Menjelajahi keindahan surga tersembunyi di bagian timur Indonesia akan membawa Anda pada pesona memikat Pulau Banda Naira. Terletak di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, pulau ini menyajikan perpaduan sempurna antara panorama alam bahari yang menakjubkan serta rekam jejak sejarah kejayaan jalur rempah dunia. Keasrian lingkungan yang tenang, dibalut keramahan masyarakat lokalnya, menjadikan tempat ini destinasi impian bagi para pecinta sejarah, penyelam, hingga wisatawan yang mendambakan ketenangan dari kejenuhan kota.
Daya tarik utama kawasan ini berpusat pada kekayaan situs bersejarah dan keindahan alamnya yang autentik. Anda dapat menyaksikan kemegahan Benteng Belgica yang berdiri kokoh menghadap Gunung Api Banda, mengagumi arsitektur klasik Rumah Pengasingan Bung Hatta, serta menyusuri jalanan tua beraksen kolonial yang eksotis. Tak kalah memukau, keindahan alam bawah lautnya menjadi surga bagi aktivitas snorkeling dan diving, di mana Anda bisa menikmati kejernihan air laut, terumbu karang yang terjaga murni, serta beragam spesies ikan tropis yang berenang bebas di area Lava Flow.
Fasilitas pendukung bagi para wisatawan di area pulau kini semakin memadai, mencakup pilihan penginapan yang nyaman, sewa peralatan selam, transportasi perahu antar-pulau, hingga kedai kuliner khas Maluku yang menyajikan hidangan olahan pala lezat. Atmosfer tempat yang tenang kian melengkapi kehangatan momen liburan Anda bersama orang-orang tercinta. Rencanakan perjalanan Anda ke Pulau Banda Naira sekarang juga dan rasakan sendiri pengalaman rekreasi alam serta sejarah yang tiada tandingannya!
Benteng Belgica Di Banda Naira sebuah tujuan wisata sejarah yang sangat wajib dikunjungi saat berada di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Indonesia. Kisah sejarah yang melekat pada Benteng Belgica Di Banda Naira ini adalah satu satunya tujuan mengapa lokasi ini menjadi wajib dikunjungi wagi para wisatawan baik lokal maupun asing. Benteng Belgica sendiri adalah sebuah benteng yang dibangun pada abad ke 16 di Pulau Neira pada masa penjajahan Portugis. Setelah kepergian Portugis dari Indonesia, Benteng Belgica tersebut kembali di renovasi oleh VOC yang pada masa itu dipimpin oleh Jenderal Pieter Both tepatnya pada tanggal 4 September 1611 silam. Setelah kependudukan VOC menguasai Benteng Belgica tersebut, Benteng Belgica tersebut diganti nama degan nama dari Belanda berupa Fort Belgica. Dengan di renovasinya kembali Fort Belgica ini, pada masa silam sampai dengan saat ini di Pulau Neira memiliki dua buah benteng peninggalan para penjajah yakni Benteng Belgica itu sendiri dan Benteng Nassau. Benteng-benteng ini merupakan saksi sejarah kelam dari masa penjajahan dimana pada masa itu benteng tersebut digunakan sebagai lokasi panta dan untuk memonopoli perdagangan pala yang dilakukan oleh pihak VOC pada masa itu. Pada saat ini, Benteng Belgica ini menjadi sebagai destinasi wisata sejarah yang memang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi oleh setiap wisatawan asing maupun lokal yang ada di sana. Benteng Belgica ini sendiri sampai dengan saat ini juga dikenal dengan nama lainnya yang disebut dengan The Indonesian Pentagon. Hal ini dikarenakan model bangunan dari pada Benteng Belgica yang hampir mirip dengan lambing Pentagon. Arsitek dari bentuk Benteng Belgica ini menempatkan menara pada setiap sisi Benteng. Menara-menara yang digunakan sebagai bangunan pantau perdagangan VOC. Wisatawan yang berkunjung di lokasi Benteng Belgica ini akan bisa melihat pesona yang tersaji dari pemandangan perairan Teluk Banda yang berwarna biru dan juga dapat melihat puncak gunung api dan juga keindahan dari rimbunan pohon pala. Benteng Belgica Di
