Hiruk-pikuk kehidupan perkotaan dan rutinitas harian yang padat sering kali membuat pikiran kita merasa jenuh dan lelah. Salah satu cara terbaik untuk memulihkan energi dan menyegarkan jiwa adalah dengan kembali ke alam terbuka. Menjelajahi destinasi wisata alam tidak hanya memberikan pemandangan visual yang memanjakan mata, tetapi juga menawarkan ketenangan hakiki yang sulit ditemukan di tengah kepungan gedung-gedung bertingkat.
Kami menghadirkan berbagai rekomendasi lanskap alam terbaik yang siap memukau Anda. Mulai dari kemegahan puncak gunung yang berselimut kabut pagi, gemercik air terjun tersembunyi di dalam hutan rimbun, hingga hamparan pantai berpasir putih dengan air lautnya yang jernih. Setiap tempat dikurasi untuk memberikan pengalaman petualangan yang berkesan, baik bagi Anda yang menyukai ketenangan healing yang damai maupun pencinta tantangan luar ruangan yang memacu adrenalin.
Lebih dari sekadar menyajikan keindahan potret alam, artikel kami juga dilengkapi dengan panduan praktis yang esensial. Anda akan mendapatkan informasi mengenai jalur trekking terbaik, persiapan fisik yang diperlukan, fasilitas bumi perkemahan, hingga tips penting dalam menjaga kelestarian lingkungan agar alam yang kita kunjungi tetap bersih dan terjaga keasriannya untuk generasi mendatang.
Sudah saatnya Anda menghirup udara segar dan merasakan hangatnya sinar matahari di alam bebas. Jadikan liburan Anda berikutnya sebagai momen untuk terhubung kembali dengan bumi dan menciptakan memori indah bersama orang-orang tercinta. Temukan inspirasi destinasi hijau impian Anda di platform kami, siapkan perlengkapan petualangan Anda, dan bersiaplah merasakan kebebasan mutlak di alam liar yang menakjubkan! Selamat berpetualang!
Di tengah-tengah dunia pariwisata terhenti akibat Covid-19, kini Campa Health (Lini Bisnis Campa Tour) hadir dan melengkapi sebagai respon atas kebutuhan masyarakat terkini yaitu produk imunitas untuk mempertahankan daya tahan tubuh dan tetap sehat. Kami menjual produk berkualitas untuk imunitas tubuh bersama masyarakat Desa Wisata Herbal Kiringan yaitu sebuah produk olahan rempah-rempah penangkal virus Corona. Jamu di Desa Wisata Kiringan, Bantul, Yogyakarta awalnya diproduksi oleh dua orang warga sekitar tahun 1950 yang diajarkan dari abdi dalem Keraton Yogyakarta. Hingga kini, secara turun temurun hampir semua warga memproduksi jamu warisan resep Keraton Yogyakarta. Campa Health bekerjasama dengan masyarakat Desa Wisata Kiringan mengembangkan produk jamu yang praktis dan dapat dikonsumsi untuk semua kalangan usia tanpa meninggalkan warisan budaya lokal. Adapun Produk yang di jual Campa Health: Varian: Empon- Empon Anti Corona Kunyit mempunyai senyawa metabolit berupa kurkumin. Kurkumin memiliki terapeutik beragam seperti antibiotik, antioksidan, antikanker dan lainnya. Begitu pula kurkuminoid sebagai turunannya ditemukan pada Jahe, temulawak dan rempah sejenis. Apa khasiat Jamu Empon Empon? ✔ Menjaga Daya Tahan Tubuh ✔ Antioksidan ✔ Menangkal Radikal Bebas ✔ Mengatur Gula Darah ✔ Menurunkan Risiko Jantung ✔ Sumber Senyawa Anti Bakteri dan Jamur Kelebihan Produk Jamu Empon Empon ✔ Bahan alami dan berkualitas premium ✔ Diproduksi langsung oleh UMKM Desa Wisata Kiringan ✔ Tanpa Pengawet ✔ Berbentuk serbuk instan tinggal seduh ✔ Praktis dan Higienis Kunyit Asem Instan Kunyit Asem merupakan salah satu rimpang yang juga memiliki banyak manfaat. Adakah yang sudah tahu apa saja manfaat Kunyit Asem? Apa saja manfaat Kunyit Asem? Dapat Menetralkan Racun dalam Tubuh Minuman Diet Alami Memperlancar Siklus Haid pada Wanita Membakar Lemak dalam Tubuh Memperlambat Proses Penuaan Dini Menghilangkan Bau Badan Jahe Merah instan Jahe merupakan salah satu varian jamu yang biasanya digunakan untuk dijadikan Jamu Empon-Empon. Selain berguna untuk menghangatkan tubuh, banyak manfaat yang bisa di dapatkan
Di tengah-tengah dunia pariwisata terhenti akibat Covid-19, kini Campa Health (Lini Bisnis Campa Tour) hadir dan melengkapi sebagai respon atas kebutuhan masyarakat terkini yaitu produk imunitas untuk mempertahankan daya tahan tubuh dan tetap sehat. Kami menjual produk berkualitas untuk imunitas tubuh bersama masyarakat Desa Wisata Herbal Kiringan yaitu sebuah produk olahan rempah-rempah penangkal virus Corona.
