Bukan rahasia lagi jika Gunungkidul dikenal sebagai surganya pantai di Jogja. Hal ini tidak lain karena memang di bagian selatan Gunungkidul memiliki deretan pantai dengan keindahan yang luar biasa. Di sini terdapat banyak pantai, baik yang sudah terkenal maupun yang baru saja dikenal dan belum banyak dikunjungi wisatawan.Pantai Ngrenehan Belum lama ini, Gunungkidul kembali membuka destinasi wisata pantai baru untuk wisatawan. Salah satu pantai yang baru dikenalkan ini adalah Pantai Ngrenehan yang memiliki potensi wisata luar biasa indahnya. Nama Ngrenehan berasal dari bahasa Jawa, yaitu “reneh” yang berarti ajakan atau suruhan untuk datang ke sini. Setibanya di pantai ini, pengunjung langsung disambut dengan suasana klasik. Terlihat jelas pasir putih menghiasi tepi pantai dan ditambah dengan birunya air laut menambah suasana pantai begitu nyaman dan menenteramkan. Pemandangan tebing yang tinggi di setiap sisi pantai menambah lengkap keindahan Pantai Ngrenehan sehingga membuat pengunjung tidak cepat bosan. Di sini, pengunjung juga bisa melihat perahu yang biasa digunakan nelayan untuk mencari ikan. Perahu-perahu itu berjejer di tepi pantai dengan rapi. Pantai Ngrenehan tergolong curam, tetapi ombaknya tidak besar seperti ombak di pantai di Gunungkidul lainnya. Uniknya, pengunjung dapat menemukan bentuk pantai seperti teluk karena adanya kumpulan batu karang di pinggir pantai. Di sini juga banyak ditemukan cangkang berukuran kecil yang tersebar sehingga sekilas mirip dengan koral laut. Bonus yang diperoleh di pantai ini adalah pengunjung dapat melihat aktivitas warga sekitar, mulai dari persiapan melaut, menjual hasil tangkapan, hingga memperbaiki jaring ikan yang rusak. Selain itu, di sini juga terdapat pelelangan ikan, sehingga pengunjung dapat langsung membeli hasil tangkapan nelayan yang masih segar. Tentu saja, dengan harga yang lebih terjangkau jika dibandingkan beli di pasar atau supermarket. Untuk masuk ke Pantai Ngrenehan, pengunjung dikenakan biaya yang cukup terjangkau. Hanya diperlukan 5.000 rupiah per orang, pengunjung bisa menikmati keindahan yang ada di pantai ini. Selain biaya
Bukan rahasia lagi jika Gunungkidul dikenal sebagai surganya pantai di Jogja. Hal ini tidak lain karena memang di bagian selatan Gunungkidul memiliki deretan pantai dengan keindahan yang luar biasa. Di sini terdapat banyak pantai, baik yang sudah terkenal maupun yang baru saja dikenal dan belum banyak dikunjungi wisatawan.Pantai Ngrenehan Belum lama ini, Gunungkidul kembali membuka
Salah satu Wisata Alam di Yogyakarta yang berada di Gunungkidul adalah Watu Amben. Tepatnya, berada di salah satu Puncak Bukit Seribu, yakni di dekat Bukit Bintang. Nama wisata ini diambil dari Bahasa Jawa yang memiliki makna tempat tidur yang terbuat dari batu. Sesuai dengan namanya, di sini terdapat batu yang bentuknya mirip dengan tempat tidur atau ranjang. Uniknya, batu ini terletak di tepi jurang yang mana kedalaman jurang dapat mencapai ratusan meter. Karena masih tergolong baru, lokasi wisata ini belum banyak dikunjungi oleh wisatawan. Meskipun demikian, pemandangan yang disuguhkan tidak dapat dipandang sebelah mata. Pemandangan yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi menjadi rekomendasi pas bagi kalian yang ingin melepas penat. Sebelum dijadikan lokasi wisata, Watu Amben sering dijadikan tempat istirahat bagi petani yang sedang mencari pakan untuk ternak mereka. Tentu saja, tempat ini dipilih karena keindahan alamnya yang memukau