Jogjakarta memiliki banyak sekali destinasi wisata. Mulai dari wisata budaya, alam, edukasi, religi dan yang lainnya. Tidak habis-habisnya tempat yang biasa saja kemudian disulap sedemikian rupa menjadi menarik dan dijual sebagai destinasi wisata. Di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta ini memiliki banyak sekali kekayaan alam yang masih asri. Salah satu destinasi alam yang ada di kabupaten ini adalah Taman Sungai Mudal. Ekowisata ini sangat cocok untuk wisatawan yang menyukai wisata air, petualangan sekaligus mempelajari ilmu alam. Destinasi ini seperti surga tersembunyi di Kulon Progo. Letak tempatnya yang berada masuk di dalam hutan, sehingga suasana asri begitu terasa. Meskipun jauh dari pusat kota, wisatawan rela datang demi menikmati indahnya objek wisata ini. Baca juga: https://campatour.com/kedung-pedut-air-terjun-cantik/ Awal mula Taman Sungai Mudal Mudal adalah sebuah mata air yang memancar dari kedalaman gua di kawasan Girimulyo, Kulon Progo. Dinamakan Mudal karena sumber air ini selalu memancarkan air sepanjang tahun hingga dapat mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga sekitar melalui pipa-pipa. Aliran airnya yang jernih juga meluap membentuk aliran sungai serta melewati air terjun dengan nama serupa, kemudian berlanjut hingga Air Terjun Kembang Soka dan Air Terjun Kedung Pedut yang letaknya lebih rendah. Dahulunya, objek wisata ini merupakan daerah sungai yang terbengkalai serta ditumbuhi semak belukar yang lebat. Dan kini, sungai sepanjang 600 meter ini telah bersih dari semak belukar dan semakin dipercantik. Tempat ini merupakan air terjun yang berundak undak. Yang tidak terlalu tinggi, namun berada di beberapa tempat. Mengalir indah menuju ke sungai dan kolam yang ada di sekitarnya. Menikmati keindahan Taman Sungai Mudal ini memiliki keindahan yang begitu mempesona. Airnya yang jernih berwarna hijau tosca di dalam kolam yang dibuat oleh pengelola destiasi ini sangat mengundang untuk bermain air. Kedalaman kolam ini mulai dari 1 meter hingga 2 meter. Keindahan kolam air ini didukung dengan indahnya alam sekitar yang juga masih asri.
Jogjakarta memiliki banyak sekali destinasi wisata. Mulai dari wisata budaya, alam, edukasi, religi dan yang lainnya. Tidak habis-habisnya tempat yang biasa saja kemudian disulap sedemikian rupa menjadi menarik dan dijual sebagai destinasi wisata. Di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta ini memiliki banyak sekali kekayaan alam yang masih asri. Salah satu destinasi alam yang ada di kabupaten
Jogjakarta memiliki banyak sekali destinasi wisata. Mulai dari wisata budaya, alam, edukasi, religi dan yang lainnya. Tidak habis-habisnya tempat yang biasa saja kemudian disulap sedemikian rupa menjadi menarik dan dijual sebagai destinasi wisata. Kalinampu Natural Park, Taman Bunga Bertema Jepang Di Kabupaten Bantul terdapat destinasi baru lagi, yaitu Kalinampu Natural Park. Destinasi ini dibuka pada bulan oktober 2019. Taman ini menawarkan tepian sungai Opak serta keindahan tanaman enceng gondok yang sedang berbunga. Kalinampu Natural Park, Taman Bunga Bertema Jepang Meskipun tanaman eceng gondok ini merupakan hama, namun dengan bunganya yang berwarna ungu yang cerah menjadikan tepian sungai Opak ini indah dan instagramable. Kalinampu Natural Park, Taman Bunga Bertema Jepang Untuk membuat taman ini memiliki nuansa Jepang, pengelola tempat wisata tersebut memberikan beberapa properti seperti lampu dan gerbang Torii yang menjadi ciri khas negara tersebut. Kalinampu Natural Park, Taman Bunga Bertema Jepang Jadi untuk