Benteng Belgica Di Banda Naira sebuah tujuan wisata sejarah yang sangat wajib dikunjungi saat berada di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Indonesia. Kisah sejarah yang melekat pada Benteng Belgica Di Banda Naira ini adalah satu satunya tujuan mengapa lokasi ini menjadi wajib dikunjungi wagi para wisatawan baik lokal maupun asing. Benteng Belgica sendiri adalah sebuah benteng
Pulau Rhun Dan Ay Kepulauan Banda Naira merupakan gugusan pulau yang berada di provinsi Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Pulau Rhun dan Pulau Ay merupakan dua buah pulau yang letaknya berbeda namun masih berada dalam wilayah Kepulauan Banda. Pulau Rhun sendiri merupakan sebuah pulau yang ukurannya dapat dikatakan paling kecil dari beberapa pulau lainnya yang ada di Kepulauan Banda Naira. Panjang daripada Pulau Rhun sendiri adalah 3 kilometer dan lebarnya hanya kurang dari 1km. Sementara itu, Pulau Ay merupakan pulau dan juga sebuah desa yang berada di dalam kawasan Kecamatan Banda, Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Posisi geografis dari Pulau Ay sendiri beraa di sebelah barat daripada Kepulauan Banda. Pulau Ay memiliki sebuah tempat destinasi yang digunakan sebagai lokasi snorkeling yang sangat bagus di wilayah Laut Banda. Dari segi destinasi wisata, Pulau Rhun tidak begitu memiliki banyak destinasi, namun keindahan pulau serta sejarah dari pulaunya sendiri dapat menjadi destinasi atau tujuan bagi seseorang wisatawan yang ingin mengunjunginya. Dengan kata lain, seorang wisatawan yang berkunjung ke Pulau Rhun akan dapat menikmati keindahan daripada pulau itu sendiri sekaligus mencari pengetahuan mengenai sejarah dari Pulau Rhun yang dulu pada zaman Belanda merupakan salah satu pulau yang begitu didambakan untuk dimiliki. Tidak lain adalah karena penjualan dari segi rempah rempah yang berkhualitas yang mampu di hasilkan oleh Pulau rhun itu sendiri. Rempah rempah berupa pohon pala adalah salah satu rempah yang paling diminati untuk diambil dari Pulau Rhun oleh pihak Belanda pada masa penjajahan dulu. Lalu selanjutnya, jika seorang wisatawan ingin mengunjungi berbagai destinasi menarik yang ada di Banda Maluku Tengah, maka mereka bisa mengunjungi Pulau Ay. Pulau Ay memiliki beberapa destinasi menarik yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan. Dari mulai Gerbang Matalenco, Masjid Nur Ay, Benteng Revenge, Rumah Adat Olisiwa adalah beberapa destinasi menarik yang dapat dikunjungi saat berada di Pulau Ay. Begitulah beberapa destinasi
Pulau Rhun Dan Ay Kepulauan Banda Naira merupakan gugusan pulau yang berada di provinsi Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Pulau Rhun dan Pulau Ay merupakan dua buah pulau yang letaknya berbeda namun masih berada dalam wilayah Kepulauan Banda. Pulau Rhun sendiri merupakan sebuah pulau yang ukurannya dapat dikatakan paling kecil dari beberapa pulau lainnya yang ada