Manado sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Utara merupakan salah satu destinasi wisata populer di Indonesia Tengah. Sama seperti beberapa provinsi di Sulawesi lainnya, Sulawesi Utara memiliki potensi wisata bahari terutama di kawasan Manado. Kota yang terkenal dengan semboyannya "Torang Samua Basudara" yang berarti Kita Semua Bersaudara memang menegakkan semboyan tersebut. Kota ini terkenal dengan keramahannya terutama pada para pendatang yang berkunjung wisata di Manado. Manado merupakan kota yang biasa dijadikan sebagai tempat singgah bari para penyelam yang ingin mengunjungi spot diving di Manado yang terkenal di dunia, yaitu Taman Laut Bunaken. Akan tetapi selain bunaken, Manado juga memiliki beragam destinasi wisata. Taman Laut Bunaken Taman Laut Bunaken dikenal mancanegara karena memiliki alasan tertentu. Taman Laut ini merupakan salah satu Taman Laut di dunia yang sudah diakui sebagai situs warisan dunia. UNESCO menobatkan Taman Laut Bunaken sebagai situs warisan dunia tersebut pada tahun 2005 lalu. Berbeda dengan Taman Laut Indonesia lain yang masih bertaraf nasional, keanekaragaman hayati di Bunaken sungguh luar biasa. Beragam terumbu karang dan ikan dengan beragam jenis dan spesies dapat ditemukan di kawasan Bunaken ini. Tak heran Bunaken menjadi spot diving di Manado yang terkenal seantero dunia. Bagi para penyelaman, Taman Laut Bunaken bagaikan surga yang tersendiri. Sudah acap kali Bunaken menjadi spot fotografi air dan masuk dalam majalah-majalah luar negeri. Tak hanya penyelam, Bunaken bisa dinikmati baik dengan berenang ataupun snorkeling. Sampai saat ini terdapat 39 spot diving di bunaken yang sering menjadi kawasan penyelaman. Yakinlah tak cukup hanya sekali sesi penyelaman untuk menikmati keindahan taman laut Bunaken. Saking terkenalnya, di bunaken disediakan kapal selam wisata khusus bagi para wisatawan yang tidak bisa berenang atau menyelam sehingga mereka tetap bisa melihat secara langsung bagaimana keindahan situ warisan dunia ini. Untuk mendapatkan momen yang tepat, sebaiknya kamu mengunjungi bunaken diantara bulan Mei dan Agustus. Pada masa ini cuacanya terbilang tenang
Manado sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Utara merupakan salah satu destinasi wisata populer di Indonesia Tengah. Sama seperti beberapa provinsi di Sulawesi lainnya, Sulawesi Utara memiliki potensi wisata bahari terutama di kawasan Manado. Kota yang terkenal dengan semboyannya “Torang Samua Basudara” yang berarti Kita Semua Bersaudara memang menegakkan semboyan tersebut. Kota ini terkenal dengan keramahannya
Nampaknya tahun 2017 telah berakhir dan tahun baru 2018 baru saja dimulai. Pastinya juga anda ingin berencana untuk menghibur diri di awal tahun 2018 ini agar bisa mendapatkan fikiran yang fresh, kenyamanan serta kesegaran di setiap langkah anda. Maka dengan itulah, tidak ada salahnya jika anda mencoba salah satu trip wisata yang mungkin anda belum pernah coba sekalipun pada tahun 2017 lalu adalah Destinasi Baru Sombori Dan Labengki 2018 sebagai awal mula perjalanan pergantian tahun anda. Sambori dan Labengki adalah destinasi wisata eksotis yang berada di Negara Indonesia. Dua nama destinasi wisata ini sebenarnya sudah cukup dikenal dikalangan para traveler. Pulau Sombori yang terletak di sebelah tenggara Morowali, Sulawesi Tengah. Sementara Pulau Labengki yang disebut sebut sebagai Raja Amparnya Sulawesi berada di Propinsi Sulawesi Tenggara. Kedua destinasi ini dapat anda list sebagai permulaan tahun anda dengan nama Destinasi Baru Sambori Dan Labengki 2018. sombori Keindahan panorama yang snagat eksotis dibalut degan pulau pulau disekitar kedua destinasi, menjadikan destinasi Sambori