sehingga bisa menghilangkan rasa capek setelah mencari rumput. Dari sini, kalian bisa melihat indahnya kota Jogja dari ketinggian. Saat cuaca sedang mendukung, kalian juga bisa melihat indahnya Gunung Merapi, Sumbing, dan Merbabu. Tak kalah menarik, sunset di sini juga terkenal sangat indah dan menawan. Udara yang sejuk dan pemandangan yang indah menjadi perpaduan sempurna bagi pengunjung yang ingin berwisata. Selain itu, lokasi ini juga sangat pas untuk berswafoto sebagai pelengkap koleksi di galeri ponsel maupun di media sosial. Tidak hanya siang hari, pengunjung juga bisa menangkap gambar pada malam hari. Lampu yang menghiasi kota Joga seperti bintang yang bertaburan di angkasa. Indah sekali tentunya. Di sini, pengunjung juga bisa menemukan beberapa gazebo yang dapat digunakan sebagai tempat untuk bersantai. Atau, dapat pula menikmati pemandangan indah ditemani makanan khas yang disediakan di warung sekitar Watu Amben. Kabar baiknya, pengunjung tidak dikenakan biaya untuk bisa menikmati keindahan alam dari Watu Amben ini. Tetapi, pengunjung perlu membayar parker 2.000 rupiah untuk motor dan
Salah satu Wisata Alam di Yogyakarta yang berada di Gunungkidul adalah Watu Amben. Tepatnya, berada di salah satu Puncak Bukit Seribu, yakni di dekat Bukit Bintang. Nama wisata ini diambil dari Bahasa Jawa yang memiliki makna tempat tidur yang terbuat dari batu. Sesuai dengan namanya, di sini terdapat batu yang bentuknya mirip dengan tempat tidur
Jika mendengar wisata di Bantul, Jogja, apa yang terpikirkan oleh kalian? Pantai Parangtritis? Ya, jawaban tersebut tidak salah. Namun, jangan salah ya, karena banyak sekali destinasi wisata di Bantul yang bisa dikunjungi selain Pantai Parangtritis. Salah satu destinasi yang bisa dikunjungi di Bantul adalah Air Terjun Tuwondo. Saat ini, air terjun ini masih dalam masa pengembangan sebagai objek wisata baru di Bantul yang berbasis pedesaan alami. Uniknya, air terjun yang satu ini memiliki bentuk seperti tangga yang terbuat dari batu. Sehingga, nama Tuwondo disematkan untuk air terjun ini yang berarti “watu” dan “ondo”. Dalam bahasa Indonesia, artinya adalah batu bertangga. Keunikan lain yang ditemui di air terjun ini adalah aliran airnya yang terbelah menjadi dua. Air mengalir melewati batu-batu bertangga sejumlah tiga tingkat. Masing-masing tingkat memiliki ketinggian kurang lebih 3 sampai 5 meter. Selain itu, pepohonan jati di sekitar air terjun juga menambah keindahan alam yang terpancar dengan jelas. Saat sampai di kawasan ini, pengunjung akan menemukan banyak himbauan agar tidak bersandar di dinding yang ada di sekitar Air Terjun Tuwondo. Karena, hal itu berbahaya dan demi keamanan pengunjung itu sendiri. Seperti sebagian besar air terjun di Jogja, debit air di sini juga sangat tergantung dengan musim. Tentu saja, pada musim hujan debit airnya semakin besar dan keruh. Namun, keruhnya air di air terjun ini memang disebabkan adanya partikel tanah merah yang terdapat di dalam aliran air. Jika dibandingkan dengan air terjun lain, memang di sini airnya lebih keruh. Destinasi wisata Air Terjun Tuwondo ini masih dikelola secara manual oleh penduduk sekitar dan karang taruna. Sehingga, belum ditemukan fasilitas yang lengkap seperti objek wisata lain di Jogja. Namun, oleh karena itu pula, pengunjung masih diberlakukan tarif suka rela, baik untuk memasuki kawasan ini maupun untuk parkir. Mengunjungi Air Terjun Tuwondo saat masih alami tentu akan memberi kesan tersendiri bagi pengunjung.