Pulau Nailaka, Kepulauan Banda Naira merupakan salah satu pecahan dari beberapa wilayah kepulauan yang masuk di dalam wilayah Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Indonesia. Sebagai salah satu lokasi wisata, Pulau Nailaka memiliki pesona keindahan yang sering dibicarakan dari segi keindahan pantai-pantainya. Dikatakan bahwa pantai-pantai di Pulau Nailaka merupakan Pulau dengan pantai terbaiknya di wilayah Kepulauan Banda, Maluku. Pulau Nailaka, Kepulauan Banda Naira merupakan sebuah surge yang sampai dengan saat ini masih jarang dijamah oleh para wisatawan. Pesona alami yang ada pada Pulau Nailaka ini sangat memikat bagi siapapun yang mengunjungi lokasi ini. Keindahan-keindahan yang di sajikan pada Pulau Nailaka ini tidak akan memberikan rasa bosan kepada para pengunjungnya. Pulau Nailaka memiliki pantai panjang yang berhiaskan dengan pasir putih yang berkeliling sepanjang pantai. Pulau Nailaka sendiri merupakan salah satu pulau dari 11 pecahan Kepulauan Banda yang masih belum berpenghuni. Bagi para wisatawan lokal maupun asing yang ingin berlibur ke Pulau Nailaka ini bakal dipastikan benar-benar dapat menikmati pesona panorama alamnya tanpa harus terganggu dengan kondisi atau keramaian wisata yang terjadi di sekitaran lokasi. Meskipun demikian, keindahan pesona pantai Pulau Nailaka juga tidak dapat di remehkan. Pasir putih bersih nan indah dan juga adanya lokasi yang disebut dengan Tanjung Tenusan merupakan salah satu dari banyak keindahan yang tersaji di Pulau Nailaka. Tanjung Tenusan sendiri merupakan sebuah lengkungan pasir dimana saat wisatawan lokal maupun asing ingin mengunjunginya harus menunggu saat air laut surut. Selain itu, air laut yang di sajikan di Pulau Nailaka sangatlah jernih dan tidak terkontaminasi apapun. Pulau Nailaka, Kepulauan Banda Naira adalah salah satu dari sekian banyak surga alam yang ada di Indonesia yang sangat cocok dijadikan salah satu rekomendasi kepada para wisatawan baik lokal maupun asing. Keindahan, kebersihan, kesunyian serta ketentraman yang disajikan di Pulau Nailaka, Kepulauan Banda Naira akan berikan kesenangan serta kenikmatan dan kejernihan fikiran saat wisatawan berkunjung
Pulau Nailaka, Kepulauan Banda Naira merupakan salah satu pecahan dari beberapa wilayah kepulauan yang masuk di dalam wilayah Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Indonesia. Sebagai salah satu lokasi wisata, Pulau Nailaka memiliki pesona keindahan yang sering dibicarakan dari segi keindahan pantai-pantainya. Dikatakan bahwa pantai-pantai di Pulau Nailaka merupakan Pulau dengan pantai terbaiknya di wilayah Kepulauan Banda,
Pulau Pisang, Kepulauan Banda Naira merupakan salah satu spot pariwisata yang sangat eksotis yang berada di dalam wilayah kepulauan Banda, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Salah satu potensi serta pesona wisata yang ada di Pulau Pisang, Kepulauan Banda Naira adalah potensi wisatanya berupa spot diving. Kekayaan bawah laut Pulau Pisang yang dapat dilihat dengan cara diving mampu berikan pengalaman eksotis bagi para pengunjung Pulau Pisang ini. Lokasi yang terkenal dengan spot diving eksotisnya ini dinamakan Tanjung Pisang dimana letak tepatnya adalah di dalam wilayah Pulau Pisang itu sendiri. Nah sementara itu, Tanjung Pisang yang memiliki wiksata diving ini juga dapat dikenal dengan nama lainnya berupa Tanjung Seram. Untuk seseorang yang ingin melakukan diving eksotis di Tanjung Pisang ini, maka dapat memulainya dnegan menempuh jarak sekitar 30 menit dari Pulau Naira dengan menggunakan perahun untuk mencapai Pulau Pisang Pertama. Lalu selanjutnya adalah mengikuti intruksi para pemandu wisata diving yang ada di Tanjung Pisang itu