Mewujudkan perjalanan impian menyusuri jejak sejarah dan keindahan bahari Indonesia kini dapat terwujud melalui layanan Banda Neira Tour yang tepercaya. Terletak di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, destinasi legendaris ini menyajikan kombinasi luar biasa antara pesona alam bahari yang memukau serta peninggalan sejarah kejayaan perdagangan rempah dunia. Paket perjalanan ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman rekreasi yang praktis dan berkesan bagi para pecinta sejarah, penyelam, hingga wisatawan yang merindukan ketenangan alam tropis.
Rangkaian perjalanan ini akan mengajak Anda menjelajahi berbagai tempat ikonik yang kaya akan cerita masa lalu. Anda dapat mengunjungi Benteng Belgica yang megah dengan latar belakang Gunung Api Banda, menyusuri Rumah Pengasingan Bung Hatta, serta melihat rumah-rumah tua berarsitektur kolonial. Tak hanya wisata sejarah, tur ini menyajikan petualangan bahari luar biasa seperti snorkeling dan diving di perairan jernih Pulau Hatta, Pulau Pisang, serta Lava Flow yang terkenal dengan keindahan terumbu karang alami dan biota lautnya yang melimpah.
Seluruh kebutuhan operasional dan sarana perjalanan Anda dipersiapkan secara matang demi menjamin kenyamanan sepanjang liburan. Layanan ini mencakup akomodasi penginapan yang nyaman, transportasi kapal antar-pulau, tiket masuk seluruh situs sejarah, hingga sajian kuliner khas Maluku yang lezat dan menggugah selera. Didampingi oleh pemandu lokal yang ramah dan berpengalaman, perjalanan Anda akan terasa semakin bermakna. Jangan tunda lagi keinginan Anda untuk menjelajahi potongan surga di timur Indonesia; segera pesan paket Banda Neira Tour Anda sekarang juga!
Sutan Syahrir merupakan salah satu tokoh pahlawan nasional yang di masa penjajahan dulu turut berjasa dalam melakukan pergerakan pergerakan penentangan kepada para penjajah. Di masa silam, Banda Naira juga merupakan salah satu lokasi dimana tokoh pahlawan nasional ini pernah tinggal. Ya, rumah Pengasingan Sutan Syahrir Banda Naira merupakan jejak sejarah selama enam tahun sang pahlawan nnasional tinggal di Kepulauan Banda pada masa silam. Pengasingan Sutan Syahrir Banda Naira ini sampai dengan saaat ini masih diabadikan sebagai salah satu lokasi wisata sejarah terkait sang tokoh nasional yang dapat dikunjungi baik oleh para wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Rumah ini memiliki desain dengan gaya kolonial, Nampak jelas desain tersebut dari tingginya langit langit rumah, tiang penyangga dan juga jendela jendela besar khas rumah desain kolonial. Dalam rumah ini terdapat banyak sekali benda bersejarah terkait dengan Sutan Syahrir yang dapat dilihat oleh para pengunjung. Diantara benda benda berserjarah tersebut adalah koleksi koleksi pribadi yang pada masa silam di miliki oleh sang pahlawan nasional. Begitu pula benda bersejarah berupa dokumen yang menunjukkan perjalanan salah satu revolusioner bangsa Indonesia ini. Dokumen yang berisikan mengenai pengangkatan sang pahlawan nasional sebagai perdana menteri di masa lalu oleh presiden Republik Indonesia pertama kali, Ir Soekarno juga masih tertara rapi di rumah ini. Selain nama dari sang tokoh nasional yang diabadikan di dalam rumah Pengasingan Sutan Syahrir Banda Naira ini. Nama dari sang pahlawan revolusioner pun juga diabadikan sebagai salah satu nama pulau yang ada di Kepulauan Banda. Pulau yang disebut dengan Pulau Syahrir juga merupakan salah satu pulau yang bernamakan pahlawan nasional Indonesia di samping Pulau Hatta yang juga wujud penghormatan kepada salah satu proklamator bang Bung Hatta. Namun, masih sangat disayangkan bahwa kondisi dari Pulau Syahrir ini masih belum mendapatkan jangkauan listrik serta air bersih seperti kondisi yang ada di Pulau Hatta. Meskipun demikian, menjadikan Pulau Syahrir
