Paket Tur Wisata Pusat Konservasi Penyu Pariaman: Wisata Edukasi dan Pelestarian Satwa Laut
Kota Pariaman, Sumatera Barat, tidak hanya terkenal dengan keindahan pantai dan wisata baharinya. Kota ini juga memiliki destinasi wisata edukasi yang mengajak pengunjung mengenal kehidupan satwa laut sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi adalah Pusat Konservasi Penyu Pariaman.
Pusat Konservasi Penyu Pariaman merupakan kawasan pelestarian penyu yang juga dikembangkan sebagai tujuan wisata edukasi. Pengunjung dapat mengenal berbagai jenis penyu, melihat fasilitas penetasan telur, mempelajari kehidupan tukik, serta memahami upaya perlindungan satwa laut yang populasinya menghadapi berbagai ancaman.
Paket Tur Wisata Pusat Konservasi Penyu Pariaman cocok untuk keluarga, rombongan sekolah, komunitas, maupun wisatawan yang tertarik dengan kegiatan edukasi lingkungan. Melalui kunjungan ini, peserta tidak hanya menikmati perjalanan wisata, tetapi juga memperoleh pengetahuan tentang ekosistem laut dan pentingnya menjaga keberlangsungan hidup penyu.
Mengenal Pusat Konservasi Penyu Pariaman
Pusat Konservasi Penyu Pariaman berada di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat. Kawasan ini berada di sekitar Pantai Ampalu dan menjadi salah satu fasilitas konservasi penyu di pesisir Pariaman.
Pemerintah mengembangkan kawasan ini untuk melindungi penyu laut, terutama melalui penyelamatan telur, penetasan, perawatan tukik, dan pelepasliaran ke habitat alaminya. Pengelolaannya melibatkan unit teknis yang menangani konservasi dan pengawasan sumber daya kelautan serta perikanan.
Pusat konservasi ini juga memiliki fungsi pendidikan dan penelitian. Keberadaannya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat kehidupan penyu serta memahami berbagai ancaman yang dapat mengganggu kelestarian satwa tersebut.
Pada Agustus 2025, Pemerintah Kota Pariaman kembali menegaskan peran konservasi penyu sebagai daya tarik wisata edukatif. Pemerintah juga menyampaikan bahwa kawasan ini menjadi tempat wisatawan melihat penyu dan mengikuti kegiatan pelepasan tukik pada kesempatan tertentu.
Daya Tarik Paket Tur Wisata Pusat Konservasi Penyu Pariaman
1. Mengenal Berbagai Jenis Penyu Laut
Salah satu pengalaman utama ketika berkunjung adalah mengenal berbagai jenis penyu yang menjadi perhatian kegiatan konservasi. Beberapa jenis yang tercatat dalam kegiatan konservasi Pariaman antara lain penyu hijau, penyu sisik, dan penyu lekang.
Setiap jenis penyu memiliki karakteristik fisik dan kebiasaan hidup yang berbeda. Melalui penjelasan petugas, pengunjung dapat mengenal bentuk tubuh, karakteristik tempurung, makanan, serta habitat masing-masing jenis penyu.
Pengetahuan tersebut memberikan gambaran bahwa penyu merupakan bagian penting dari ekosistem laut. Keberadaan mereka perlu dijaga karena berbagai aktivitas manusia, seperti perburuan telur, pencemaran, dan kerusakan habitat pantai, dapat mengancam kelangsungan hidupnya.
2. Melihat Tukik di Kolam Pemeliharaan
Tukik merupakan sebutan untuk anak penyu yang baru menetas dari telur. Ukurannya yang kecil dan gerakannya yang aktif sering menarik perhatian pengunjung, terutama anak-anak.
Di pusat konservasi, pengunjung berkesempatan mengenal tahap awal kehidupan penyu melalui fasilitas pemeliharaan tukik. Petugas dapat menjelaskan proses perawatan, kebutuhan lingkungan, serta tahapan sebelum tukik dilepasliarkan ke laut.
Pengalaman ini memberikan pembelajaran menarik mengenai perjuangan penyu sejak menetas hingga tumbuh dewasa. Pengunjung juga dapat memahami bahwa tidak semua tukik dapat bertahan hidup di alam karena menghadapi ancaman predator dan perubahan kondisi lingkungan.
3. Mengenal Proses Penetasan Telur Penyu
Pusat Konservasi Penyu Pariaman memiliki fasilitas yang mendukung kegiatan penetasan telur penyu. Beberapa fasilitas yang tercatat antara lain ruang inkubasi telur dan hatchery atau tempat penetasan.
Melalui kunjungan edukasi, wisatawan dapat memperoleh informasi mengenai proses penyelamatan telur, pemindahan ke lokasi penetasan yang lebih aman, serta pemantauan hingga telur menetas.
Tahapan ini menjadi bagian penting dalam upaya konservasi karena telur penyu yang berada di lokasi berisiko dapat menghadapi berbagai ancaman. Pengelola berupaya meningkatkan peluang penetasan melalui penanganan yang sesuai dengan kebutuhan konservasi.