wisatawan yang ingin berfoto ala negeri sakura tersebut tidak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk berfoto dan menghabiskan banyak uang. Cukup dengan mengunjungi Kalinampu Natural Park wisatawan sudah dapat merasa seperti mengunjungi Jepang. Kalinampu Natural Park, Taman Bunga Bertema Jepang Apa saja yang bisa dilakukan di taman ini? 1.Berfoto ala Jepang lengkap dengan bajunya. Di Kalinampu Natural Park ini tersedia penyewaan baju khas Jepang. Tersedia Kimono dan Yukata yang bisa disewa. Selain itu terdapat juga payung untuk menambah properti saat berfoto. 2. Naik perahu berkeliling Kalinampu Natural Park Selain berselfie ria, terdapat aktifitas lain yang ditawarkan di taman ini. Kalinampu Natural Park ini menawarkan sensasi mengelilingi Sungai Opak dengan perahu getek. Perahu itu pun juga dibentuk menyesuaikan konsep ala Jepang dengan warna cat merah mencoloknya. Bagian atas perahu getek itu juga memiliki ornamen khas dengan bertuliskan Jepang. Lokasi dan rute Untuk wisatawan yang tertarik mengunjungi Kalinampu Natural Park, lokasinya berada di Dusun Kalinampu, Desa Seloharjo, Kecamatan
Jogjakarta memiliki banyak sekali destinasi wisata. Mulai dari wisata budaya, alam, edukasi, religi dan yang lainnya. Tidak habis-habisnya tempat yang biasa saja kemudian disulap sedemikian rupa menjadi menarik dan dijual sebagai destinasi wisata. Kalinampu Natural Park, Taman Bunga Bertema Jepang Di Kabupaten Bantul terdapat destinasi baru lagi, yaitu Kalinampu Natural Park. Destinasi ini dibuka pada
Bogor atau kota hujan merupakan kota yang mencirikan romantisme. Mungkin hampir sama dengan Kota Bandung dimana Dilan menampakan jejak sejarahnya yang diceritakan oleh Pidi Baiq melalui karya – karyanya. Kota Bogor seringkali menjadi salah satu sweet escape bagi masyarakat Indonesia yang ingin melepaskan penatnya sekaligus mengajak keluarga atau pasangannya berlibur. Hal tersebut masuk akal karena selain kota ini mencirikan romatisme, Kota Bogor juga memiliki banyak sekali destinasi wisata yang bisa dijamah. Wisata tersebut bisa berbentuk taman hiburan dan kebun binatang, kuliner dan wisata alam serperti Curug Cakrawardan.a. Pesona Curug Cakrawardana Wisata alam yang cukup terkenal di Kota Bogor adalah curug, dan salah satu curug yang memiliki panorama indah adalah Curug Cakrawardana. Curug ini kini tengah menjadi perbincangan dikalangan traveller karena masih belum terekspose atau terkenla di media sosial. Selain memiliki pemandangan yang memukau, Curug Cakrawardana juga ditunjang oleh berbagai fasilitas yang memungkin kamu untuk betah berlama – lama di curug tersebut. Fasilitas tersebut adalah lahan parkir yang luas, kamar ganti dan bilas, gazebo (tempat istirahat), penginapan, rumah makan serta spot instagrammable yang akan menambah stok foto untuk feed IG kamu. Pict by: https://jejakpiknik.com/ Harga Tiket dan Parkir Curug Cakrawardana Curug Cakrawardana ini memang memiliki panorama indah dan fasilitas penunjang yang lengkap, namun tahukah kamu harga tiket untuk bisa menikmati itu semua? Sejujurnya kamu gak perlu khawatir karena untuk bisa menikmati Curug Cakrawardana ini, kamu hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 10.000 (weekday) dan Rp 15.000 (weekend) untuk tiket masuknya. Selain tiket masuk, kamu juga perlu meminta bantuan orang lain untuk menjaga kendaraan kamu, maka dari itu tarif parkir untuk roda dua adalah Rp 5.000 dan Rp 10.000 untuk roda empat. Cukup murahkan kan? Dengan tarif yang tidak mahal, kamu dan orang yang kamu cintai bisa menikmati pemandangan yang sangat memukau serta tidak menutup kemungkinan kamu berenang di aliran air terjun asli dari pegunungan yang