sendiri. Seperti yang telah dijelaskan bahwa Tanjung Pisang atau Tanjung Sera mini memiliki potensi wisata diving yang sangat eksotis, oleh karena itulah keeksotisan daripada pemandangan bawah laut Tanjung Pisang dapat dinikmati saat para penyelam mencapai titik kedalaman 18 meter. Di lokasi tersebutlah, para wisatawan baik asing maupun lokal akan dapat melihat surga bawah laut dengan berbagai hiasan terumbu karangnya nan indah. Seperti yang telah diketahui juga bahwa di seluruh Kepulauan Banda ini, merupakan kepulauan yang sebanyak 80% potensi wisatanya merupakan potensi wisata laut dan salah satunya adalah diving. Dengan kondisi laut yang memiliki arus lemah sampai dengan sedang searah dengan pantai yang ada di sekitar, ditambahkan suhu perairan yang bermula dari 26 derajat celcius sampai dengan 29 derajat celcius, menjadikan Tanjung Pisang ini sebagai salah satu surga wisata Diving Indonesia. Pulau Pisang, Kepulauan Banda Naira merupakan salah satu potensi wisata bawah laut yang sangat wajib
Pulau Pisang, Kepulauan Banda Naira merupakan salah satu spot pariwisata yang sangat eksotis yang berada di dalam wilayah kepulauan Banda, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Salah satu potensi serta pesona wisata yang ada di Pulau Pisang, Kepulauan Banda Naira adalah potensi wisatanya berupa spot diving. Kekayaan bawah laut Pulau Pisang yang dapat dilihat
Rumah Pengasingan Bung Hatta Banda Naira merupakan sebuah saksi bisu dimana salah seorang proklamator bangsa Indonesia yang selalu berada di sisi Ir Soekarno yakni Dr. (HC) Drs. H. Mohammad Hatta. Drs. H. Mohammad Hatta atau kerap disebut dengan Bung Hatta adalah salah satu orang yang sangat berpengaruh terhadap pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sementara Rumah Pengasingan Bung Hatta Banda Naira ini adalah salah satu peninggalan sejarah yang ada di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Ya, Kepulauan Banda adalah salah satu bukti sejarah kemerdekaan Indonesia. Hal ini di karenakan di pulau ini pernah menjadi salah satu pusat perdagangan rempah rempah terbesar berjenis buah pala yang dikomandoi oleh VOC. Selain itu, beberapa gugusan pulau yang berada di sekitaran wilayah Kepulauan Banda diberikan nama seperti beberapa nama tokoh pahlawan kemerdekaan bangsa Indonesia. Dan salah satu yang paling menarik adalah Pulau Bung Hatta. Di dalam wilayah pulau inilah dimana Rumah Pengasingan Bung Hatta Banda Naira di bangun. Ulasan singkat mengenai rumah ini adalah rumah dimana Bung Hatta pada masa penjajahan dahulu diasingkan di tempat ini. Namun pengasingan yang dilakukan kepada Bung Hatta tidak memberikan dampak apapun karena selama Bung Hatta berada di rumah pengasingan ini, Bung Hatta juga melaksanakan kegiatan belajar mengajar degan anak anak di sekitar lokasi. Peninggalan peninggalan dari masa Bung Hatta sampai dengan saat ini masih dapat di saksikan oleh banyak wisatawan asing maupun lokal. Meski tidak semuanya asli dan banyak beberapa yang mengalami pembaruan, namun hal ini tidaklah menutup sebuah kemungkinan untuk berkunjung ke Rumah Pengasingan Bung Hatta Banda Naira yang merupakan rumah pengasingan salah satu tokoh penting kemerdekaan bangsa Indonesia. Berkunjung ke Banda Naira, Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Maluku, Indonesia akan sangat kurang rasanya bila tidak berkunjung ke tempat-tempat bersejarah yang masih tersisa di sana sampai dengan saat ini. Salah satu dari sekian tempat bersejarah yang wajib menjadi referensi