Jika mendengar wisata di Bantul, Jogja, apa yang terpikirkan oleh kalian? Pantai Parangtritis? Ya, jawaban tersebut tidak salah. Namun, jangan salah ya, karena banyak sekali destinasi wisata di Bantul yang bisa dikunjungi selain Pantai Parangtritis. Salah satu destinasi yang bisa dikunjungi di Bantul adalah Air Terjun Tuwondo. Saat ini, air terjun ini masih dalam masa
Bosen dengan segala aktivitas sehari-hari yang membuat penat? Berwisata adalah salah satu solusi tepat agar pikiran kembali segar. Salah satu lokasi wisata paling direkomendasikan di Jogja adalah Puncak Suroloyo. Puncak ini merupakan yang paling tinggi di Perbukitan Menoreh. Ketinggian Puncak Suroloyo lebih dari 2000 meter di atas permukaan laut. Uniknya, puncak ini membentang dari Yogyakarta hingga Jawa Tengah. Dari Puncak Suroloyo ini, pengunjung dapat melihat pemandangan kota Jogja dari atas. Selain kota Jogja, pengunjung juga dapat melihat pemandangan Candi Borobudur. Pengunjung dapat menikmati pemandangan dari ketinggian dengan duduk di pendopo atau gardu yang telah disediakan. Pendopo yang paling bawah bernama Suroloyo, sedangkan pendopo kedua terletak sekitar 200 meter dari Suroloyo ke arah barat. Dari pendopo kedua, pemandangan yang dapat dilihat adalah Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Untuk menuju pendopo ke tiga, pengunjung harus sedikit melakukan pendakian sekitar 200 meter. Pendakian dilakukan dengan menaiki anak tangga yang telah disiapkan. Pendopo ketiga bernama Kaendran yang mana dari sini pengunjung dapat melihat keindahan Pantai Glagah Kulon Progo. Selain menyuguhkan keindahan alam, Puncak Suroloyo juga terdapat sebuah cerita sejarah. Dulu kala, konon di Puncak ini Raden Mas Rangsang mendapat gelar Sultan Agung Hanyokrokusumo. Setelah mendapat wangsit, ia melakukan pertapaan di puncak ini. Dibalik keindahan yang dimiliki Puncak Suroloyo ternyata puncak ini memiliki suatu misteri. Yaitu sebuah mitos bahwa Puncak Suroloyo sudah ada sejak dulu dan di puncah tersebut merupaka tampat bekas Raden Mas Rangsang memiliki gelar Sultan Agung Hanyokrokusumo. Di ini Raden Mas Rangsang melakukan pertapaan setelah dia menerima sebuah wangsit. Meskipun menyuguhkan pemandangan yang sangat indah, rupanya untuk masuk ke destinasi wisata alam ini hanya dikenakan harga tiket yang sangat murah. Pengunjung hanya perlu membayar 2.000 rupiah. Jika tidak ingin terlalu capek saat menuju puncak, pengunjung dapat menyewa ojek dari pertigaan Bendo. Tarifnya untuk pulang pergi adalah sekitar 50.000 rupiah. Biaya parkir yang
Bosen dengan segala aktivitas sehari-hari yang membuat penat? Berwisata adalah salah satu solusi tepat agar pikiran kembali segar. Salah satu lokasi wisata paling direkomendasikan di Jogja adalah Puncak Suroloyo. Puncak ini merupakan yang paling tinggi di Perbukitan Menoreh. Ketinggian Puncak Suroloyo lebih dari 2000 meter di atas permukaan laut. Uniknya, puncak ini membentang dari Yogyakarta
Di Jogja, terdapat beberapa wisata yang bernama Banyunibo, yakni Candi Banyunibo, Air Terjun Banyunibo, dan Curug Banyunibo. Meskipun memiliki nama yang sama, namun ketiganya terletak di tiga tempat berbeda. Air Terjun Banyunibo terletak di Gunungkidul dan Candi Banyunibo terletak di dekat Candi Ratu Boko, sedangkan Curug Banyunibo berada di Bantul. Curug Banyunibo merupakan destinasi wisata baru yang sedang dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Bantul, Jogja. Meskipun sudah lama ada, tetapi belum banyak orang yang mengetahui. Destinasi wisata alam yang satu ini tahun 2013 mulai banyak dikunjungi, tetapi pada saat itu hanya ramai pada weekend. Untuk itu, pemerintah dan pengelola setempat