Pagi hari saat matahari masih belum menampakan diri suasana di Wae Rebo masih sangat sepi, hal terbaik yang dilakukan adalah menunggu sinar matahari dari bukit dimana taman bacaan pelangi berdiri kokoh beraksitektur rumah adat khas Wae Rebo. Di sanalah semua pemandangan alam dan kampung akan terlihat indah. Setelah puas mengambil foto kampung saat matahari mulai menerangi , berinteraksi dengan masyarakat adalah hal yang terbaik untuk sekedar menikmati hangatnya sambutan masyarakat dan sekaligus mengetahui lebih dalam seluk beluk desa beserta tradisinya. Masyarakat Wae Rebo sangat terbuka, mereka sangat senang ketika rumah mereka dikunjungi oleh tamu, terutama saat pagi hari mereka berkumpul di pusat rumah Mbaru Niang. Para lelaki bercerita sambil minum kopi dan makan cemilan umbi rebus yang manis sebelum mereka sarapan. Saat Ibu Rofina menyiapkan nasi, banyak hal yang dibicarakan ketika pagi hari. Mulai dari cerita kejadian-kejadian saat di hutan atau di kebun kopi, hingga berita-berita terbaru yang mereka dapat dari kampung Ende. Jika tamu aktif bertanya soal sejarah atau budaya, mereka pasti akan menceritkan banyak hal soal Wae Rebo. Bapak Blasius misalnya dia bercerita soal kampung adat Wae Rebo yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur dan kaitannya dengan Minangkabau. Bapak Blisius bercerita soal Wae Rebo yang secara tradisi lesan masyarakat nenek moyang mereka yang bernama Maro berasal dari Minangkabau, yang kemudian belayar menuju ke selatan dan akhirnya menemukan Pulau Flores. Setelah itu mereka mencari lokasi, pertama kali Mereka pindah ke Liho Dari Liho, kemudian pindah ke Ndara, Golo Damu, dan Golo Pandu, setelah itu pindah ke pegunungan Poncoroko. Blasius bercerita soal Kedekatan budaya mereka dengan Suku Minang yang dapat dilihat dari bentuk rumah dan tradisi pernikahan mereka yang hampir sama. Selain itu, soal bentuk rumah adat Wae Rebo yang selalu dikaitkan dengan bentuk sarang laba-laba yang juga terjadi dalam pola pembagian sawah yang ditanami padi oleh Suku
Pagi hari saat matahari masih belum menampakan diri suasana di Wae Rebo masih sangat sepi, hal terbaik yang dilakukan adalah menunggu sinar matahari dari bukit dimana taman bacaan pelangi berdiri kokoh beraksitektur rumah adat khas Wae Rebo. Di sanalah semua pemandangan alam dan kampung akan terlihat indah. Setelah puas mengambil foto kampung saat matahari mulai