sebuah pulau karang kecil di tengahnya. Keunikan inilah yang membuat Pantai Drini menjadi hidden paradise yang wajib dikunjungi saat Anda berlibur ke Yogyakarta. Keunikan "Pantai Dua Wajah" Apa yang membuat Pantai Drini begitu istimewa adalah keberadaan pulau karang yang membelah pantai menjadi dua sisi: sisi barat dan sisi timur. Sisi Barat: Area ini merupakan pelabuhan bagi perahu-perahu nelayan tradisional. Di sini, pengunjung bisa melihat kesibukan nelayan lokal dan mencicipi kesegaran hasil laut langsung dari sumbernya. Sisi Timur: Berbeda terbalik dengan sisi barat, bagian timur memiliki ombak yang sangat tenang dan air yang jernih. Area ini sangat aman untuk berenang, bermain air, atau sekadar bersantai di bawah payung pantai. Karang-karang kecil di tepian pantai juga menjadi rumah bagi ikan-ikan hias warna-warni yang bisa Anda lihat dengan mata telanjang. Harga Tiket Masuk (Update 2026) Harga tiket masuk ke kawasan ini sangat terjangkau karena termasuk dalam rangkaian tiket terusan pantai Gunungkidul lainnya. Tiket Masuk: Rp10.000 – Rp15.000 per orang. Sewa Payung Pantai: Rp20.000 – Rp50.000. Parkir Kendaraan: Motor Rp3.000, Mobil Rp5.000 – Rp10.000. Sewa Kano: Rp50.000 per jam (opsional untuk menjelajahi sekitar pulau karang). Fasilitas Pengunjung Sebagai salah satu pantai yang sudah dikelola dengan baik, Pantai Drini memiliki fasilitas yang lengkap: Pasar Ikan dan Restoran: Anda bisa membeli ikan segar dan meminta restoran setempat untuk memasaknya dengan bumbu khas pesisir. Jembatan Pulau Drini: Terdapat jembatan kayu yang menghubungkan pantai dengan pulau karang. Dari atas pulau, Anda bisa menikmati pemandangan laut lepas Samudera Hindia yang menakjubkan. Toilet dan Kamar Mandi: Fasilitas bilas yang bersih tersedia di
Pantai Drini: Yogyakarta Hidden Paradise – Harga Tiket, Fasilitas, dan Rute Gunungkidul seakan tidak pernah kehabisan koleksi pantai cantiknya, dan salah satu yang paling unik adalah Pantai Drini. Sering dijuluki sebagai “Pantai Dua Wajah”, destinasi ini menawarkan dua atmosfer yang berbeda dalam satu garis pantai yang dipisahkan oleh sebuah pulau karang kecil di tengahnya. Keunikan
Mengunjungi Kampung Taman Sari atau yang sering disebut dengan Water Castle adalah perjalanan kembali ke masa keemasan Kesultanan Yogyakarta pada abad ke-18. Situs ini dulunya merupakan taman sari atau pesanggrahan megah bagi sultan dan keluarga kerajaan. Perpaduan arsitektur Jawa dan Portugis yang unik menjadikannya salah satu destinasi paling fotogenik dan sarat sejarah di jantung Kota Yogyakarta. Pesona Arsitektur Abad ke-18 Bangunan ini didirikan pada masa Sultan Hamengku Buwono I dengan fungsi sebagai tempat rekreasi, perlindungan, dan ibadah. Daya tarik utamanya adalah kolam pemandian Umbul Pasiraman yang dikelilingi oleh tembok tinggi dan menara pengintai. Air kolam yang tenang dan jernih memberikan suasana sejuk di tengah teriknya cuaca Yogyakarta. Selain area kolam, pengunjung juga bisa menjelajahi Sumur Gumuling, sebuah masjid bawah tanah yang memiliki arsitektur tangga melingkar yang sangat ikonik. Lorong-lorong bawah tanah ini dulunya berfungsi sebagai jalan rahasia sekaligus benteng pertahanan. Setiap sudut Taman Sari bercerita tentang kemegahan teknik bangunan masa lalu yang tetap kokoh berdiri meski telah berusia ratusan tahun. Harga Tiket Masuk (Update 2026) Tiket masuk ke situs ini sangat ramah di kantong, menjadikannya pilihan favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara: Wisatawan Domestik: Rp15.000 per orang. Wisatawan Mancanegara: Rp25.000 per orang. Izin Foto (Kamera Profesional): Rp3.000. Pemandu Lokal: Tersedia dengan jasa sukarela atau tarif standar sekitar Rp50.000. Sangat disarankan untuk menggunakan jasa pemandu agar Anda bisa mendengar cerita sejarah dan rahasia di balik lorong-lorong situs ini. Fasilitas Pengunjung Meskipun merupakan situs bersejarah, fasilitas di sekitarnya sudah sangat mendukung kenyamanan wisatawan: Pemandu Wisata: Warga lokal yang berpengetahuan luas siap menemani blusukan Anda. Kampung Wisata: Di sekitar pintu keluar, Anda akan melewati perkampungan warga yang kreatif, di mana banyak terdapat galeri batik dan kerajinan tangan. Toilet dan Mushola: Fasilitas umum tersedia dengan kondisi yang bersih dan terjaga. Kedai Kopi dan Kuliner: Terdapat banyak kafe kecil yang estetik di gang-gang sekitar Taman
Mengunjungi Kampung Taman Sari atau yang sering disebut dengan Water Castle adalah perjalanan kembali ke masa keemasan Kesultanan Yogyakarta pada abad ke-18. Situs ini dulunya merupakan taman sari atau pesanggrahan megah bagi sultan dan keluarga kerajaan. Perpaduan arsitektur Jawa dan Portugis yang unik menjadikannya salah satu destinasi paling fotogenik dan sarat sejarah di jantung Kota