dan Labengki sangatlah diminati untuk didatangi oleh para wisatawan baik asing ataupun nasional. Kedua destinasi wisata ini dapat dijangkau mulai dari Kota Kendari. Untuk mencapai ke Kepulauan Labengki, maka anda dapat menggunakan kapal yang berada di pelabuhan Toli Toli dengan sebelumnya melakukan perjalanan darat dari Kendari ke Toli Toli. Sementara untuk mencapai Kepulauan Sombori dapat melakukan perjalanan darat dengan jangka waktu lima jam dari Kota Kendari. Atau juga bisa juga dengan menggunakan kapal yang berada di pelabuhan Molore. Ketika anda sampai di kedua lokasi ini, anda dapat memilih spot mana yang akan anda gunakan sebagai lokasi refresing fikiran anda. Dari mulai Pulau Kayangan, Pulau Koko yang berada di Kepulauan Sombori sampai pemandangan atas maupun bawah air yang tersaji di Kepulauan Labengki. Destinasi Baru Sombori Dan Labengki 2018 ini memang sangatlah tepat bila menjadi rekomendasi kepada anda semua untuk menikmati pesona alam
Nampaknya tahun 2017 telah berakhir dan tahun baru 2018 baru saja dimulai. Pastinya juga anda ingin berencana untuk menghibur diri di awal tahun 2018 ini agar bisa mendapatkan fikiran yang fresh, kenyamanan serta kesegaran di setiap langkah anda. Maka dengan itulah, tidak ada salahnya jika anda mencoba salah satu trip wisata yang mungkin anda belum
Tips Mengunjungi Wisata di Bali Bersama Keluarga Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik bagi semua umur, dari mulai anak-anak hingga dewasa. Akan tetapi tidak semua destinasi wisata yang ada di Bali cocok dikunjungi oleh semua umur. Mengingat dalam satu keluarga pasti memiliki anak-anak di bawah umur, hal ini penting untuk mencari destinasi wisata yang cocok bagi si buah hati dari mulai sisi keamanan dan juga destinasi yang bersifat edukatif. Berikut ini adalah tips wisata keluarga di Bali yang berisi tentang beberapa destinasi populer yang cocok bagi keluarga terutama bagi si buah hati. Pulau Penyu Tanjung Benoa Pulau yang terkenal sebagai penangkaran penyu ini merupakan destinasi populer bagi anak-anak. Di sini anak-anak dapat belajar mengenai siklus hidup penyu. Anak-anak anda juga dapat berinteraksi langsung dengan penyu-penyu yang ada di penangkaran salah satunya adalah dapat memberi makan secara langsung. Di sini terdapat layanan wisata yang bernama Turtle Island Tour dan Glass Bottom Boat. Turtle Island Tour adalah para wisatawan dapat berkeliling di pulau ini untuk melihat penyu di lingkungan alaminya. Selain buah hati bisa belajar mengenai penyu, ayah dan ibu juga bisa menikmati keindahan pulaunya dengan pantai-pantai cantik. Nah sedangkan Glass Bottom Boat adalah tour di tengah laut menggunakan kapal yang bagian bawahnya terdapat kaca transparan, sehingga para wisatawan dapat melihat langsung di bawah permukaan laut tanpa harus menyelam. Sangat cocok bagi buah hati untuk belajar biota laut dengan melihat secara langsung. Para penumpang akan diajak berkeliling dengan perahu motor di kawasan laut sekitaran Tanjung Benoa yang merupakan spot-spot dimana banyak ikan berkumpul. Destinasi yang berada di Pulau Tanjung Benoa ini memasang tarif tiket masuk sebesar Rp 10.000 setiap orang. Bagi anda yang berminat untuk melakukan tour Glass Bottom Boat, tarifnya adalah Rp 350.000 per kapal yang dapat dinaiki oleh 10 orang sekaligus. Bali Safari Marine Park Tips wisata keluarga
Tips Mengunjungi Wisata di Bali Bersama Keluarga Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik bagi semua umur, dari mulai anak-anak hingga dewasa. Akan tetapi tidak semua destinasi wisata yang ada di Bali cocok dikunjungi oleh semua umur. Mengingat dalam satu keluarga pasti memiliki anak-anak di bawah umur, hal ini penting untuk mencari destinasi wisata