Rumah Pengasingan Bung Hatta Banda Naira merupakan sebuah saksi bisu dimana salah seorang proklamator bangsa Indonesia yang selalu berada di sisi Ir Soekarno yakni Dr. (HC) Drs. H. Mohammad Hatta. Drs. H. Mohammad Hatta atau kerap disebut dengan Bung Hatta adalah salah satu orang yang sangat berpengaruh terhadap pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sementara Rumah Pengasingan
Gunung Api Di Banda Naira merupakan satu satunya gunung berapi aktif yang berada di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Tepat di wilayah Pulau Gunung Api, Gunung Api Banda Naira berada. Gunung Api ini pernah mengalami 5 kali letusan di masa lalu. Tahun pertama letusan gunung api ini adalah pada tahun 1614 lalu selanjutnya 1720, 1810, 1891 dan yang terakhir adalah pada tanggal 8 Mei 1998 lalu. Gunung api yang masih aktif ini memiliki ketinggian 666mdpl. Letusan terakhir yang disebabkan oleh Gunung Api ini menyebabkan kerusakan parah pada wilayah yang ada di sekitarnya. Lava, batu pijar, awan panas menyembur dari dalam Gunung Api ini sehingga di masa lalu, penduduk yang bermukim di wilayah Banda harus mau diungsikan menuju ke Ambon. Letusan terakhir ini menyebabkan wilayah sekitar harus di kosongkan selama beberapa minggu. Meskipun demikian, pada saat ini Gunung Api ini bisa menjadi salah satu destinasi menarik terutama juga untuk kalangan wisatawan lokal maupun asing yang senang dengan pendakian. Dapat dikatakan meski tinggi gunung yang hanya 666mdpl, namun jalur pendakian yang disediakan merupakan jalur pendakian yang lumayan sulit. Jalanan yang dipenuhi dengan kerikil serta pasir menyebabkan perjalanan mendaki lebih sulit daripada mendaki pegunungan biasa. Dari puncak gunung ini, para wisatawan lokal ataupun asing bisa melihat indahnya kepulauan Banda bersamaan dengan lautan yang menghampar luas. Gunung Api Di Banda Naira, adalah satu dari sekian banyak lokasi tujuan destinasi para wisatawan lokal ataupun asing yang dapat dikunjungi saat melakukan perjalanan wisata ke Kepulauan Banda. Gunung Api ini dapat dicapai oleh para wisatawan dengan menggunakan kapal kapal yang berlabuh di pelabuhan Banda Naira. Perjalanan menyenangkan para wisatawan berlayar dari pelabuhan Banda Naira sampai dengan mendarat di kaki Gunung Api tersebut sekaligus bisa melihat secara langsung bayangan gunung yang merupakan satu satunya Gunung Api aktif di Kepulauan Banda, Maluku, Indonesia.
Gunung Api Di Banda Naira merupakan satu satunya gunung berapi aktif yang berada di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Tepat di wilayah Pulau Gunung Api, Gunung Api Banda Naira berada. Gunung Api ini pernah mengalami 5 kali letusan di masa lalu. Tahun pertama letusan gunung api ini adalah pada tahun 1614 lalu selanjutnya 1720,
Sutan Syahrir merupakan salah satu tokoh pahlawan nasional yang di masa penjajahan dulu turut berjasa dalam melakukan pergerakan pergerakan penentangan kepada para penjajah. Di masa silam, Banda Naira juga merupakan salah satu lokasi dimana tokoh pahlawan nasional ini pernah tinggal. Ya, rumah Pengasingan Sutan Syahrir Banda Naira merupakan jejak sejarah selama enam tahun sang pahlawan nnasional tinggal di Kepulauan Banda pada masa silam. Pengasingan Sutan Syahrir Banda Naira ini sampai dengan saaat ini masih diabadikan sebagai salah satu lokasi wisata sejarah terkait sang tokoh nasional yang