Bogor atau kota hujan merupakan kota yang mencirikan romantisme. Mungkin hampir sama dengan Kota Bandung dimana Dilan menampakan jejak sejarahnya yang diceritakan oleh Pidi Baiq melalui karya – karyanya. Kota Bogor seringkali menjadi salah satu sweet escape bagi masyarakat Indonesia yang ingin melepaskan penatnya sekaligus mengajak keluarga atau pasangannya berlibur. Hal tersebut masuk akal karena selain kota
Selama berabad-abad yang lalu, kawasan utara Yogyakarta menjadi pusat peradaban Kerajaan Mataram kuno. Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini merupakan candi Hindu dan pada saat itu candi ini menjadi tempat pemujaan kepada Dewa Siwa. Candi ini berdiri dengan megahnya di kaki Gunung Merapi. Suatu saat Gunung Merapi meletus secara besar-besaran pada awal abad ke-11, kemungkinan tahun 1006 dan memporak-porandakan daerah sekitar gunung tersebut dan mengubur Candi Sambisari ini. Candi ini terkubur sangat dalam hingga beribu tahun lamanya. Awal mula penemuan Candi ini ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di Desa Sambisari bernama Karyowinangun. Beliau saat yang saat itu sedang mencangkul, kemudian mata cangkulnya terbetur baru yang mempunyai ukiran. Setelah diteliti oleh Dinas Kepurbakalaan, akhirnya diketahui bahwa batu tersebut merupakan komponen candi dan dilakukan eskavasi alias penggalian lanjutan. Perlu waktu nyaris 3 windu untuk merampungkan proses eskavasi hingga rekonstruksi bangunan. Ditemukan pada tahun 1966, candi ini baru selesai dipugar pada tahun 1987. Sesuai dengan nama desa tempat ia ditemukan, candi ini pun diberi nama Candi Sambisari. Letak candi ini berada lebih rendah 6,5 meter daripada permukaan tanah disekitarnya. Bangunan Bangunan candi utama dikelilingi oleh pagar batu dengan ukuran 50 m x 48 m. Di kompleks candi ini mempunyai candi utama yang didampingi oleh tiga candi perwara atau pendamping. Pada bagian luar dinding bangunan utama terdapat lima relung. Di sebelah utara terdapat patung Durga Mahisasuramardini, yang merupakan istri dari Dewa Syiwa, dengan 8 tangan yang masing-masing menggenggam senjata. Sebelah timur terdapat patung Ganesha, selatan terdapat patung Agastya, dan di sebelah barat terdapat dua patung dewa penjaga pintu yaitu Mahakala dan Nandiswara. Di dalam candi utama terdapat Lingga dan Yoni dengan ukuran cukup besar. Latar Belakang Keagamaan di candi Sambisari, bilik candi tidak ditempati arca Siwa Mahadewa, tetapi dalam
Selama berabad-abad yang lalu, kawasan utara Yogyakarta menjadi pusat peradaban Kerajaan Mataram kuno. Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini merupakan candi Hindu dan pada saat itu candi ini menjadi tempat pemujaan kepada Dewa Siwa. Candi ini berdiri dengan megahnya di kaki Gunung
Bagi anda yang bertempat tinggal di lokasi yang jauh dari laut, namun berkeinginan melakukan petualangan dan menyelam di alam bebas. Maka anda bisa mencoba menjelajahi pemandangan bawah air di Curug Leuwi Cepet. Di Bogor juga terdapat sebuah tempat wisata yang tidak kalah mempesonanya dari Green Canyon yang ada di Pangandaran loh. Ya, Leuwi Cepet adalah wisata alam yang menyuguhkan kejernihan air sungai, Leuwi Cepet ini berada dalam satu kawasan dengan Leuwi Hejo dan Curug Barong,salah satu kegiatan yang menyenangkan dan sayang dilewatkan ketika anda berada di lokasi Leuwi Cepet ialah berenang dan berendam sambil menikmati pemandangan sekitar yang cantik dan menakjubkan. Leuwi Cepet menyediakan area bagi anda yang ingin