4. Edukasi tentang Siklus Hidup Penyu
Kunjungan ke pusat konservasi memberikan kesempatan untuk mempelajari siklus hidup penyu secara lebih lengkap. Perjalanan hidup satwa ini dimulai dari telur yang diletakkan induknya di pasir pantai, kemudian menetas menjadi tukik dan bergerak menuju laut.
Setelah memasuki laut, penyu menghadapi berbagai tantangan untuk bertahan hidup hingga dewasa. Penyu juga membutuhkan waktu panjang untuk mencapai usia reproduksi. Karena itu, perlindungan habitat peneluran dan kawasan perairan menjadi bagian penting dalam menjaga populasinya.
Melalui edukasi tersebut, peserta dapat memahami alasan penyu termasuk satwa yang perlu mendapat perlindungan. Informasi mengenai siklus hidupnya juga membantu meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan pantai dan kelestarian ekosistem laut.
5. Menyaksikan Kegiatan Pelepasan Tukik
Pelepasan tukik menjadi salah satu kegiatan yang paling menarik bagi wisatawan. Dalam kegiatan ini, tukik yang telah memenuhi ketentuan pelepasliaran diarahkan menuju laut sebagai bagian dari upaya konservasi.
Pada Agustus 2025, ANTARA melaporkan bahwa sekitar 800 tukik telah dilepaskan ke laut melalui kegiatan konservasi di Pariaman sepanjang tahun tersebut. Pengelola juga membuka kesempatan bagi wisatawan untuk mengikuti kegiatan pelepasan tukik dengan ketentuan tertentu.
Namun, pelepasan tukik tidak berlangsung setiap saat. Kegiatan ini mengikuti kesiapan tukik, kondisi lingkungan, dan kebijakan petugas konservasi. Karena itu, wisatawan perlu mengonfirmasi jadwal terlebih dahulu apabila ingin mengikuti aktivitas tersebut.
6. Mengunjungi Ruang Informasi dan Fasilitas Konservasi
Pusat Konservasi Penyu Pariaman memiliki sejumlah fasilitas pendukung kegiatan konservasi dan edukasi. Beberapa fasilitas yang tercatat meliputi ruang informasi, ruang inkubasi telur, hatchery, ruang karantina, laboratorium, kolam tukik, dan area pendukung lainnya.
Melalui fasilitas tersebut, pengunjung dapat mengenal lebih jauh kegiatan yang berlangsung di balik proses penyelamatan penyu. Informasi dari petugas juga membantu wisatawan memahami bahwa konservasi membutuhkan pemantauan dan penanganan yang berkelanjutan.
7. Menikmati Suasana Pantai Desa Apar
Selain kegiatan edukasi, kawasan konservasi berada di lingkungan pesisir yang menawarkan suasana pantai. Pengunjung dapat menikmati pemandangan laut, merasakan angin pantai, dan melihat lingkungan alami yang menjadi bagian dari habitat satwa laut.
Lokasinya yang berdekatan dengan kawasan Pantai Apar memberikan nilai tambah bagi perjalanan wisata. Wisatawan dapat menikmati suasana pesisir setelah mengikuti kegiatan edukasi dengan tetap menjaga kebersihan dan tidak mengganggu habitat satwa.
Lokasi dan Akses Menuju Pusat Konservasi Penyu Pariaman
Pusat Konservasi Penyu Pariaman berada di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat. Kawasan ini dapat dijangkau melalui jalur darat dari pusat Kota Pariaman.
Salah satu rute yang dapat digunakan adalah melalui Jalan Syekh Abdul Arif dan kawasan Pantai Ampalu. Perjalanan dari pusat Kota Pariaman membutuhkan waktu sekitar 10–15 menit, bergantung pada kondisi lalu lintas dan titik keberangkatan.
Wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi, sepeda motor, mobil wisata, maupun kendaraan rombongan. Sebaiknya periksa kembali petunjuk lokasi sebelum berangkat karena beberapa sumber menggunakan penyebutan kawasan Desa Apar dan Manggung untuk area konservasi tersebut.
Informasi Kunjungan dan Tiket Masuk
Salah satu direktori wisata yang diperbarui pada Februari 2026 mencantumkan jam kunjungan Pusat Konservasi Penyu Pariaman pukul 08.00–17.00 WIB dengan tiket masuk sekitar Rp5.000 per orang. Informasi tersebut perlu dikonfirmasi kembali kepada pengelola karena tarif dan jam layanan dapat berubah.
Kegiatan khusus seperti pelepasan tukik juga memiliki ketentuan tersendiri. Wisatawan sebaiknya menghubungi petugas terlebih dahulu untuk mengetahui ketersediaan kegiatan, biaya, serta aturan partisipasi.