dapat dikunjungi baik oleh para wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Rumah ini memiliki desain dengan gaya kolonial, Nampak jelas desain tersebut dari tingginya langit langit rumah, tiang penyangga dan juga jendela jendela besar khas rumah desain kolonial. Dalam rumah ini terdapat banyak sekali benda bersejarah terkait dengan Sutan Syahrir yang dapat dilihat oleh para pengunjung. Diantara benda benda berserjarah tersebut adalah koleksi koleksi pribadi yang pada masa silam di miliki oleh sang pahlawan nasional. Begitu pula benda bersejarah berupa dokumen yang menunjukkan perjalanan salah satu revolusioner bangsa Indonesia ini. Dokumen yang berisikan mengenai pengangkatan sang pahlawan nasional sebagai perdana menteri di masa lalu oleh presiden Republik Indonesia pertama kali, Ir Soekarno juga masih tertara rapi di rumah ini. Selain nama dari sang tokoh nasional yang diabadikan di dalam rumah Pengasingan Sutan Syahrir Banda Naira ini. Nama dari sang pahlawan revolusioner pun juga diabadikan sebagai salah satu nama pulau yang ada di Kepulauan Banda. Pulau yang disebut dengan Pulau Syahrir juga merupakan salah satu pulau yang bernamakan pahlawan nasional Indonesia di samping Pulau Hatta yang juga wujud penghormatan kepada salah satu proklamator bang Bung Hatta. Namun, masih sangat disayangkan bahwa kondisi dari Pulau Syahrir ini masih belum mendapatkan jangkauan listrik serta air bersih seperti kondisi yang ada di Pulau Hatta. Meskipun demikian, menjadikan Pulau Syahrir
Sutan Syahrir merupakan salah satu tokoh pahlawan nasional yang di masa penjajahan dulu turut berjasa dalam melakukan pergerakan pergerakan penentangan kepada para penjajah. Di masa silam, Banda Naira juga merupakan salah satu lokasi dimana tokoh pahlawan nasional ini pernah tinggal. Ya, rumah Pengasingan Sutan Syahrir Banda Naira merupakan jejak sejarah selama enam tahun sang pahlawan
Pastinya banyak sekali dari anda yang memiliki keinginan untuk berkunjung ke Pulau Banda Neira. Di sana memang ada beberapa tempat wisata menarik yang patut untuk anda kunjungi.Banda Neira memang memiliki daya tarik tersendiri entah itu dari tradisinya, budaya,sejarah atau bahkan keindahan alamnya sekalipun yang begitu memukau para wisatawan. Pantas saja banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke sana. Setiap kita berwisata ke suatu tempat pastinya tak lengkap rasanya jika kita harus pulang tanpa adanya oleh-oleh. Di pulau Banda Neira ini kita bisa menemukan beberapa oleh-oleh khas yang bisa kita bawa pulang sebagai cinderamata. Inilah beragam jenis oleh-oleh khas dari pulau Banda Neira. Di antaranya: Bakasang oleh-oleh khas Banda Neira ini umumnya terbuat dari daging ikan yang sudah dihaluskan. Supayaanda bisa menikmatinya tentu anda perlu mencampurnya dengan beberapa bumbu dapur yang lainnya seperti halnya bawang merica dan lainnya. Pastinya sangat cocok sekali jika anda jadikan sambal sebagai penyedap rasa makanan. Manisan Pala Oleh-oleh yang satu ini bisa dibilang sebagai camilan dimana camilan ini memang terbuat dari daging buah Pala. Buah tersebut memang banyak diincar oleh para wisatawan. Manisan Pala ini juga bisa anda dapatkan hanya saat anda berada di pulau Banda Neira. Halua Kenari oleh-oleh khas pulau Banda Neira ini juga banyak diminati oleh para pengunjungnya. Hanya dengan merogoh kocek sekitar Rp 15.000 saja andasudah bisa mencicipi makanan tersebut. Tentunya dari segi masalah