mulai serius mengembangkan dan memperkenalkan Curug Banyunibo kepada pengunjung agar lebih menarik perhatian. Uniknya, Curug ini terletak di tengah hutan yang masih sangat asri dan alami. Bahkan, untuk mencapainya, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 100 meter dari penitipan motor karena akses yang tidak memungkinkan membawa kendaraan lebih dekat lagi. Di sepanjang perjalanan menuju curug dari penitipan kendaraan, kita dapat duduk bersantai di gazebo yang telah disediakan oleh pihak pengelola. Banyak pengunjung yang sengaja duduk santai di gazebo untuk menikmati keindahan alam, sejuknya udara, dan juga suara gemericik air yang menenangkan. Selain itu, pengunjung dapat pula bermain air di bawah Curuh Banyunibo yang memiliki ketinggian 10 meter tersebut. Kolam airnya yang tidak terlalu dalam dan debit air yang tidak terlalu deras membuat pengunjung nyaman saat bermain air. Air di sini sangat jernih dan alami, sehingga baik dipandang maupun dipakai untuk bermain air tetap akan membuat hati siapa pun menjadi tenang. Untuk itu, jangan melewatkan berswafoto di sini yang pemandangannya masih sangat alami dan indah. Untuk memasuki Curug Banyunibo, pengunjung belum dikenakan biaya. Namun, ada biaya jasa untuk penitipan kendaraan bermotor, yakni 2.000 rupiah untuk sepeda motor dan 10.000 rupiah untuk kendaraan roda empat. Jika ingin berkunjung ke Jogja, Curug Banyunibo, dan berbagai
Di Jogja, terdapat beberapa wisata yang bernama Banyunibo, yakni Candi Banyunibo, Air Terjun Banyunibo, dan Curug Banyunibo. Meskipun memiliki nama yang sama, namun ketiganya terletak di tiga tempat berbeda. Air Terjun Banyunibo terletak di Gunungkidul dan Candi Banyunibo terletak di dekat Candi Ratu Boko, sedangkan Curug Banyunibo berada di Bantul. Curug Banyunibo merupakan destinasi wisata
Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk salah satu daerah yang unik. Pasalnya, secara geografis, Yogyakarta terletak di antara wilayah berbeda-beda. Seperti yang telah diketahui, di Yogyakarta terdapat gunung, pantai, puncak perbukitan dan juga dataran. Sehingga, di masing-masing geografis ini memiliki potensi wisata alam yang tidak diragukan lagi keindahannya. Salah satu destinasi wisata yang ada di Jogja dan terletak di perbukitan adalah Puncak Kuda Sembrani. Puncak ini terletak di Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Destinasi ini merupakan wisata hutan yang sangat asri dan alami. Sehingga, pengunjung yang datang ke puncak ini akan merasakan udara yang sejuk, bersih, dan nuansa teduh. Selain itu, pemandangan yang indah, hijau, dan dari ketinggian. Tidak heran jika puncak ini menjadi idaman bagi pengunjung karena dapat menyegarkan mata dan juga menghilangkan penat setelah mengerjakan tugas maupun tuntutan dari pekerjaan. Tidak lengkap rasanya berwisata tanpa berfoto ria. Di puncak ini, pengunjung dapat berswafoto dengan latar belakang pemandangan berupa persawahan dan pepohonan yang hijau dan sejuk. Saat mengunjungi Puncak Kuda Sembrani, jangan kaget jika jumlah pengunjung membeludak pada weekend atau hari libur. Karena, puncak ini sudah terkenal dengan keindahannya sejak dulu. Sehingga, banyak pengunjung yang selalu tertarik untuk dapat menikmati keindahannya. Keindahan Puncak Kuda Sembrani semakin sempurna saat sore hari menjelang matahari terbenam. Tidak sedikit fotografer yang sengaja datang sore hari untuk mengabadikan momen keindahan alam tersebut. Selain itu, banyak pula pasangan yang menjadikan lokasi ini sebagai tempat prewedding. Keindahan alamnya yang begitu nyata membuat hasil foto semakin sempurna. Untuk menikmati keindahan alam dari ketinggian, pengunjung juga dapat melihatnya dari gardu pandang yang ada di destinasi ini. Dengan biaya masuk seikhlasnya, menikmati keindahan alam dari ketinggian merupakan hal yang sangat wajib untuk dicoba. Pengunjung hanya dikenakan tarif wajib berupa parkir kendaraan, yakni 2.000 rupiah untuk sepeda motor dan 5.000 rupiah untuk mobil. Meskipun akses menuju ke Puncak Kuda Sembrani cukup terjal, tetapi hal
Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk salah satu daerah yang unik. Pasalnya, secara geografis, Yogyakarta terletak di antara wilayah berbeda-beda. Seperti yang telah diketahui, di Yogyakarta terdapat gunung, pantai, puncak perbukitan dan juga dataran. Sehingga, di masing-masing geografis ini memiliki potensi wisata alam yang tidak diragukan lagi keindahannya. Salah satu destinasi wisata yang ada di Jogja dan
Museum Gunung Merapi merupakan destinasi wisata yang menarik dan unik untuk dikunjungi. Seperti museum pada umumnya, museum ini menyimpan berbagai benda bersejarah. Namun, di sini khusus untuk menyimpan berbagai hal berkaitan dengan Gunung Merapi. Semua hal yang berkaitan dengan Gunung Merapi terdapat di museum ini dan terawat dengan baik. Berbagai benda yang disimpan di dalam Museum ini dapat dijadikan objek wisata maupun kajian bagi pengunjung. Oleh karena itu, para orang tua sangat direkomendasikan mengajak buah hati untuk mengunjungi museum ini jika berkunjung ke Jogja. Destinasi ini dapat ditemukan sekitar 5 km dari destinasi wisata Kaliurang dan diresmikan pada tanggal 1 Oktober 2009 oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral bernama Purnomo Yusgiantoro. Dibangun di atas lahan seluas 3,5 hektar, museum ini memiliki banyak fungsi. Salah satunya adalah sebagai tempat pengenalan, pendidikan, dan pengetahuan tentang Gunung Merapi yang meliputi sejarah maupun secara struktural. Melalui museum ini pula, pengunjung diajak mengenali gunung api pada umumnya serta potensi manfaat dan bahaya yang ditimbulkan oleh Gunung Merapi maupun gunung api pada umumnya. Di sini pula, pengunjung dapat menemukan koleksi gambar, foto, maupun video tentang bencana alam akibat aktivitas Gunung Merapi, misalnya gempa, erupsi, dan letusan. Museum yang terletak di Kabupaten Sleman ini memiliki dua lantai. Lantai pertama, diisi dengan koleksi foto erupsi Gunung Merapi hingga alat yang digunakan untuk mengamati aktivitas Gunung Merapi, misalnya seismograf, komputer, dan radio. Sedangkan, di lantai dua pengunjung dapat melihat replika Gunung Merapi dari atas. Di lantai ini juga terdapat beberapa alat peraga bencana akibat aktivitas Gunung Merapi. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati bioskop yang menampilkan film dokumentasi yang berjudul “Mahaguru Merapi”. Biasanya, lantai dua juga dijadikan spot foto bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen liburan di Museum Gunung Merapi. Beberapa spot foto sangat menarik untuk dijadikan latar belakang. Pengunjung juga dapat menikmati sensasi lava tour, yakni menyusuri
Museum Gunung Merapi merupakan destinasi wisata yang menarik dan unik untuk dikunjungi. Seperti museum pada umumnya, museum ini menyimpan berbagai benda bersejarah. Namun, di sini khusus untuk menyimpan berbagai hal berkaitan dengan Gunung Merapi. Semua hal yang berkaitan dengan Gunung Merapi terdapat di museum ini dan terawat dengan baik. Berbagai benda yang disimpan di dalam