Tips Berkunjung ke Pusat Konservasi Penyu
Agar kunjungan berjalan nyaman sekaligus mendukung kegiatan pelestarian, perhatikan beberapa hal berikut:
- Ikuti arahan petugas. Setiap fasilitas konservasi memiliki aturan yang perlu dipatuhi pengunjung.
- Jangan menyentuh penyu sembarangan. Kontak langsung dapat menyebabkan stres pada satwa.
- Hindari penggunaan lampu kilat. Cahaya kamera dapat mengganggu penyu dan tukik.
- Jaga kebersihan kawasan. Jangan membuang sampah di area konservasi maupun pantai.
- Awasi anak-anak. Pastikan anak mengikuti arahan petugas selama kegiatan edukasi.
- Konfirmasi kegiatan pelepasan tukik. Aktivitas ini bergantung pada kesiapan tukik dan keputusan pengelola.
- Gunakan pakaian nyaman. Pilih pakaian yang sesuai untuk kegiatan luar ruangan dan kawasan pesisir.
FAQ Paket Tur Wisata Pusat Konservasi Penyu Pariaman
1. Di mana lokasi Pusat Konservasi Penyu Pariaman?
Pusat Konservasi Penyu Pariaman berada di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat, di sekitar kawasan Pantai Ampalu.
2. Apa saja jenis penyu yang dapat dikenal di pusat konservasi?
Beberapa jenis penyu yang tercatat dalam kegiatan konservasi Pariaman adalah penyu hijau, penyu sisik, dan penyu lekang.
3. Apa saja kegiatan wisata edukasi di Pusat Konservasi Penyu Pariaman?
Pengunjung dapat mengenal jenis penyu, melihat tukik, mempelajari proses penetasan telur, mengunjungi fasilitas konservasi, dan mengikuti kegiatan pelepasan tukik apabila tersedia.
4. Apakah pengunjung bisa mengikuti pelepasan tukik?
Bisa, apabila pengelola membuka kegiatan tersebut dan kondisi tukik memungkinkan untuk dilepasliarkan. Wisatawan perlu mengonfirmasi jadwal dan ketentuan partisipasi kepada petugas terlebih dahulu.
5. Berapa harga tiket masuk Pusat Konservasi Penyu Pariaman?
Direktori wisata yang diperbarui pada Februari 2026 mencantumkan tiket masuk sekitar Rp5.000 per orang. Harga dapat berubah sehingga sebaiknya dikonfirmasi sebelum kunjungan.
6. Apakah tempat ini cocok untuk wisata edukasi sekolah?
Ya. Pusat Konservasi Penyu Pariaman cocok untuk kegiatan edukasi sekolah karena peserta dapat mempelajari siklus hidup penyu, proses penetasan telur, perlindungan satwa laut, dan pentingnya menjaga lingkungan pesisir.
7. Apakah pengunjung boleh memegang penyu atau tukik?
Pengunjung tidak boleh menyentuh penyu atau tukik tanpa izin dan arahan petugas. Penanganan satwa harus mengikuti prosedur konservasi agar tidak menimbulkan stres atau mengganggu kesehatannya.
Paket Tur Wisata Pusat Konservasi Penyu Pariaman Bersama Campa Tour
Pusat Konservasi Penyu Pariaman menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari destinasi rekreasi biasa. Melalui kunjungan ini, wisatawan dapat mengenal kehidupan penyu, mempelajari proses penetasan telur, melihat tukik, serta memahami pentingnya menjaga ekosistem laut.
Paket Tur Wisata Pusat Konservasi Penyu Pariaman sangat cocok untuk wisata keluarga, rombongan sekolah, komunitas, dan perusahaan yang ingin menghadirkan kegiatan edukasi lingkungan dalam perjalanan wisata. Kunjungan juga dapat dikombinasikan dengan Pantai Kata, Pantai Gandoriah, Pulau Angso Duo, dan destinasi lain di Kota Pariaman.
Campa Tour siap membantu merencanakan perjalanan sesuai kebutuhan peserta, pilihan destinasi, dan durasi kunjungan. Untuk informasi serta konsultasi paket wisata, hubungi WhatsApp 0812-6594-4664 | 0821-3533-1133 atau kunjungi www.campatour.com.
Anda juga bisa akses video lengkapnya di https://www.youtube.com/@campatourcom
| DEPARTURE/RETURN LOCATION | |
| DEPARTURE TIME | |
| RETURN TIME | |
| WEAR |
|
| INCLUDED | mobil, driver dan BBM
tiket dan kapal dokumentasi standar by crew air mineral |
| NOT INCLUDED | Hotel
makan |
| HARGA | 5 Rp 400.000
|
Additional information
| Pax Price | 4 Pax, 5 Pax |
|---|
Day 1
- Bertemu di Meeting Point
- Menuju ke Pusat Konservasi Penyu Pariaman
- Explore dan befoto-foto
- Kembali ke Meeting Point






Tour Reviews
There are no reviews yet.
Leave a Review