Taman Nasional Komodo menyimpan banyak spot wisata andalan bagi para wisatawan yang berkunjung. Ada beberapa spot wisata andalan Taman Nasional Komodo dengam total luas area mencapai 1.817 km persegi. Keindahan Taman Nasional Komodo telah sangat terkenal baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri. Taman Nasional Komodo sendiri merupakan kumpulan banyak pulau namun 3 pulau utamanya adalah Pulau Komodo, Pulau Padar dan Pulau Rinca. Dengan gugusan banyak pulau membuat Taman Nasional Komodo menjadi tujuan berlibur yang cukup menarik. Spot Wajib di Taman Nasional Komodo Terdapat sejumlah spot yang menjadi wisata andalan Taman Nasional Komodo dan wajib dikunjungi oleh para wisatawan. Berikut ini ulasannya: Loh Buaya Loh Buaya adalah pusat persebaran komodo di Pulau Rinca. Anda dapat bertolak dari Labuan Bajo dengan menaiki kapal dengan lama perjalanan berkisar 2 jam tergantung kondisi air laut. Anda harus ditemani seorang pemandu wisata selama berkeliling di Pulau Loh Buaya. Selain komodo juga ada spot pantai dan bukit untuk bersantai para wisatawan. Pantai Pink Destinasi wisata andalan Taman Nasional Komodo berikutnya adalah Pantai Pink yang sudah cukup populer di kalangan para wisatawan lokal maupun mancanegara. Pantai yang sangat unik ini berlokasi di Pulau Komodo. Pantai ini memiliki keunikan yang cukup populer dimana pasir pantainya berwarna merah muda atau pink. Warna pink di pantai ini ternyata dikarenakan karangnya yang memiliki warna pink. Karang pink ini banyak tersebar di sekitar area pantai. Ombak yang menyapu karang membawa butiran – butiran kecil hingga ke bibir pantai. Butiran warna pink tersebut membaur dengan hamparan pasir pantai yang membuatnya terlihat berwarna pink. Gili Laba Di dunia maya saat ini banyak tersebar foto – foto para wisatawan dengan background pemandangan yang eksotis di Taman Nasional Komodo. Spot ini dapat ditemukan di Gili Laba. Gili Lama sendiri adalah sebuah bukit yang memiliki panorama alam laut sekaligus bukit nan menawan. Gili
Taman Nasional Komodo menyimpan banyak spot wisata andalan bagi para wisatawan yang berkunjung. Ada beberapa spot wisata andalan Taman Nasional Komodo dengam total luas area mencapai 1.817 km persegi. Keindahan Taman Nasional Komodo telah sangat terkenal baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri. Taman Nasional Komodo sendiri merupakan kumpulan banyak pulau namun 3
Dalam suat kunjungan ke Dusun Kapayang tempat bermukim Dayak Meratus, ada seorang Ibu yang begitu bersahabat menerima kami. Ia baru saja turun dari hutan, menggendong balihung di punggung, berisikan pecahan pohon kayu manis. Peserta kami, Mustaqim, penasaran seperti apa rasanya menggendong balihung. Si Ibu dengan baik hati mempersilakan Mustaqim untuk mencoba. Setelah mengisi balihung dengan kulit kayu manis yang sudah direndam seharian, si Ibu menyerahkan balihung untuk dipakai oleh Mustaqim. Menaiki undakan satu demi satu. Terus berjalan menuju dusun atas, karena rumah si Ibu terletak di atas, persis tepi atas sisi sungai. Setelah berat menahan titik beban di kepala dan pundak, akhirnya sampai juga di depan rumah. "Bagaimana rasanya?" saya bertanya. Lepas menghela nafas dan mengumpulkan tenaga Taqim menjawab, "Ternyata, berat..." Kami pun hanya meringis. Seusai bersih diri sehabis turun dari hutan, si Ibu pun melanjutkan aktivitasnya, mengumpulkan hasil kulit kayu manis. Sementara Taqim berinteraksi dengan penduduk setempat, saya memperhatikan si Ibu. Karena penasaran, saya bertanya, "Bu...apa boleh saya masuk ke dalam rumah..? Saya ingin tahu rumah penduduk Kapayang seperti apa.." Si Ibu menjawab senang, "Pasti boleh!" Dengan senang