menguji adrenalin dengan melompat dari ketinggian tebing ke muara sungai.dengan melakukan lompatan dari tebing tentu dapat memberikan sensasi yang luar biasa bagi anda yang belum pernah mencobanya. Pict by: https://kaskus.co.id/ Di Leuwi Cepet anda mendapati aliran sungai yang jernih dengan bebatuan besar dan arus yang deras. Untuk kedalaman Leuwi Cepet ini berkisaran sepinggang orang dewasa sampai hampir 2 meter. Jadi, sangat harus hati-hati bagi anda yang membawa anak di bawah umur. Dengan aliran suangi leuwi cepet yang jernih,Tentu dapat menghilangkan kepenatan yang anda rasakan selama perjalanan menuju lokasi wisata alam ini. Anda bisa berenang dan berendam dengan segarnya air di air terjun cepet. Akan tetapi,anda juga perlu extra hati-hati jika arusnya deras walaupun disana terdapat tali untuk berpegangan melawan arus menuju arah hulu sungai. Untuk tiket masuk curug leuwi cepet tiket masuk di kenakan biaya sebesar Rp.10.000 Namun ada yang perlu di perhatikan ketika anda melakukan penyelaman di leuwi cepet. Pastikan anda melakukan penyelaman di leuwi cepet ini. Pastikan anda untuk tidak menyelam sendiri,yaitu minimal berdua.Mengapa? Sebab, untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Misalnya saja jika dalm kondisi yang darurat,maka akan segera ada orang yang membantu anda.Memang tantangan menyelam di leuwi
Bagi anda yang bertempat tinggal di lokasi yang jauh dari laut, namun berkeinginan melakukan petualangan dan menyelam di alam bebas. Maka anda bisa mencoba menjelajahi pemandangan bawah air di Curug Leuwi Cepet. Di Bogor juga terdapat sebuah tempat wisata yang tidak kalah mempesonanya dari Green Canyon yang ada di Pangandaran loh. Ya, Leuwi Cepet adalah
Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah. Entah itu peningalan Belanda, saksi bisu sisa perang, bahkan peninggalan Kraton Yogyakarta sendiri. Kraton Yogyakarta juga memiliki banyak sekali peninggalan yang masih bisa dilihat hingga sekarang. Salah satu di antaranya adalah situs Warungboto. Situs Warungboto merupakan salah satu destinasi peninggalan sejarah yang emakin populer dan menjadi tempat hunting foto bagi kaum milenial. Situs ini menjadi semakin populer ketika putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu bersama Bobby Nasution melakukan foto pre-wedding dan tersebar di instagram. Setelah tersebarnya foto itu, tempat ini mulai ramai dikunjungi oleh kaum milenial dan menjadi spot foto. Awal mula Pada awalnya, Situs Warungboto adalah sebuah pesanggrahan dan pemandian karena di tempat tersebut terdapat sebuah umbul atau sumber mata air. Menurut salah satu pengageng Keraton Yogyakarta bernama K.R.T. Jatiningrat, Situs Warungboto adalah petilasan yang mulai dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I dan pembangunannya diteruskan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono II. Sebelum direnovasi, situs ini hanyalah reruntuhan dan puing bangunan yang kurang terawat. Setelah dilakukan pemugaran dan renovasi oleh BPCB DIY (Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta) yang selesai pada tanggal 23 Desember 2016, bangunan Situs Warungboto kini dapat dinikmati oleh masyarakat Yogyakarta ataupun wisatawan yang sedang berlibur di Yogyakarta. Sekilas Sejarah Ketika memerintah Kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono I tersebut lantas membangun keraton dengan berbagai sarana dan prasarana untuk mendukung keberlangsungan eksistensi kekuasaan kerajaannya. Beberapa pembangunan yang dilakukan atas perintah dari Sri Sultan Hamengku Buwono I antara lain pembangunan cepuri (benteng keliling yang berada di dalam keraton) maupun pembangunan baluwarti (benteng keliling yang berada di luar keraton), pembangunan jagang (parit), pembangunan pesanggrahan (taman), serta pembangunan beberapa pemukiman yang diperuntukkan bagi para abdi dalem kasultanan. Adapun beberapa pesanggrahan di Yogyakarta yang dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I antara lain Pesanggrahan
Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah. Entah itu peningalan Belanda, saksi bisu sisa perang, bahkan peninggalan Kraton Yogyakarta sendiri. Kraton Yogyakarta juga memiliki banyak sekali peninggalan yang masih bisa dilihat hingga sekarang. Salah satu di antaranya adalah situs Warungboto. Situs Warungboto merupakan salah satu destinasi peninggalan sejarah yang emakin populer dan menjadi tempat
Campa.com- Kota Bogor memang menyimpan banyak sekali destinasi wisata yang mengagumkan, salah satunya adalah wisata Air terjun cibaliung. Anda akan mendapatkan banyak hal, seperti petualangan, kegiatan trekking, spot foto yang bagus, sekaligus menikmati keindahan dan kejernihan air dari curug atau Air Terjun Cibaliung yang terletak di Kampung Wadung, Desa Karangtengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Curug Leuwi Cibaliung atau Air Terjun Cibaliung ini merupakan salah satu curug yang terdalam di area Bogor. Dengan tempatnya yang sepi dan masih bersih, membuat wisatawan puas ketika bermain air dengan leluasa. Untuk wisatawan yang penat dengan berisiknya kota, Curug Cibaliung ini sangat cocok. Pict by: https://explorewisata.com/ Untuk wisatawan yang ingin mengunjungi Curug Cibaliung ini sebaiknya tidak pada saat musim hujan. Ditakutkan akan terjadi banjir dan jalan yang licin ketika musim hujan. Curug Cibaliung merupakan salah satu tempat wisata di Bogor yang mengajak Anda untuk melihat salah satu keindahan alam yang ada di Bogor dengan kejernihan airnya. Curug ini juga menjadi curug terdalam yang ada di Bogor. Meskipun banyak orang yang telah berkunjung disini, namun air yang berada di Curug Cibaliung ini masih sangat jernih. Sehingga, tidak heran jika banyak wisatawan yang ingin menikmati salah satu wisata di Bogor ini. Biaya di Tempat Wisata Curug Leuwi Cibaliung Untuk biaya di Curug Cibaliung ini sangatlah murah. Jika Anda masuk di tempat wisata ini, Anda dikenakan biaya sebesar Rp20.000,- yang digunakan untuk biaya masuk sebesar Rp15.000,- dan biaya retribusi sebesar Rp5.000,-/ orang. Selain itu, jika Anda membawa kendaraan pribadi Anda, maka Anda harus memarkir kendaraan Anda dengan membayar biaya Rp5.000,-. Selain itu, untuk menggunakan fasilitas toilet, Anda harus membayar Rp2.500,-/ orang. Selain itu, di tempat ini juga disediakan berbagai warung makan atau minum yang dapat Anda pilih dengan harga yang sangat terjangkau. Sehingga, Anda tidak perlu khawatir jika Anda kelaparan ketika berada di Curug Cibaliung
Campa.com– Kota Bogor memang menyimpan banyak sekali destinasi wisata yang mengagumkan, salah satunya adalah wisata Air terjun cibaliung. Anda akan mendapatkan banyak hal, seperti petualangan, kegiatan trekking, spot foto yang bagus, sekaligus menikmati keindahan dan kejernihan air dari curug atau Air Terjun Cibaliung yang terletak di Kampung Wadung, Desa Karangtengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor,