Selain wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, dan wisata kekinian, Jogja juga memiliki destinasi wisata berupa desa wisata. Di jenis wisata yang satu ini, pengunjung diajak untuk berwisata sekaligus belajar. Salah satu desa wisata yang sangat dikenal di Jogja adalah Desa Wisata Pulesari yang berada di Kabupaten Sleman. Desa yang terletak di pedesaan dekat Gunung Merapi ini banyak memiliki keunikan sehingga banyak menarik minat wisatawan, baik individu maupun kelompok. Di sini, masih terdapat wisata alam dan budaya yang dibungkus dan dikelola dengan baik, sehingga budaya yang ada tetap lestari. Desa wisata ini lahir pada tahun 2012, atau setelah dua tahun letusan Gunung Merapi yang sempat melumpuhkan berbagai kegiatan di desa Pulesari tersebut. Salah satu keunggulan Desa Wisata Pulesari adalah menonjolkan Agrowisata berupa perkebunan salak. Selain berkebun, memanen, dan merawat buah salah, di sini pengunjung juga dapat belajar berbagai cara pengolahan hasil panen salak menjadi jenis makana lain, misalnya wingko salah, dodol salak, kolak salak, madumongso salak, dan lain sebagainya. Selain Agrowisata, pengunjung juga bisa menikmati outbond menyusuri sungai yang telah diberi berbagai permainan dan wahana oleh pengelola agar kegiatan outbond semakin menyenangkan dan menantang. Beberapa wahana yang dapat ditemui adalah tangkap air, spiderman web, jembatan goyang, air terjun, gua, dan titian bambu. Pada momen tertentu, di Desa Wisata Pulesari juga terdapat upacara adat Merti Bumi yang diselenggarakan pada malam hari. Biasanya, jika ada pengunjung yang datang, maka mereka diajak turut serta sebagai bagian dari upacara adat tersebut. Pembangunan Desa Wisawa Pulesari berawal dari ide tokoh masyarakat dan warga sekitar yang ingin membangkitkan Desa Pulesari dari keterpurukan pasca letusan Gunung Merapi pada tahun 2010 lalu. Pengunjung dapat menyewa tempat tinggal pada rumah-rumah warga setempat atau membangun tenda di lapangan khusus camping. Biasanya, wisata ke Pulesari ini didominasi oleh kelompok atau grup yang ingin melakukan outbond. Banyaknya acara dan tawaran wisata yang
Selain wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, dan wisata kekinian, Jogja juga memiliki destinasi wisata berupa desa wisata. Di jenis wisata yang satu ini, pengunjung diajak untuk berwisata sekaligus belajar. Salah satu desa wisata yang sangat dikenal di Jogja adalah Desa Wisata Pulesari yang berada di Kabupaten Sleman. Desa yang terletak di pedesaan dekat Gunung
Jika selama ini Gunung kidul, Yogyakarta dikenal sebagai wisata alamnya, kini destinasi di salah satu kabupaten di DIY ini sudah banyak berkembang. Bagi traveller yang menyukai pengalaman baru dalam menjelajah alam, ada baiknya mencoba mengunjungi Watu Giring. Destinasi yang menakjubkan ini merupakan lokasi di mana ditemukan bebatuan alam yang berupa heritage megalitikum. Watu Giring Gunung kidul Watu Giring Gunung kidul Apa itu? Di destinasi ini akan ditemui lempengan batu yang dipotong, kemudian ditumpuk sehingga menyerupai anak tangga. Tidak hanya ada satu tumpukan batu, melainkan ada banyak tumpukan batu yang ada di Watu Giring. Bahkan, ada pula yang menyerupai candi. Karena keunikannya, Watu Giring sudah menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan yang penasaran dengan tumpukan batu-batu tersebut. Sebelum dijadikan tempat wisata, Watu Giring merupakan lokasi penambangan batu kapur. Sedangkan, batu yang disusun tersebut awalnya adalah alas yang digunakan untuk mendirikan tiang sebagai penyangga rumah. Alas ini disebut dengan giring. Oleh karena itu, destinasi ini diberi nama Watu Giring. Setelah aktivitas penambangan batu alam di hentikan, penduduk sekitar memotong batu-batu yang ditumpuk tersebut menjadi lebih kecil dan memanjang. Hasil potongan-potongan tersebut membentuk menyerupai anak tangga dan candi. Sehingga, terdapatlah Watu Giring yang saat ini dikenal. Tumpukan batu-batu alam yang indah