Sutan Syahrir merupakan salah satu tokoh pahlawan nasional yang di masa penjajahan dulu turut berjasa dalam melakukan pergerakan pergerakan penentangan kepada para penjajah. Di masa silam, Banda Naira juga merupakan salah satu lokasi dimana tokoh pahlawan nasional ini pernah tinggal. Ya, rumah Pengasingan Sutan Syahrir Banda Naira merupakan jejak sejarah selama enam tahun sang pahlawan
Batu Berdarah Banda Naira merupakan salah satu monumen bersejarah yang terletak di Pulau Banda Besar Provinsi Maluku Indonesia. Batu yang namanya membuat bulu kuduk merinding ini memang tidak dapat dilepaskan dari berbagai lukisan sejarah yang menyertainya dari masa ke masa. Dari mulai penjajahan bangsa Belanda sampai dengan kemerdekaan bangsa Indonesia saat ini, Batu Berdaran masih menjadi satu monumen sejarah penting yang ada di Pulau Banda Besar Maluku. Spesifikasi dari Batu Berdarah Banda Naira ini sendiri adalah batu hitam yang memiliki ukuran besar dengan ukurannya yang mencapai 1,5 meter serta di kelilingi dengan pagar pagar pelindung yang di bangun di sekitarnya. Batu ini sendiri mencatatkan perjanjian bangsa Indonesia dengan bangsa Belanda di masa silam yang masih dapat dilihat dan dinikmati sampai dengan saat ini. Sebutan Batu Berdarah yang tersematkan di batu ini juga tidak berkaitan dengan hal hal mistis. Namun cerita yang sebenarnya bahwa di batu monumen bersejarah yang digunakan sebagai kesepakatan penduduk di masa lalu dengan pihak Belanda ini terdapat kesepakatan juga dengan memberikan tetesan darah dari masing masing pihak sebagai salah satuj tanda perjanjian. Tetesan darah yang terkucur di atas batu inilah yang pada akhirnya menjadikan batu perjanjian dinamakan dengan Batu Berdarah atau Blood Stone. Kepulauan Banda sendiri di masa silam merupakan salah satu pulau di Indonesia yang selalu menjadi tujuan penjajahan dari bangsa bangsa asing salah satunya adalah Belanda. Itu karena hasil kekayaan rempah rempah Banda yang sangat menggiurkan pasar pasar bangsa asing. Pala merupakan hasil terbaik dan juga terbesar di Kepulauan Banda bahkan di Indonesia. Batu Berdarah Banda Naira merupakan perjanjian terkait dengan perdagangan rempah rampah pala ini. Dalam monument batu berdarah ini tertuliskan tiga point kesepakatan penting di masa silam. Point penting yang pertama bertuliskan mengenai bangsa Belanda yang diperbolehkan untuk melakukan perdagangan di Pulau Banda. Lalu point kedua berisikan tentang bangsa Belanda yang boleh memiliki
Batu Berdarah Banda Naira merupakan salah satu monumen bersejarah yang terletak di Pulau Banda Besar Provinsi Maluku Indonesia. Batu yang namanya membuat bulu kuduk merinding ini memang tidak dapat dilepaskan dari berbagai lukisan sejarah yang menyertainya dari masa ke masa. Dari mulai penjajahan bangsa Belanda sampai dengan kemerdekaan bangsa Indonesia saat ini, Batu Berdaran masih
Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa Pulau Ay merupakan salah satu pulau yang menjadi destinasi menarik bagi para wisatawan asing maupun lokal yang berkunjung ke kepulauan Banda. Pulau Ay sendiri masuk ke dalam wilayah kecamatan Banda, Maluku Tengah, Indonesia. Di pulau Ay sendiri adalah salah satu tujuan destinasi para wisatawan yang ingin untuk melakukan snorkeling. Selain destinasi wisata laut berupa snorkeling, terdapat juga napak tilas agama Islam yang bertempatkan di Masjid An Nur Pulau Ay. Pulau Ay sendiri berdasarkan sejarah yang telah terjadi merupakan sebuah pulau yang di masa silam digunakan untuk melakukan pelatihan para jawara jawara Banda oleh agen agen yang berasal dari Inggris. Jawara jawara tersebut kelak di masa silam menjadi salah satu ujung tombak perjuangan masyarakat Banda untuk mengusir penjajah yang pada saat itu adalah Belanda. Serbuan penjajah Belanda sendiri di Kepulauan Banda terjadi pada tahun 1615 silam. Perjuangan bangsa Indonesia yang tercatat dalam sejarah di masa lalu menusliskan bahwa para jawara jawara Pulau Ay bersama dengan masyarakat Banda pada saat itu juga sempat melakukan perlawanan balik menyerbu Belanda yang menduduki lokasi hingga pada masa silan berjatuhan korban dari bangsa Belanda mencapai 200 jiwa. Setelah pembalasan dendam Belanda akibat serangan dari para jawara ini, Pulau Ay sendiri di masa silam akhirnya dijadikan tempat berhuni para budak dan tawanan. Tercatat bahwa mayoritas penduduk yang berada di Kepulauan Banda adalah beragama Islam, seperti juga mayoritas penduduk yang berada di Pulau Ay ini. Dengan kependudukan mayoritas agama Islam berada di Pulau Ay ini, Masjid An Nur Pulau Ay pun didirikan sebagai lokasi beribadah bagi penduduk di masa silam dan saat ini. Selain itu, Masjid An Nur Pulau Ay sendiri menjadi salah satu bagian dalam lukisan sejarah perjuangan peradaban bangsa Indonesia dalam mengusir Belanda. Sampai dengan saat ini, masjid ini masih dijadikan sebagai lokasi ibadah bagi umat Islam di Pulau Ay
Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa Pulau Ay merupakan salah satu pulau yang menjadi destinasi menarik bagi para wisatawan asing maupun lokal yang berkunjung ke kepulauan Banda. Pulau Ay sendiri masuk ke dalam wilayah kecamatan Banda, Maluku Tengah, Indonesia. Di pulau Ay sendiri adalah salah satu tujuan destinasi para wisatawan yang ingin untuk melakukan snorkeling.
Pulau Banda Naaira yang terletak di Kepulauan Banda Maluku Tengah, Maluku, Indonesia merupakan sebuah pulau yang mayoritas penduduknya merupakan penduduk yang menganut kepercayaan agama Islam. Meskipun demikian, bangunan bangunan yang berumur sangat tua dan penuh sejarah bukan hanya bangunan yang bernuansa Islam seperti Masjit Tua dan lain sebagainya. Namun juga sebuah Gereja Tua Di Pulau Naira yang memiliki nilai estetika indah untuk dikunjungi. Gereja Tua Di Pulau Naira ini masih kokoh berdiri di salah satu ujung jalan yang berada di jalanan Naira. Gereja tua yang ukurannya dapat dikatakan mungil ini salah satu bangunan bersejarah di Pulau Naira uyang telah lama di bangun semenjak beberapa ratus tahun yang lalu. Gereja Tua yang memiliki model bangunan Belanda dan dibangun oleh Belanda ini sendiri dulu sampai dengan saat ini memiliki nama Hollandische Kerk. Sebuah nama Belanda yang disematkan untuk gereja tua ini. Gereja Tua ini telah dibangun pada tanggal 20 April 1873 silam dan pada akhirnya bangunan tersebut diselesaikan serta