hati saya masuk ke dalam rumahnya. Di antara rumah penduduk yang lain, saya rasa ini termasuk rumah yang cukup luas. Ada satu ruang utama dan satu kamar. Sisanya adalah dapur dan tempat mencuci perabotan. Di atas lemari dapur terdapat banyak balihung. Penduduk asli Dayak Meratus memang sudah terbiasa membuat sendiri balihung mereka. Yang menarik adalah bagian paling akhir dari rumah. Di sisi samping dan belakang, terdapat jendela besar. Ketika saya membukanya, langsung terpapar pemandangan sungai di depan bawah rumah. Suara gemericik air sungai yang berbenturan dengan batu pun terdengar jelas. Saya tersenyum ke arah sang Ibu. "Senang sekali Bu, punya rumah seperti ini. Auranya segar," ucap saya sekaligus berterima kasih karena sudah diperbolehkan masuk meneliti rumahnya. Si Ibu tersenyum senang. Lalu
Dalam suat kunjungan ke Dusun Kapayang tempat bermukim Dayak Meratus, ada seorang Ibu yang begitu bersahabat menerima kami. Ia baru saja turun dari hutan, menggendong balihung di punggung, berisikan pecahan pohon kayu manis. Peserta kami, Mustaqim, penasaran seperti apa rasanya menggendong balihung. Si Ibu dengan baik hati mempersilakan Mustaqim untuk mencoba. Setelah mengisi balihung dengan
Dalam sejarahnya dahulu Yogyakarta dan Solo adalah berada didalam satu wilayah yaitu Kerajaan Mataram tetapi sejak perjanjian Giyanti di tahun 1755 kerajaan Mataram terpecah menjadi dua yaitu Yogyakarta dan Surakarta. Meski hingga kini keduanya terpisah secara administratif, dalam perjalanan menelusuri peninggalan kejayaan masa peradaban islam di Jawa pada kurun waktu antara abad 14 hingga 17 Masehi, Campa Tour memasukkan kota Solo dalam agenda penjelajahan tour ramadan dengan tema The Soul Ancient of Islam. Dengan tujuan memahami secara menyeluruh sejarah penyebaran Islam di Pulau Jawa. Jejak perjalanan bagian kedua Hari kedua cerita kami lanjutkan perjalanan ke sebuah peninggalan Mataram dengan mengunjungi sebuah daerah peninggalan yang bernama Kota Gede. Di Kota Gede inilah para pendiri awal Mataram Islam dan Sunan Kalijaga mengikhtiarkan sebuah siasat dakwah penyebaran Islam ke pedalaman Jawa. Cara yang dilakukan oleh para pendiri awal Mataram Islam dan Sunan Kalijaga adalah dengan mengorganisir sebuah masyarakat untuk membuat kraton. Cara dakwah yang cerdas ini menjadi upaya Sunan Kalijaga untuk menancapkan nilai-nilai Islam agar semakin mudah di cerna oleh masyarakat Jawa. Perjalanan di kampung batik Laweyan. Photo Courtesy of: Andhini Dewi Sebagian dari kami yaitu para lelaki, menggunakan sorjan atau baju lurik khas Jogja untuk lebih menjiwai perjalanan hari ini. Team Campa Tour telah menyediakan sorjan dalam berbagai ukuran sehingga kami dapat leluasa memilih yang pas di badan. Dengan menggunakan baju tenun khas Jawa ini, kami memasuki komplek makam Senopati di Kota Gede. Makam Ki Ageng Mangir Wanabaya adalah tempat yang kami tuju karena salah satu dari kami memiliki garis darah keturunan Ki Ageng Mangir. Dalam sejarahnya, Ki Ageng Mangir Wanabaya adalah penguasa daerah Mangir yang merupakan daerah perdikan atau desa yang tidak berkewajiban membayar upeti atau pajak kepada kerajaan Mataram. Solo menjadi tujuan kami selanjutnya. Selama perjalan, Mas Ari sebagai history expert dari Campa Tour mengajak kami selalu berdiskusi apa saja yang
Dalam sejarahnya dahulu Yogyakarta dan Solo adalah berada didalam satu wilayah yaitu Kerajaan Mataram tetapi sejak perjanjian Giyanti di tahun 1755 kerajaan Mataram terpecah menjadi dua yaitu Yogyakarta dan Surakarta. Meski hingga kini keduanya terpisah secara administratif, dalam perjalanan menelusuri peninggalan kejayaan masa peradaban islam di Jawa pada kurun waktu antara abad 14 hingga 17