harga sangat terjangkau sekali untuk semua kalangan masyarakat. Kalung Mutiara Pastinya mutiara bisa dikatakan sebagai oleh-oleh yang terkesan mewah. Para wisatawan harus rela merogoh kocek yang cukup dalam untuk bisa membelinya. Sebab kisaran harga untuk kalung maupun cincin dari mutiara ini berkisar antara harga Rp 100.000 hingga Rp 1.000.000 rupiah. Tentunya oleh-oleh ini bisa anda dapatkan di toko souvenir yang ada di sana. Kaos Banda Naira jangan sampai anda lewatkan oleh-oleh yang satu ini yakni kaos Banda Neira. Tentunya kaos tersebut bisa dijadikan
Pastinya banyak sekali dari anda yang memiliki keinginan untuk berkunjung ke Pulau Banda Neira. Di sana memang ada beberapa tempat wisata menarik yang patut untuk anda kunjungi.Banda Neira memang memiliki daya tarik tersendiri entah itu dari tradisinya, budaya,sejarah atau bahkan keindahan alamnya sekalipun yang begitu memukau para wisatawan. Pantas saja banyak wisatawan yang ingin berkunjung
Maluku menyimpan banyak kecantikan alam khas Indonesia Timur, salah satunya bisa anda temukan di pulau Banda Naira. Kepulauan Banda atau juga pulau Banda merupakan bagian dari Maluku yang memiliki beragam kekayaan dan keindahan alam serta sejarah dan budaya. Lokasi-lokasi wisata di pulau Banda Naira sudah dikenal bahkan manca negara. Dari beberapa cerita sejarah, kepulauan Banda merupakan salah satu tujuan wisata tertua yang berada di Indonesia. Sedikit sejarah tentang Banda adalah dulu pernah terjadi pertukaran andara Belanda (VOC) dan Inggris, dimana pulau Manhattan di Amerika Serikat ditukan dengan pulau Banda. Tujuan utama Belanda saat itu adalah menguasai rempah-rempah yang ada di pulau Banda, mengingat harganya yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan emas pada saat itu. Terdapat beragam wisata dan objek wisata di pulau Banda Naira. Disini terdapat beragam lokasi-lokasi wisata yang penuh dengan nilai-nilai budaya dan sejarah. Terdapat beragam perayaan dan ritual kebudayaan yang bisa anda saksikan seperti tarian benteng dan tarian Cakalele. Kemudian untuk lokasi wisata seprti benteng dengan segala serajah peninggalannya juga menarik untuk dikunjungi. Jangan pula terdapat wisata alam seperti menikmati keindahan alam di Gunung Belgica atau panomara bawah laut di laut pulau Banda Naira. Akses Wisata di Pulau Banda Naira Untuk menuju kepulauan Banda Naira, para wisatan pertama akan bertolak ke pulau Ambon terlebih dahulu sebagai ibukota Provinsi. Di sini merupakan titik awal keberangkatan menuju pulau Banda Naira. Dari Ambon untuk melanjutkan ke pulau Banda para wisatawan bisa menggunakan pesawat kecil ata kapal cepat. Untuk menggunakan armada udara dibutuhkan waktu sekitar 45 menit. Penerbangan ke pulau Banda dimulai pada jam 7 dari Bandara Patimura Ambon. Sedangkan untuk kapal cepat jam 9. Sesampai di Banda bisa langsung city your. Destinasi Wisata di Pulau Banda Naira Sesampainya di Pulau Banda Naira, ada beberapa spot destinasi wisata yang harus anda kunjungi. Untuk city tour, wisatawan bisa mengunjungi beberapa lokasi seperti
Maluku menyimpan banyak kecantikan alam khas Indonesia Timur, salah satunya bisa anda temukan di pulau Banda Naira. Kepulauan Banda atau juga pulau Banda merupakan bagian dari Maluku yang memiliki beragam kekayaan dan keindahan alam serta sejarah dan budaya. Lokasi-lokasi wisata di pulau Banda Naira sudah dikenal bahkan manca negara. Dari beberapa cerita sejarah, kepulauan Banda