diresmikan oleh dua orang tokoh misionaris dari Belanda yang bernama Maurits Lantzius dan juga John Hoeke. Salah satu yang menarik dari bangunan Gereja Tua ini adalah bagian material tembok gereja yang didirikan diatas 30 batu nisan dimana diatasnya diberikan nama ukiran ukiran yang berbentuk dan bertuliskan menggunakan bahasa asli Belanda. Seperti itulah, bangunan yang berumur ratusan tahun ini memang memiliki nilai sejarah salah satunya pendirian bangunan ini yang didirikan di atas kompleks pemakaman tiga puluh prajurit Belanda yang pada masa silam harus gugur dan mengalami kekalahan dengan bangsa Indonseia saat mencoba menaklukkan Kepulauan Banda. Selain bangunan yang didirikan di atas makam ini, salah satu bagian memukau dari Gereja Tua Di Pulau Naira adalah bagian lantai yang keseluruhan berlambangkan salib. Bagi para wisatawan yang ingin berkunjung untuk melihat nilai estetika dari gereja tua bangunan Belanda ini, maka dapat menempuh rute perjalanan yang bermula dari
Pulau Banda Naaira yang terletak di Kepulauan Banda Maluku Tengah, Maluku, Indonesia merupakan sebuah pulau yang mayoritas penduduknya merupakan penduduk yang menganut kepercayaan agama Islam. Meskipun demikian, bangunan bangunan yang berumur sangat tua dan penuh sejarah bukan hanya bangunan yang bernuansa Islam seperti Masjit Tua dan lain sebagainya. Namun juga sebuah Gereja Tua Di Pulau
Pulau Rote propinsi Nusa Tenggara Timur ternyata memiliki berbagai tempat wisata pantai yang menarik untuk anda kunjungi. Saat anda memutuskan untuk menghabiskan waktu liburan anda di pulau Rote, jangan sampai anda lewatkan untuk berkunjung ke salah satu pantai nan indah yaitu Pantai Oesosole. Pantai ini lebih dikenal dengan batu karangnya nan indah dengan bentuk love atau hati. Pastinya hal ini menarik sekali bagi anda,apalagi di pantai yang lainnya belum tentu anda bisa menemukan pemandangan ini. Pulau Rote ini bagi mereka para traveler tentu saja lebih identik dengan Pantai Nemberala-Bo’a dan juga sekitarnya. Seperti halnya pulau lain yang berada di kawasan tropis, ternyata pulau Rote ini juga menawarkan beragam alternatif lain yang bisa anda jadikan sebagai pilihan destinasi wisata anda untuk menghabiskan liburan. Pastinya anda akan terpesona dengan keindahan salah satu pantai dengan batu karang yang berbentuk hati ini. Kontur pantai yang terbilang landai dengan pasir putih yang membentang sekitar hampir 3 km begitu kontras dengan air laut yang biru. Tentunya pemandangan yang tersaji sekitar pantai Oesosole ini indah sekali dan membuat anda merasa betah saat berada di sana. Apalagi tersedia pohon kelapa maupun pohon cemara yang telah tumbuh di sepanjang pantai sehingga memberikan kesan seakan anda berada di sebuah pulau yang berada di wilayah Karibia. Betapa indahnya keindahan pantai tersebut. Jadi jangan sampai anda lewatkan Pantai Oesosole ini menjadi tujuan wisata anda bersama keluarga. Pastinya anda bakalan mendapatkan pengalaman yang memukau ketika berada di sana. Bahkan anda juga bisa berfoto dengan mengambil spot batu karang bentuk hati nan indah itu. Berlibur ke pulau Rote bukan lagi impian bagi anda. Meskipun tempat wisatanya masih belum banyak di kenal masyarakat. Namun berbagai wisata pantai yang ada di sana tak kalah menarik dengan pantai yang lainnya. Apalagi setiap pantai memiliki keunikan tersendiri jika kita bandingkan dengan pantai lain.