Minum kopi akhir-akhir ini sedang booming di masyarakat. Apalagi dengan pemandangan dan suasana yang menarik, menambah daya tarik bagi anak-anak milenial dan berbagai kalangan lain. Amurwa Resto & Garden Coffee memiliki konsep tradisional yang kental dengan nuansa klasik dan. Dengan Joglo yang kental dengan Yogyakarta dan dengan sentuhan ornamen-ornamen tradisional dan klasik. Destinasi ini masuk dalam Kawasan Wisata Berbudaya Raminten Kaliurang yang diharapkan menjadi pelengkap untuk tujuan wisata di Kaliurang. Diharapkan juga destinasi ini menjadi penambah daya tarik di daerah Sleman. Amurwa Resto & Garden Coffee Arti nama Amurwa Nama amurwa sendiri diambil dari bahasa sangsekerta yang berarti kuat. Nama ini diberikan karena destinasi ini dibagun dan berdiri pada situasi yang sulit. Pada tanggal 25 Maret 2020, Amurwa Resto & Garden Coffee ini diresmikan pada saat virus corona sedang melanda Indonesia. Amurwa Coffee ini yakin dan tetap berdiri, karena yakin akan berdiri dan berkembang pada saat situasi apapun. Yang menarik di Amurwa Amurwa Resto & Garden Coffee ini memiliki konsep indoor dan outdoor, jadi wisatawan bebas memilih spot mana yang disukai. Karena berada di kawasan Kaliurang, pastinya suasananya sangat sejuk dan juga asri karena dikelilingi oleh tumbuhan. Di sini terdapat mobil-mobil klasik yang dapat dijadikan spot foto. Kemudian nantinya dibelakang terdapat panggung hiburan. Rencananya juga akan terdapat live musik dan pertunjukan budaya. Fasilitas Fasilitas yang ada di Amurwa Resto & Garden Coffee ini sudah sangat lengkap. Tersedia toilet dan mushola. Tersedia tempat parkir yang luas sehingga bis bisa parkir. Tempat duduk yang tentu saja sesuai dengan konsep caffe ini. Wifi yang lancar, serta colokan listrik yang banyak sehingga wisatawan dapat nongkrong berlama-lama di sini. Tidak lupa, karena berdiri di saat pandemi corona, terdapat banyak tempat cuci tangan. Jadi buat wisatawan yang berkunjung ke tempat ini, jangan lupa mencuci tangan terlebih dahulu ya. Setelah pegunjung datang, tempat duduk dan
Minum kopi akhir-akhir ini sedang booming di masyarakat. Apalagi dengan pemandangan dan suasana yang menarik, menambah daya tarik bagi anak-anak milenial dan berbagai kalangan lain. Amurwa Resto & Garden Coffee memiliki konsep tradisional yang kental dengan nuansa klasik dan. Dengan Joglo yang kental dengan Yogyakarta dan dengan sentuhan ornamen-ornamen tradisional dan klasik. Destinasi ini masuk
Anda penyuka acara permainan dari Jepang yang bernama Benteng Takeshi? Siapa sangka di Daerah Istimewa Yogyakarta ada sebuah destinasi yang memiliki sebuah kastil yang mirip dengan kastil di acara tersebut. Nama destinasi tersebut adalah The Lost World Castle. The Lost World Castle ini merupakan destinasi wisata yang berada di lereng merapi. Tepatnya di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Lokasi wisata instagramable ini berjarak 29 km dari pusat kota dan berada tepat di lereng Gunung Merapi. Meskipun berada di kawasan merapi, destinasi ini tetap ramai dikunjungi oleh wisatawan. Wahana-wahana di destinasi ini memanfaatkan sisa-sisa erupsi merapi. Dengan begitu, The Lost World Castle ini memiliki ciri khasnya. Sejarah Yang menarik dari destinasi ini, dulunya tanah tempat membangun The Lost World Castle ini merupakan sebuah desa. Desa tersebut adalah Desa Kepuharjo. Desa ini disapu bersih karena dari letusan Gunung Merapi pada tahun 2010. Penamaan destinasi ini sebagai The Lost World Castle, sebagai pengingat kepada masyarakat akan kejadian tersebut. Karna letusan merapi tersebut, masyarakat pun mengalami krisis ekonomi. Kemudian masyarakat desa kemudian menggandeng Ayung, pengusaha lokal, untuk membangun tempat wisata ini. Jaraknya dengan Gunung Merapi membut destinasi ini menjadi masuk dalam kawasan rawan bencana yang ditetapkan