itu sangat mirip dengan candi kuno yang berundak. Banyak pula pengunjung yang mengatakan bahwa Watu Giring mirip dengan wisata alam Bukit Breksi yang berlokasi di Kalasan. Selain unik, berswafoto di Watu Giring juga sangat Instagramble. Pengambilan foto dari berbagai angle akan menghasilkan foto yang indah dan unik. Jika diperhatikan dengan saksama, berfoto dengan latar belakang Watu Giring hasilnya menyerupai berfoto di Piramida Suku Maya yang memiliki punden bertingkat. Sehingga, tidak heran jika banyak orang yang mengira bahwa Watu Giring adalah bangunan candi kuno yang dibangun pada masa lalu. Bonus yang dapat dinikmati oleh pengunjung di Watu Giring adalah pemandangan sunset
Jika selama ini Gunung kidul, Yogyakarta dikenal sebagai wisata alamnya, kini destinasi di salah satu kabupaten di DIY ini sudah banyak berkembang. Bagi traveller yang menyukai pengalaman baru dalam menjelajah alam, ada baiknya mencoba mengunjungi Watu Giring. Destinasi yang menakjubkan ini merupakan lokasi di mana ditemukan bebatuan alam yang berupa heritage megalitikum. Watu Giring Gunung
Di Kabupaten Gunungkidul, terkenal akan surganya para pecinta wisata alam pantai. Karena, di sana terdapat banyak sekali destinasi wisata pantai yang begitu indah dan menarik. Di sepanjang garis pantai, terdapat wisata pantai yang memiliki keunikannya masing-masing. Salah satu pantai di Gunungkidul yang menjadi primadona wisatawan adalah Pantai Wediombo. Pantai ini termasuk salah satu kawasan geoheritage atau situs warisan sejarah. Sudah sejak lama Pantai ini menjadi tujuan wisata banyak orang. Pantai yang terkenal dengan lagunanya ini begitu sayang untuk dilewatkan jika berkunjung ke Gunungkidul, Yogyakarta. Laguna adalah cekungan berukuran besar yang terhimpit oleh karang, sehingga bentuk laguna menyerupai kolam alami. Karena tidak semua pantai di Gunungkidul memiliki laguna, sehingga Pantai Wediombo menjadi tujuan wisata menarik bagi wisatawan. Laguna di Pantai Wediombo ini memiliki kedalaman hingga dada orang dewasa. Selain itu, airnya jernih kebiruan, dan tentu saja menyejukkan mata siapa saja yang memandang. Ombak di Pantai ini tidak sebesar ombak di pantai-pantai lain di Gunungkidul. Oleh karena itu, pengunjung bisa berenang dan bermain air dengan tenang dan nyaman di pantai ini. Selain itu, Pantai Wediombo juga sangat luas, sehingga banyaknya pengunjung tidak akan mengganggu liburan. Keindahan Pantai Wediombo semakin sempurna dengan pancaran pemandangan dan cahaya dari pasir putih khas Gunungkidul. Adanya beberapa pepohonan besar di sekitar pantai juga dapat digunakan sebagai tempat berteduh alami, sehingga suasana panas tidak begitu terasa. Pengunjung dapat bersantai di bawah pohon sambil bermain pasir putih tanpa takut kepanasan. Di sekitar pantai, ada warung-warung yang menjajakan berbagai menu, mulai dari makanan ringan hingga berat. Ada pula warung yang menjual kelapa mudah, sehingga pengunjung dapat bersantai dengan menikmati segarnya air kelapa muda bersama keluarga, teman, maupun pasangan. Dari Pantai ini pula, sobat semua dapat menikmati momen saat matahari mulai tenggelam. Keindahan alam di pantai yang satu ini tidak dapat disembunyikan. Sebagai nilai tambah, akses menuju Pantai Wediombo tergolong mudah
Di Kabupaten Gunungkidul, terkenal akan surganya para pecinta wisata alam pantai. Karena, di sana terdapat banyak sekali destinasi wisata pantai yang begitu indah dan menarik. Di sepanjang garis pantai, terdapat wisata pantai yang memiliki keunikannya masing-masing. Salah satu pantai di Gunungkidul yang menjadi primadona wisatawan adalah Pantai Wediombo. Pantai ini termasuk salah satu kawasan geoheritage