Pulau Rote propinsi Nusa Tenggara Timur ternyata memiliki berbagai tempat wisata pantai yang menarik untuk anda kunjungi. Saat anda memutuskan untuk menghabiskan waktu liburan anda di pulau Rote, jangan sampai anda lewatkan untuk berkunjung ke salah satu pantai nan indah yaitu Pantai Oesosole. Pantai ini lebih dikenal dengan batu karangnya nan indah dengan bentuk love
Panduan Berwisata di Pulau Banda Naira Bersama Keluarga Pesona wisata di Indonesia Timur memang tiada habisnya untuk dibahas. Salah satu lokasi wisata di Indonesia Timur adalah Banda Naira yang berada di Maluku Tengah. Nah sebelum anda berkunjung ke Banda Naira, berikut ini tips wisata keluarga di pulau banda Naira. Menuju Banda Naira Lokasinya yang berada di Kepulauan, salah satu akses transportasi yang memungkinkan adalah pesawat. Untuk mencapai ke Banda Naira, anda harus mencari pesawat dengan tujuan Ambon. Dari Ambon, anda akan bertolak dari bandara menuju pelabuhan Tulehu. Pelabuhan ini melayani penyeberangan langsung menuju Banda Naira. Tips wisata keluarga di pulau Banda Naira, pastikan anda memesan jadwal penerbangan di hari adanya penyeberangan dari Tulehu menuju banda Naira karena tidak setiap hari terdapat kapal yang menyeberang menuju Banda Naira. Kapal penyeberangan dari Ambon menuju Banda Naira biasanya berangkat pada hari Sabtu sekitar pukul 09.00 - 10.00. Untuk mengantisipasi agar tidak terlambat, sebaiknya anda memilih penerbangan sehari sebelumnya pada hari Jum'at malam. Atau anda bisa berangkat paling telat pada Sabtu tengah malam sekitar pukul 00.30 WIB sehingga anda akan tiba di Ambon pada pukul 06.00 - 07.00. Terdapat waktu sekitar 3 jam untuk anda bersiap menuju pelabuhan dan membeli tiket penyeberangan. Dari bandara menuju Pelabuhan Teluhu anda masih akan melakukan perjalanan darat selama 1,5 jam. Cukuplah untuk beristirahat sebelum sampai di pelabuhan. Pastikan anda memilih mobil jemputan yang nyaman untuk anak-anak anda. Tips wisata keluarga di Banda Naira, sesampainya anda di pelabuhan Tulehu ada beberapa hal yang harus anda perhatikan. Yang pertama bagilah tugas antara membeli makanan bekal dan membeli tiket. Yang pertama anda akan menyeberang menuju banda Naira selama 6-7 jam. Pastikan bekal anda cukup selama di atas kapal. Yang kedua antrean tiket sangat banyak dan tidak kondusif karena terbatasnya keberangkatan kapal. Tiketnya dipatok harga sekitar Rp 400.000 perkepala. Pastikan anda segera membeli
Panduan Berwisata di Pulau Banda Naira Bersama Keluarga Pesona wisata di Indonesia Timur memang tiada habisnya untuk dibahas. Salah satu lokasi wisata di Indonesia Timur adalah Banda Naira yang berada di Maluku Tengah. Nah sebelum anda berkunjung ke Banda Naira, berikut ini tips wisata keluarga di pulau banda Naira. Menuju Banda Naira Lokasinya yang berada di
Sahabat Campa, Bagi gemar traveling, banyak sekali spot indah yang bisa anda temui di Pulau Banda Neira. Destinasi ini memang masih menjadi bagian dari kepulauan Banda yang ada di Maluku. Pulau tersebut menyimpan beragam pesona keindahan yang mampu membuat anda merasa takub sekali. Jadikan moment liburan anda terasa lebih seru ketika berada di Pulau Banda Neira dengan berkunjung ke berbagai tempat wisata menarik ini. Ada beberapa lokasi wisata menarik yang bisa anda kunjungi disini. Lantas apa sajakah wisata tersebut? Berikut di antaranya: Benteng Belgica Ketika anda sedang berlibur di pulau Banda Neira, jangan sampai anda lewatkan wisata sejarah ke Benteng Belgica. Benteng yang satu ini mempunyai gaya bangunan persegi lima. Jika kita amati dari udaranya hampir mirip dengan Gedung Pentagon yang ada di Amerika Serikat. Gunung Api Banda Rasanya kurang lengkap jika kita tidak berkunjung ke tempat wisata Gunung Api Banda. Gunung tersebut