Pemerintah Provinsi DIY. Pada 2017 destinasi ini rencananya akan ditutup, karena menyalahi aturan. Terlepas dari sengketa perizinan pembangunan yang membuat tempat wisata ini berdiri secara ilegal, tempat wisata ini terus buka sampai sekarang. Apa yang menarik? Di dalam The Lost World Casle, pengunjung disuguhkan potret gagahnya Gunung Merapi. Selain itu, di dalam objek wisata yang memiliki luas hingga 1,3 hektar ini terdapat berbagai latar untuk mengambil foto yang menarik. Di antaranya taman koboi, awan putih, sepeda motor terbang, sayap bidadari, dan lain-lain. Selain itu, ada juga latar foto trik tiga-dimensi berupa air terjun, permadani terbang, dan beberapa bunga sakura tiruan yang turut menghidupkan suasana. Tidak hanya
Anda penyuka acara permainan dari Jepang yang bernama Benteng Takeshi? Siapa sangka di Daerah Istimewa Yogyakarta ada sebuah destinasi yang memiliki sebuah kastil yang mirip dengan kastil di acara tersebut. Nama destinasi tersebut adalah The Lost World Castle. The Lost World Castle ini merupakan destinasi wisata yang berada di lereng merapi. Tepatnya di Dusun Petung,
Campa.com- Yogyakarta memiliki banyak sekali kekayaan alam. Ada bukit, sungai, danau, pantai dan berbagai hal lainnya. Di Kabupaten Bantul, tak hanya mempunyai pantai Parangtritis aja. Di Bantul, banyak sekali obyek wisata, salah satunya adalah Pantai Goa Cemara. Di pantai ini wisatawan dapat menikmati pantai yang sejuk dan nyaman. Sesuai dengan namanya, pantai ini dipenuhi dengan pohon cemara dan membentuk seperti goa. Menurut warga setempat, terdapat sekitar 6000 lebih pohon cemara udang yang memenuhi lahan seluas 20 hektar di pinggir pantai. Wisatawan yang berkunjung ke tampat ini pastilah akan tertarik untuk berfoto di dalam lorong jejeran pohon ini. Destinasi ini dijaga keasriannya oleh pengelola agar tetap terjaga keasriannya. Pohon Cemara ini bertujuan untuk melindungi abrasi air laut dan menahan gumuk pasir supaya tidak mengalamai perpindahan akibat tiupan angin. Nilai lebih lainnya adalah terletak di bentang gumuk pasir antara Muara Sungai Opak dan Sungai Progo. Lokasi ini menjadikan Pantai Goa Cemara eksklusif sebagai satu-satunya pantai di bentangan gumuk pasir di Asia dan hanya beberapa di dunia. Dengan ombak khas pantai selatan, membuat wisatawan menenangkan diri setelah seminggu bekerja. Seperti pantai lain yang terletak di Yogyakarta, Pantai Goa Cemara tidak lepas dari sejarah dan mitos soal Nyi Roro Kidul. Ombak besar, korban yang seolah terhisap, dan jasad yang kadang tidak ditemukan selalu dikaitkan dengan keberadaan penguasa Laut Selatan tersebut. Pantai ini dijadikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul sebagai melakukan penangkaran berbagai jenis penyu laut yaitu jenis Penyu Hijau, Penyu Sisik, Penyu Lekang, dan Penyu Belimbing. Program penangkaran penyu yang bertajuk "Save Our Turtles". Nilai lebih lainnya adalah terletak di bentang gumuk pasir antara Muara Sungai Opak dan Sungai Progo. Lokasi ini menjadikan Pantai Goa Cemara eksklusif sebagai satu-satunya pantai di bentangan gumuk pasir di Asia dan hanya beberapa di dunia. Meski memanjakan mata, pengunjung harus mewaspadai risiko ombak besar dan rip
Campa.com– Yogyakarta memiliki banyak sekali kekayaan alam. Ada bukit, sungai, danau, pantai dan berbagai hal lainnya. Di Kabupaten Bantul, tak hanya mempunyai pantai Parangtritis aja. Di Bantul, banyak sekali obyek wisata, salah satunya adalah Pantai Goa Cemara. Di pantai ini wisatawan dapat menikmati pantai yang sejuk dan nyaman. Sesuai dengan namanya, pantai ini dipenuhi dengan