Wildlife Resque Centre Jogja, Rumah Hewan nan Menarik

Kulonprogo memiliki banyak destinasi wisata alam yang indah dan beragam. Mulai dari pantai, air terjun, curug, hutan, pegunungan, sungai dan masih banyak lagi. Khususnya yang berada di pegunungan menoreh.

Di Kulonprogo juga memiliki suatu tempat yang berbeda, yaitu Pusat Penyelamatan Satwa Yogyakarta atau PPSJ atau yang lebih dikenal dengan nama Wildlife Resque Centre Jogja.

Wildlife Resque Centre Jogja didirikan pada Juni 2010 oleh YKAY (Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta) yang bekerja sama dengan Putri Yogyakarta. Wildlife Resque Centre Jogja adalah sebuah lembaga atau yayasan non-profit yang bergerak di bidang konservasi satwa liat yang terancam punah dan dilindungi. kegiatan utama di kawasan ini adalah penyelamatan dan perlindungan satwa, di sini para satwa akan direhabilitasi. Selain itu tujuan sampingan dari berdirinya WRC Jogja ini yakni memberdayakan masyarakat sekitar dan bersosialisasi mengenai satwa liar.

Saat ini WRC Jogja menampung sekitar 165 hewan dan jumlah itu akan terus bertambah. Hewan yang akan dijumpi di Wildlife Resque Centre Jogja ini adalah orangutan, owa Jawa, monyet, beruk, kera, beruang madu, elang, beo, kaswari dan baerbagai hewan lainnya.

WRC Jogja  adalah tempat perlindungan bagi beragam satwa liar Indonesia yang telah diselamatkan dari perdagangan hewan peliharaan ilegal di pulau Jawa. Hewan-hewan diselamatkan dari dipelihara secara ilegal, biasanya sebagai hewan peliharaan dan biasanya telah disimpan dalam kondisi yang sangat tidak layak dan tidak sehat.Mereka mungkin berasal dari pedagang hewan peliharaan yang eksotis, pemilik pribadi, bisnis komersial tanpa izin seperti restoran atau kebun binatang ilegal dan kadang-kadang dicegat perang penawaran online. Mereka dibawa ke WRC oleh Forest Rangers, LSM lain, polisi Indonesia, atau pemilik pribadi yang menyumbangkannya sendiri jika mereka tidak bisa lagi merawat binatang itu.

Apa yang menarik?

Hal yang menarik dari tempat ini adalh terdapatnya kubah atau Dome (orangudome) raksasa, yang lingkarannya didalamnya sudah di setting sedemikian rupa agar mirip dengan alam, sesui dengan alam liar yang menjadi rumah orangutan. Dome ini memiliki kapasitas 200 orangutan, berdiameter hingga 125 meter dengan ketinggian mencapai 25 meter.

WRC Jogja ini menjadi salah satu wisata edukasi. Wisatawan dapat berkunjung ke sini, tetapi tidak bisa memberi makan kepada hewan-hewan tersebut. Semua hewan ini diurus dan dikontrol secara teratur termasuk makanannya tentunya.

Karena Wildlife Resque Centre Jogja ini merupakan yayasan non- pemerintah, maka untuk menunjang pemasukan demi kelangsungan ratusan satwa yang ada di WRC. Pengelola memiliki produk jasa untuk ditawarkan bagi wisatawan, seperti penyewaan outbound, ruang meeting, high rope game, dan wisata pendidikan konservasi. Semua hasil yang didapatkan tentunya untuk hewan-hewan yang ada di WRC Jogja ini.

Letak WRC Jogja

WRC Jogja berada di Dusun Paingan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Sekitar 1 jam perjalanan dari Bandara Internasional Adisutjipto, dan 30 menit dari Bandara Internasional Yogyakarta.

 

Rutenya bagaimana?

Jika wisatawan memulai perlanan dari Jogja kemudian menuju arah barat, melewati jalan Goden lurus terus, lalu melewati Pasar Godean, melewati jembatan Sungai Progo, melewati Pasar Kenteng, melewati Nanggulan, dan setelah itu tinggal ikuti saja papan petunjuk jalan menuju Wildlife Resque Centre Jogja

 

Jam berapa bukanya?

Wildlife Resque Centre Jogja buka jam 08.00 dan tutup jam 15.00.

Berapa tiket masuknya?

Saat weekday, harga tiket masuk Wildlife Resque Centre adalah Rp 10.000. Sementara saat weekend, harga tiket masuk Pusat Penyelamatan Satwa Liar Jogja adalah Rp 10.000. Harga weekday umumnya berarti hari Senin-Jumat, sementara weekend Sabtu dan Minggu.

 

Buat kalian yang ingin berkunjung ke Wildlife Resque Centre Jogja atau berbagai tempat menarik lainnya, segera pesan tours reguler Jogja di campatour.com, ya….

About Author

client-photo-1
Campa Tour & Event

Comments

Leave a Reply