berada pada ketinggian 670 meter yang sudah meletus pada bulan Mei tahun 1988. Apabila anda merasa tertarik untuk melakukan pendakian gunung, maka anda bisa berkunjung ke pulau Gunung Api yang hanya memiliki jarak sekitar 10 menit saja. Supaya anda bisa sampai di sana, maka anda bisa pergunakan katiting atau perahu kecil yang muat 3 hingga 4 orang. Waktu yang paling terbaik untuk berkunjung ke Gunung Api tentunya setelah shubuh. Spot menyelam paling bagus Banda Neira nyatanya juga memiliki wisata keindahan yang ada di bawah laut. Saat berlibur di Pulau Banda Neira jangan sampai anda lewatkan aktivitas menyelam bawah laut yang paling seru untuk dilakukan. Hamparan terumbu karang nan indah mampu membuat anda merasa terpana dengan keindahannya. Anda bisa menggunakan life jacket jika anda merasa tidak kuat dalam berenang. Itulah tadi berbagai tempat wisata yang ada di pulau Banda Neira dengan beragam pesona dan juga keindahan yang tak patut kita lewatkan begitu saja. mari berwisata dan menjadi bagian
Sahabat Campa, Bagi gemar traveling, banyak sekali spot indah yang bisa anda temui di Pulau Banda Neira. Destinasi ini memang masih menjadi bagian dari kepulauan Banda yang ada di Maluku. Pulau tersebut menyimpan beragam pesona keindahan yang mampu membuat anda merasa takub sekali. Jadikan moment liburan anda terasa lebih seru ketika berada di Pulau Banda
Sahabat campa, Banda Neira menjadi salah satu destinasi wisata dengan beragam pilihan tempat wisata yang sangat menakjubkan. Bahkan salah satu keindahan alam yang berada di kepulauan ini sudah diabadikan dalam bentuk lembaran uang rupiah yang baru. Pulau ini tak hanya tersohor di Indonesia saja namun juga terkenal di daratan Eropa sebagai pulau penghasil buah pala. Bagi anda yang ingin berkunjung melihat keindahan Pulau Banda Neira, inilah berbagai keseruan yang bisa anda rasakan saat berada di sana. Di antaranya: Melakukan kegiatan pendakian Gunung Salah satu kegiatan yang baru populer adalah mendaki gunung. Mendaki gunung tentu saja menjadi salah satu hal yang paling seru ketika anda berada di Banda Neira. Bagi para pendaki yang masih pemula, trek untuk gunung apai yang berada di sana memang tak sulit untuk anda lalui. Di puncak gunung, anda bisa melihat pesona pulau Banda Neira dengan lebih indah. Diving dan snorkeling Dua hal ini patut anda coba saat anda menghabiskan liburan disini. Keindahan bawah lautnya sangat eksotis sekali sehingga spot snorkeling menjadi favorit dikalangan para pengunjungnya. Ada banyak sekali biota laut seperti halnya ikan laut nan lucu bahkan juga hadirnya terumbu karang yang indah. Berwisata sejarah Banda Neira bukan hanya terkenal karena wisata alamnya, tetapi juga wisata bersejarah bagi Indonesia. Pulau ini ternyata dijadikan sebagai tempat pengasingan tokoh penting Negara seperti Bung Hatta. Ada beberapa tempat wisata sejarah yang bisa anda kunjungi seperti Benteng Belgica dan juga benteng Nassau. Anda bisa melihat keindahan dari Banda Neira di benteng ini. Sehingga anda bisa mengabadikan moment terindah anda ketika berkunjung ke sini. Berwisata kuliner Saat berwisata, rasanya ada yang kurang jika tidak kita lengkapi dengan wisata kuliner. Saat anda sedang berlibur di Pulau Banda Neira, jangan lewatkan untuk mencoba beragam menu khas yang ada disana. Salah satu menu kuliner yang populer adalah roti bakar selai pala maupun terong dengan
Sahabat campa, Banda Neira menjadi salah satu destinasi wisata dengan beragam pilihan tempat wisata yang sangat menakjubkan. Bahkan salah satu keindahan alam yang berada di kepulauan ini sudah diabadikan dalam bentuk lembaran uang rupiah yang baru. Pulau ini tak hanya tersohor di Indonesia saja namun juga terkenal di daratan Eropa sebagai pulau penghasil buah pala.
Suatu ketika, saya membaca sebuah buku yang ditulis oleh Cornelis Kowaas. Judulnya Dewa Ruci: Pelayaran Pertama Menaklukkan Tujuh Samudra. Dalam salah satu bagian, diceritakan tentang kejayaan Banda, Maluku. Menarik. Saat membaca buku ini, saya baru tahu, ternyata pada zamannya, Banda pernah diperebutkan oleh Belanda dan Inggris. Bahkan “pesonanya” menandingi New York, yang kala itu disebut New Amsterdam. KETIKA PULAU BANDA LEBIH BERHARGA DARIPADA NEW YORK PERCAYA atau tidak, rempah-rempah (pala, cengkeh, merica) adalah salah satu faktor utama yang mendorong percepatan perubahan wajah dunia. Dari catatan sejarah kuno, rempah-rempah telah dibawa dan digunakan hingga ke Timur Tengah lebih dari 4.000 tahun yang lalu melalui jalur laut dan darat dari Indonesia ke India dan China, terus sampai ke Timur Tengah melalui jalan sutra atau silk road yang tersohor itu menembus gunung dan padang pasir. Para ahli menyatakan bahwa pada tahun 2600 sebelum Masehi, bangsa Mesir memberikan rempah-rempah tertentu dari Asia kepada para pekerja bangunan piramida agar mereka memiliki kekuatan ekstra. Dari bukti arkeologis ditemukan bahwa bangsa Mesopotamia, atau Siria sekarang, telah menggunakan rempah-rempah yang berasal dari Maluku itu untuk keperluan rumah tangganya pada waktu yang bersamaan. Konon, urusan rempah-rempah juga yang membuat bangsa Aria yang berkebudayaan tinggi hijrah ke India. Bangsa-bangsa Eropa, yang harus membayar sangat mahal untuk mendapatkan rempah-rempah yang telah lama dikuasai pedagang Arab, berusaha keras untuk mencari sumbernya, yang konon berada di sebuah pulau keramat tempat burung-burung (bird of paradise) yang sangat indah beterbangan di angkasa dan tidak pernah mendarat di bumi kecuali saat dia mati. Hal itu kemudian menimbulkan keinginan dan akhirnya menjadi obsesi untuk mencari sumber rempah-rempah. Catatan perjalanan Marco Polo ke China dan Asia Tenggara membuka mata orang Eropa. Hal itu pula yang mendorong pelayaran Columbus ke Amerika dan membuatnya menamai penduduk asli berkulit gelap yang ditemuinya di benua baru itu “Indian” dan buah suci merah
Suatu ketika, saya membaca sebuah buku yang ditulis oleh Cornelis Kowaas. Judulnya Dewa Ruci: Pelayaran Pertama Menaklukkan Tujuh Samudra. Dalam salah satu bagian, diceritakan tentang kejayaan Banda, Maluku. Menarik. Saat membaca buku ini, saya baru tahu, ternyata pada zamannya, Banda pernah diperebutkan oleh Belanda dan Inggris. Bahkan “pesonanya” menandingi New York, yang kala itu disebut